RADAR TULUNGAGUNG – Nama Menteri Keuangan (menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tengah menjadi sorotan publik setelah berbagai capaian kerjanya dalam dua bulan pertama menjabat menarik perhatian luas.
Dalam sebuah video yang diunggah kreator konten Salsa Erwina, muncul pujian terhadap sosok Menkeu baru ini yang dinilai mendapatkan jabatan bukan karena “giveaway politik”, melainkan berkat rekam jejak pendidikan dan karier profesionalnya yang panjang.
Baca Juga: Pemerintah Mulai Salurkan BLT 900 Ribu untuk 35 Juta KPM, Daya Beli Ditarget Naik Jelang Akhir Tahun
Latar Belakang Pendidikan yang Tidak Diragukan
Dalam video tersebut, Salsa menegaskan bahwa Menteri Keuangan Purbaya bukanlah figur yang muncul tiba-tiba.
Ia menempuh pendidikan di Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB), program studi yang dikenal sebagai salah satu yang paling sulit ditembus.
Setelah itu, ia melanjutkan studi ke Purdue University di Amerika Serikat untuk menuntaskan pendidikan master dan doktoral (PhD).
Rekam jejak akademik ini semakin memperkuat narasi bahwa posisi Menkeu yang kini diemban bukanlah hasil dari kompromi politik, melainkan dedikasi panjang dalam dunia keilmuan dan ekonomi.
Karier Profesional yang Konsisten dan Teruji
Pada bagian selanjutnya, video itu memaparkan bahwa sebelum menjadi Menteri Keuangan, Purbaya pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Danareksa.
Ia juga pernah memimpin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai Ketua Dewan Komisioner periode 2020–2025.
Jabatan strategis tersebut menjadi bukti bahwa ia dipercaya mengelola sektor keuangan dalam skala besar sebelum akhirnya masuk ke kabinet.
Salsa menilai rekam jejak panjang ini penting untuk dipahami, terutama di tengah sorotan publik terhadap praktik politik yang dianggap lebih sering mengedepankan kepentingan partai daripada profesionalitas.
Deretan Prestasi dalam Kurang dari Dua Bulan
Dalam dua bulan pertama menjabat, Menteri Keuangan Purbaya disebut sudah membuat sejumlah gebrakan kebijakan yang langsung menyentuh sektor ekonomi dan publik.
Beberapa hal yang disorot antara lain:
- Menggelontorkan dana besar ke bank Himbara hingga mencapai Rp200 triliun untuk memperkuat likuiditas perbankan.
- Tidak menaikkan cukai rokok, langkah yang dianggap penting untuk menjaga pemulihan industri hasil tembakau di Indonesia.
- Menghadirkan ahli dari luar Kemenkeu untuk memperbaiki efektivitas penyerapan anggaran.
- Menarik anggaran belanja yang tidak terserap agar dapat dialihkan dan diimplementasikan lebih cepat di sektor yang membutuhkan.
- Membebaskan PPh 21 bagi pekerja padat karya dengan penghasilan di bawah nominal tertentu sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat.
- Memerangi produk tekstil ilegal dari Cina yang disebut telah menguasai 99 persen pasar busana dalam negeri.
- Menolak pembayaran tagihan Kereta Cepat, sebuah keputusan yang dianggap tegas dan berpihak pada penggunaan anggaran negara secara bertanggung jawab.
Langkah-langkah ini, menurut Salsa Erwina, menunjukkan bahwa kebijakan Menkeu baru tersebut tidak hanya cepat, tetapi juga terukur dan berpihak pada rakyat.
Respons Publik dan Pesan untuk Para Politisi
Dalam video itu, Salsa juga menyinggung bahwa gaya komunikasi Menteri Keuangan Purbaya dinilai transparan dan dekat dengan rakyat.
Ia menjelaskan setiap kebijakan secara terbuka sehingga publik bisa memahami apa yang sedang dilakukan pemerintah.
Transparansi semacam ini, menurutnya, sangat dibutuhkan di tengah menurunnya kepercayaan publik terhadap banyak pejabat negara.
Salsa menyinggung fenomena politisi yang harus menggunakan buzzer, konsultan, hingga meningkatkan dana reses hanya untuk memperbaiki citra.
Ia menegaskan bahwa hal tersebut terjadi karena mereka kurang menghasilkan kebijakan yang benar-benar pro rakyat.
Sebaliknya, ia menyebut bahwa figur seperti Purbaya mendapatkan dukungan publik secara alami karena hasil kerjanya nyata dan relevan.
Baca Juga: Langgar Aturan Berat, Gubernur Bali Perintahkan Pembongkaran Total Lift Kaca Pantai Kelingking
Harapan ke Depan untuk Kinerja Menkeu
Di akhir video, Salsa berharap agar Menkeu Purbaya terus mempertahankan kinerjanya dan konsisten menjadi contoh bagi pejabat lainnya.
Ia menegaskan bahwa kritik yang muncul terhadap gaya Purbaya tidak sepatutnya mengaburkan prestasi yang sudah dicapai. “Kalau kerjanya bagus, rakyat pasti suka,” ujar Salsa dalam videonya.
Dengan berbagai langkah awal yang kuat, publik kini menantikan bagaimana Menteri Keuangan Purbaya akan melanjutkan reformasi dan kebijakan yang lebih berpihak pada kepentingan rakyat.
Editor : Dharaka R. Perdana