Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Utang Whoosh ke China Diusulkan Direstrukturisasi, Purbaya Yudhi Sadewa Turun Gunung Ikut Nego

Ingge Nayla Ayu Karina • Kamis, 20 November 2025 | 02:20 WIB
Delegasi pemerintah Indonesia bersiap untuk perjalanan diplomatik ke Tiongkok.
Delegasi pemerintah Indonesia bersiap untuk perjalanan diplomatik ke Tiongkok.

RADAR TULUNGAGUNG – Persoalan utang Whoosh atau proyek kereta cepat Jakarta–Bandung kembali memasuki babak baru.

Pemerintah memastikan akan kembali mengirim tim negosiasi ke China untuk membahas restrukturisasi utang sekaligus memperluas skema pembiayaan jangka panjang.

Langkah ini dipimpin langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang kini secara khusus diminta ikut dalam rombongan agar dapat memahami langsung dinamika pembicaraan kedua negara.

Dalam pernyataannya, Purbaya menegaskan bahwa Indonesia sedang menyiapkan strategi matang untuk memastikan keberlanjutan pembayaran utang Whoosh tanpa membebani rasio fiskal di masa depan.

Keyword utang Whoosh pun kembali menjadi sorotan publik karena besaran pembiayaan proyek tersebut dianggap masih perlu penyesuaian, terutama setelah pembangunan melibatkan investasi besar dari pihak China.

Menurut Purbaya, pembahasan restrukturisasi utang ini juga akan beririsan dengan opsi yang sempat disampaikan Presiden Prabowo Subianto, yaitu kemungkinan penggunaan uang sitaan korupsi sebagai salah satu sumber pembayaran.

Purbaya Ikut ke China untuk Amankan Negosiasi Utang

Purbaya menegaskan bahwa diskusi teknis mengenai pembayaran utang Whoosh belum selesai dirumuskan.

“Masih didiskusikan. Detailnya belum final. Yang ada masih garis besarnya,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya meminta ikut ke China untuk memahami secara langsung isi negosiasi, terutama terkait struktur pembayaran, batas waktu, serta skema bunga yang nantinya akan menjadi kesepakatan kedua negara.

Menurutnya, kehadiran Kementerian Keuangan penting agar keputusan yang diambil tidak menimbulkan beban fiskal yang berlebihan.

Pemerintah Indonesia, lanjut Purbaya, ingin memastikan setiap komponen pembiayaan maupun opsi restrukturisasi dapat mendukung stabilitas ekonomi jangka panjang, sekaligus menjaga hubungan baik dengan pemerintah China selaku mitra kerja sama strategis proyek infrastruktur tersebut.

Opsi Pembayaran dengan Uang Sitaan Korupsi Masih Dikaji

Wacana penggunaan dana sitaan korupsi untuk membayar utang Whoosh memicu diskusi publik.

Presiden Prabowo sebelumnya menyampaikan bahwa dana sitaan hasil tindak pidana korupsi harus kembali ke negara, dan salah satu opsi pemanfaatannya bisa diarahkan untuk proyek strategis nasional, termasuk kereta cepat.

Namun, Purbaya menegaskan bahwa mekanisme tersebut masih dalam tahap kajian dan belum dapat diputuskan.

Pemerintah masih menyusun formula yang sesuai dengan regulasi, agar penggunaan dana negara tetap akuntabel dan tidak menyalahi peraturan perundang-undangan.

“Kita masih membahasnya, nanti akan dirumuskan bagaimana tata cara pembayaran yang tepat,” kata Purbaya.

Prabowo Minta Polemik Utang Whoosh Dihentikan

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meminta publik dan para pengkritik untuk tidak lagi meributkan persoalan utang Whoosh.

Ia menegaskan bahwa dirinya bertanggung jawab penuh dalam keberlanjutan kerja sama Indonesia–China yang sudah dimulai sejak era Presiden Joko Widodo.

Menurut Prabowo, proyek kereta cepat Whoosh adalah simbol hubungan strategis dua negara dan akan menjadi fondasi penting untuk pembangunan infrastruktur transportasi modern di Indonesia.

Ia bahkan menegaskan bahwa proyek ini tidak akan berhenti di Jakarta–Bandung saja.

Rencana Besar: Kereta Cepat Diperpanjang hingga Surabaya dan Banyuwangi

Dalam pernyataannya, Prabowo menyebut ambisinya untuk melanjutkan pembangunan kereta cepat hingga Surabaya, bahkan diteruskan sampai Banyuwangi, Jawa Timur.

Menurutnya, konektivitas transportasi yang semakin cepat akan memberikan manfaat ekonomi yang berlipat, termasuk pemerataan pembangunan di wilayah Jawa Timur.

“Insya Allah, sampai Banyuwangi,” ujar Prabowo saat berbicara dengan sejumlah pihak terkait.

Presiden menegaskan bahwa proyek kereta cepat akan menjadi tonggak kerja sama dengan Tiongkok yang perlu dijaga bersama.

Ia juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki kemampuan finansial untuk menuntaskan proyek tersebut. “Kita mampu dan kita kuat duitnya,” tegasnya.

Dengan pernyataan itu, Prabowo ingin memastikan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berhenti di tengah jalan, melainkan menjadi bagian dari rencana besar memperkuat konektivitas nasional.

Negosiasi Ulang Menjadi Kunci Kelanjutan Proyek

Pertemuan tim Indonesia dengan pihak China dalam waktu dekat diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan yang ringan dan tidak membebani fiskal negara.

Pemerintah ingin memastikan bahwa utang Whoosh dapat dikelola dengan lebih fleksibel melalui restrukturisasi pembayaran hingga jangka panjang.

Dengan masuknya Menkeu Purbaya ke dalam tim negosiasi, pemerintah berharap posisi tawar Indonesia semakin kuat, sekaligus memberikan kepastian pada publik bahwa proyek ini tetap bisa berlanjut secara sehat dan terukur.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#Purbaya Yudhi Sadewa #Prabowo Subianto #China Indonesia #utang Whoosh