Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Ancam Bekukan Bea Cukai Usai 250 Ton Beras Ilegal Lolos, Beri Deadline 1 Tahun

Khoinatul fitriyah • Selasa, 2 Desember 2025 | 19:05 WIB
Menkeu Purbaya saat menyampaikan ancaman pembekuan Bea Cukai buntut lolosnya 250 ton beras ilegal di Sabang dan Batam. Pemerintah beri waktu 1 tahun untuk perbaikan kinerja.
Menkeu Purbaya saat menyampaikan ancaman pembekuan Bea Cukai buntut lolosnya 250 ton beras ilegal di Sabang dan Batam. Pemerintah beri waktu 1 tahun untuk perbaikan kinerja.

RADAR TULUNGAGUNG – Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan ancaman serius kepada jajaran Bea Cukai usai mencuatnya kasus 250 ton beras ilegal yang lolos masuk melalui pelabuhan Sabang dan Batam.

Dalam pernyataannya yang terekam dalam video dan kini viral di media sosial, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut akan membekukan dan bahkan mengganti sistem Bea Cukai jika kinerja tidak segera dibenahi dan tetap mengecewakan publik.

Pernyataan tegas itu disampaikan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam sebuah rapat internal yang membahas performa instansi pengawas impor dan ekspor tersebut.

Baca Juga: Jalan Tol Prambanan-Tamanmartani Belum Dibuka saat Libur Nataru, Jalan Masih Diperbaiki

Menurutnya, kepercayaan publik terhadap Bea Cukai saat ini berada pada titik yang mengkhawatirkan, terutama setelah munculnya kasus penyelundupan beras ilegal yang lolos tanpa pengawasan.

“Saya beri waktu satu tahun untuk memperbaiki Bea Cukai. Kalau tidak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih tidak puas, Bea Cukai bisa dibekukan dan diganti dengan SGS seperti zaman dulu,” tegas Menkeu Purbaya dengan nada geram.

Ancaman Pembekuan Bea Cukai

Purbaya menjelaskan bahwa ancaman pembekuan bukan sekadar gertakan.

Baca Juga: Empat Pesawat Hercules yang Membawa Bantuan ke Lokasi Bencana Alam di Sumatera, Ini Lokasi Pendaratannya

Ia mengungkapkan bahwa jika sistem pengawasan tidak dibenahi dan kebocoran masih terjadi, maka sebanyak 16.000 pegawai Bea Cukai berpotensi dirumahkan.

Langkah itu, kata dia, bukan sesuatu yang mustahil.

“Kalau kita gagal memperbaiki, nanti 16.000 pegawai Bea Cukai di rumahkan,” lanjutnya.

Ia menyebut, seluruh pegawai Bea Cukai kini memahami ancaman tersebut dan dituntut bekerja lebih profesional serta transparan dalam menjalankan tugas.

Kasus Beras Ilegal Picu Teguran Keras

Kasus masuknya 250 ton beras ilegal melalui pelabuhan Sabang dan Batam menjadi pemantik utama kemarahan Menkeu Purbaya.

Ia mempertanyakan bagaimana barang sebesar itu bisa melintas tanpa terdeteksi, padahal sistem pengawasan seharusnya berjalan ketat.

“Kalau impor ilegal masuk di pelabuhan Sabang dan Batam, itu Bea Cukai garapan gimana?” ujarnya.

Dalam rapat, ia meminta pimpinan Bea Cukai melakukan evaluasi menyeluruh dan menetapkan langkah konkret.

Baca Juga: Kompak Naik, Pertamina Kembali Lakukan Penyesuaian Harga BBM per 1 Desember, Ini Rinciannya

Menurutnya, kerusakan citra Bea Cukai bukan hanya terjadi di mata masyarakat, tetapi juga di kalangan pejabat negara.

Upaya Perbaikan dengan Teknologi AI

Menkeu Purbaya memaparkan sejumlah langkah yang tengah dilakukan untuk memperbaiki sistem pengawasan.

Salah satu upaya yang mulai diterapkan adalah penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi under enforcing pada titik-titik pengawasan.

Baca Juga: Mobilitas Masyarakat Bakal Meningkat di Libur Akhir Tahun, Pertamina Prediksi Konsumsi Bahan Bakar Ikut Melonjak, Ini Rinciannya

“Kita sudah mulai terapkan AI di stasiun-stasiun Bea Cukai, jadi nanti pelanggaran bisa cepat terdeteksi,” jelasnya.

Dengan penerapan teknologi ini, Purbaya optimistis bahwa kinerja pengawasan dapat lebih efektif dan risiko kebocoran dapat diminimalisasi.

Optimisme Perbaikan Tahun Depan

Meski geram, Menkeu Purbaya tetap memberikan ruang perbaikan dan berharap perubahan dapat terlihat nyata pada tahun mendatang.

“Saya pikir tahun depan sudah amanlah. Artinya Bea Cukai akan bisa bekerja dengan baik dan profesional,” ucapnya.

Ia meminta publik memberi kesempatan dan menilai hasil kerja dalam satu tahun ke depan.

Komitmen Bersih-bersih dan Transparansi

Menkeu Purbaya memastikan bahwa tindakan tegas terhadap penyimpangan akan terus dilakukan.

Ia menegaskan bahwa lembaga pengawas seperti Bea Cukai harus menjadi garda terdepan dalam menjaga ekonomi nasional, bukan menjadi celah bagi mafia dan penyelundup.

Menurutnya, koridor penegakan aturan harus ditegakkan.

Baca Juga: Animo Peminat Kereta Api untuk Libur Nataru Melonjak, Per 29 November 717.203 Tiket Terjual, Kereta Ini yang Tertinggi

“Bea Cukai harus berubah. Semangat perbaikan harus menjadi komitmen, bukan slogan,” ujar Purbaya.

Video pernyataan Menkeu Purbaya kini tersebar luas dan menuai beragam tanggapan dari masyarakat.

Banyak yang mendukung langkah tegas pemerintah untuk memperbaiki sistem pengawasan impor agar kasus serupa tidak terjadi lagi.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#bea cukai #Pelabuhan Sabang dan Batam #Menkeu Purbaya #250 ton beras ilegal #Ancaman Pembekuan Bea Cukai