Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Viral Pernyataan MBG Tidak Butuh Ahli Gizi, Cucun Ahmad Syamsurijal Klarifikasi: Tidak Ada Niat Merendahkan

Galuh Agista Rachmadyna • Kamis, 20 November 2025 | 00:15 WIB
Dikerubungi media, Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsul Rijal klarifikasi pernyataan viral
Dikerubungi media, Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsul Rijal klarifikasi pernyataan viral

RADAR TULUNGAGUNG – Pernyataan Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsul Rijal yang menyebut MBG tidak butuh ahli gizi akhirnya berujung klarifikasi resmi.

Polemik tersebut mencuat setelah potongan video rapat konsolidasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) viral di media sosial dan memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, terutama para tenaga profesional gizi.

Dalam video yang tersebar luas, Cucun tampak memotong penjelasan seorang ahli gizi perempuan yang memberikan masukan terkait pentingnya menggandeng Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga: Pernyataan Cucun Ahmad Syamsurijal Soal Ahli Gizi Viral, Begini Pelurusan Lengkapnya

Potongan video itu kemudian menjadi bahan perbincangan nasional karena menampilkan pernyataan kontroversial bahwa tenaga pengawas gizi bisa dilatih dari lulusan SMA dengan pelatihan singkat.

Pada Senin, 17 November 2025, Cucun akhirnya menyampaikan permintaan maaf sekaligus klarifikasi.

Ia menegaskan bahwa polemik mengenai MBG tidak butuh ahli gizi bukanlah bentuk penolakan terhadap profesi gizi.

Menurutnya, pernyataan yang muncul dalam rapat tersebut merupakan bagian dari dinamika diskusi dalam pengawasan DPR terhadap implementasi program MBG di daerah.

Klarifikasi Cucun Ahmad

Dalam pernyataan resminya yang dirilis pada Senin, 17 November 2025, Cucun Ahmad memberikan penjelasan lebih lengkap.

Ia menyampaikan permintaan maaf jika pernyataannya menimbulkan kesalahpahaman atau dianggap merendahkan profesi ahli gizi.

Cucun menegaskan bahwa tidak ada niat untuk meremehkan peran tenaga gizi.

Ia menyampaikan bahwa program MBG berpotensi menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam memerangi masalah gizi kronis, dan ia sangat mendukung keterlibatan ahli gizi dalam skema pengawasannya.

Klarifikasi tersebut sekaligus mempertegas bahwa video yang viral hanya menampilkan potongan tertentu dari rapat, bukan keseluruhan konteks pembahasan.

Ia meminta publik melihat pernyataan itu secara utuh agar tidak terjadi kekeliruan persepsi.

Baca Juga: Cucun Ahmad Syamsurijal Resmi Minta Maaf: Bongkar Kronologi Pernyataan “Tak Butuh Ahli Gizi” yang Meledak di Medsos

Dinamika Pengawasan Program MBG

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang menjadi salah satu program nasional yang terus mendapat sorotan.

Dalam pelaksanaannya, diperlukan pengawasan lintas pihak antara DPR, pemerintah daerah, satuan pelaksana gizi, dan organisasi profesi.

Isu MBG tidak butuh ahli gizi dianggap sensitif karena menyangkut kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.

Banyak pihak menilai bahwa kehadiran tenaga gizi profesional adalah hal fundamental untuk memastikan program ini berjalan efektif.

Klarifikasi yang disampaikan Cucun diharapkan dapat meredakan ketegangan yang sempat terjadi serta mengembalikan fokus utama pada kualitas pelaksanaan program di lapangan.

Publik kini menunggu tindak lanjut konkret, terutama terkait komitmen DPR RI dalam memastikan bahwa program MBG melibatkan tenaga profesional sesuai kebutuhan.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#MBG #persagi #dpr ri