RADAR TULUNGAGUNG - Indonesia berada di atas Cincin Api Pasifik, zona dengan aktivitas seismik dan vulkanik paling aktif di dunia.
Tak heran, negara ini memiliki lebih dari 120 gunung api aktif, dan beberapa di antaranya tergolong paling sering erupsi.
Inilah daftar 5 gunung aktif di Indonesia dengan frekuensi letusan tinggi, lengkap dengan fakta menarik serta potensi bahayanya.
- Gunung Merapi – Jawa Tengah dan Yogyakarta
Gunung Merapi dianggap sebagai gunung paling aktif di Indonesia. Erupsi kecil hingga sedang terjadi hampir setiap tahun, dan aktivitas besar biasanya muncul setiap beberapa dekade.
Fakta Penting Merapi:
- Terletak dekat wilayah padat penduduk.
- Hasilkan awan panas mematikan (wedhus gembel).
- Memiliki catatan erupsi sejak abad ke-16.
- Termasuk gunung dengan pemantauan vulkanik terbaik di Indonesia.
Erupsi Merapi dapat berdampak langsung pada pemukiman, pertanian, dan kualitas udara di Yogyakarta serta Magelang-Sleman.
- Gunung Semeru – Jawa Timur
Dikenal sebagai “Mahameru,” Semeru adalah gunung tertinggi di Pulau Jawa sekaligus salah satu yang paling aktif.
Fakta Penting Semeru:
- Memiliki aktivitas erupsi hampir kontinu.
- Sering menghasilkan guguran lava pijar dan abu vulkanik.
- Letusan terjadi secara berkala sejak awal abad ke-19.
Erupsi Semeru sering menyebabkan lahar dingin jika terjadi di musim hujan dan menutup jalur pendakian.
- Gunung Tambora – Nusa Tenggara Barat (Paling Mematikan)
Gunung Tambora mungkin tidak seaktif Merapi dalam beberapa dekade terakhir, tetapi ia tercatat sebagai gunung paling mematikan dalam sejarah modern.
Mengapa Tambora Paling Mematikan?
- Letusan tahun 1815 merupakan salah satu erupsi terbesar dalam 10.000 tahun terakhir.
- Menyebabkan puluhan ribu korban jiwa.
- Abu vulkaniknya mengubah iklim global dan memicu fenomena “the year without summer” di Eropa & Amerika Utara.
Baca Juga: Status Awas! Gunung Semeru Naik Level Usai Erupsi Intensif, PVMBG Keluarkan Peringatan Bencana
Letusan Tambora bukan hanya menghancurkan kerajaan lokal, tapi juga memicu krisis pangan global pada abad ke-19.
- Gunung Sinabung – Sumatera Utara
Setelah tidur selama ratusan tahun, Sinabung kembali aktif pada 2010 dan terus menunjukkan aktivitas hingga tahun-tahun berikutnya.
Fakta Penting Sinabung:
- Aktivitas vulkanik meningkat setelah 2010.
- Beberapa kali menghasilkan erupsi besar dan abu yang mencapai kota-kota sekitar.
- Ribuan warga harus direlokasi karena bahaya awan panas dan erupsi berkelanjutan.
Aktivitas Gunung Sinabung memengaruhi kesehatan, pertanian, dan ekonomi warga Kabupaten Karo.
- Gunung Anak Krakatau – Selat Sunda
Anak Krakatau adalah “anak” dari Krakatau yang meletus dahsyat pada tahun 1883. Gunung ini muncul dari dasar laut pada 1927 dan terus tumbuh hingga kini.
Fakta Penting Anak Krakatau:
- Erupsi bersifat eksplosif dan sering mengeluarkan lava pijar.
- Pertumbuhan gunung berlangsung cepat.
- Terletak di area laut sehingga rawan memicu gelombang besar jika terjadi longsoran tubuh gunung.
Erupsi dan perubahan struktur tubuh Gunung Anak Krakatau dapat memengaruhi kawasan pesisir di Selat Sunda.
Kelima gunung di atas menunjukkan bahwa Indonesia memiliki aktivitas vulkanik yang sangat tinggi. Gunung Merapi, Semeru, Sinabung, Anak Krakatau, dan Tambora memiliki karakter letusan berbeda, tetapi semuanya memiliki potensi bahaya serius.
Yang paling perlu diingat adalah Tambora, yang tercatat sebagai gunung paling mematikan dalam sejarah — menjadi pengingat bahwa letusan besar dapat mempengaruhi dunia, bukan hanya wilayah sekitar. ****
Editor : Dharaka R. Perdana