RADAR TULUNGAGUNG – Suasana Peringatan Hari Guru Nasional 2025 mendadak riuh ketika nama Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa disebut dalam acara resmi yang dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto.
Sorakan dukungan untuk Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dari para peserta menggema di dalam gedung, membuat momen tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam agenda nasional yang berlangsung khidmat namun hangat.
Acara yang dipimpin oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) itu digelar dengan kehadiran para pejabat tinggi negara, termasuk Seskab Teddy.
Namun, suasana mendadak berubah ramai saat Mendikdasmen menyapa beberapa tokoh penting.
Saat nama Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa disebut, peserta langsung menyambut dengan tepuk tangan panjang dan sorakan dukungan.
Keyword Menkeu Purbaya pun menjadi sorotan publik karena antusiasme luar biasa dari para guru dan undangan.
“Ini pendukungnya Pak Menteri Keuangan rupanya luar biasa,” ujar Mendikdasmen dari podium, yang kemudian membuat hadirin tergelak.
Baca Juga: 24 Hari Lagi Menuju Cuti Bersama Akhir Tahun 2025, Sejauh Mana Persiapanmu untuk Libur Akhir Tahun?
Momen itu memicu riuh tepuk tangan lebih keras, menunjukkan betapa kuatnya perhatian publik terhadap Menkeu Purbaya.
Tak berhenti di situ, sang pembawa acara bahkan berjanji akan “menghitung siapa pendukung paling banyak” antara Menkeu Purbaya dan Seskap Teddy, yang juga hadir di lokasi.
Pernyataan itu membuat suasana semakin meriah dan penuh tawa.
Sambutan Bernuansa Humoris
Acara dibuka dengan pantun matematika yang cukup unik sehingga langsung menarik perhatian.
Mendikdasmen mengawali dengan kalimat, “Pantunnya pantun matematika. 4 × 2 = 8, 8 + 8 = 16. Terima kasih”.
Para peserta pun menertawakan gaya pembuka yang tidak biasa untuk acara formal tingkat nasional.
Ia kemudian menyampaikan salam kepada Presiden Prabowo dan seluruh pejabat serta tokoh undangan, termasuk:
- Menko PMK Prof Pratikno
- Mendagri Tito Karnavian
- Sesneg Prasetyo Hadi
- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
- Panglima TNI Jenderal Agus
- Menteri Komunikasi dan Digital Mutya Hafid
serta puluhan pejabat kementerian dan lembaga lainnya.
Baca Juga: Jalan Tol Prambanan-Tamanmartani Belum Dibuka saat Libur Nataru, Jalan Masih Diperbaiki
Momen formal berubah menjadi cair ketika sorakan untuk Menkeu Purbaya kembali meledak, membuat MC sempat menghentikan kalimatnya untuk memberi ruang bagi tepuk tangan hadirin.
Riuh Hadirin Jadi Sorotan
Kehadiran tokoh nasional di tengah ribuan guru menjadikan peringatan Hari Guru Nasional tampak semakin monumental.
Antusiasme massa memperlihatkan besarnya kepedulian publik terhadap sektor pendidikan dan dukungan terhadap pejabat yang dianggap memiliki peran strategis, termasuk Menkeu Purbaya yang menangani kebijakan anggaran pendidikan.
Riuh tepuk tangan ketika nama Seskap Teddy disebut juga menambah suasana kompetitif namun hangat.
Mendikdasmen sempat menimpali dengan candaan bahwa jumlah pendukung mereka akan dihitung di akhir acara.
Peserta dari Berbagai Daerah dan Negara
Acara tersebut diikuti para Kepala Dinas Pendidikan se-Indonesia, organisasi profesi guru, serta para guru hebat dari seluruh wilayah tanah air.
Tidak hanya hadir secara langsung, puluhan ribu peserta mengikuti acara melalui YouTube Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, termasuk dari luar negeri.
Mendikdasmen menegaskan bahwa peringatan Hari Guru Nasional bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk memperkuat tekad bersama memajukan pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan guru.
Makna Hari Guru Nasional
Dalam kesempatan tersebut, para tokoh negara menyampaikan penghargaan kepada para pendidik yang berperan besar membangun peradaban bangsa.
Pendidikan disebut sebagai tulang punggung Indonesia maju, dan guru merupakan figura sentral yang harus mendapat dukungan maksimal.
Sorakan dukungan yang ditujukan kepada Menkeu Purbaya dipandang sebagian peserta sebagai bentuk harapan besar terhadap kebijakan anggaran pendidikan yang lebih progresif untuk kesejahteraan guru dan peningkatan fasilitas pembelajaran.
Harapan Guru dan Publik
Melalui momentum ini, para guru berharap pemerintah semakin mempercepat kebijakan strategis, terutama terkait peningkatan kompetensi, pemerataan kesejahteraan, dan penyelesaian masalah guru honorer.
Acara kemudian berlanjut dengan prosesi penghormatan kepada guru inspiratif dan penyerahan penghargaan bidang pendidikan.
Momen sorakan besar untuk Menkeu Purbaya menjadi simbol bahwa publik menaruh harapan tinggi terhadap dukungan anggaran pendidikan di masa depan.***
Editor : Vidya Sajar Fitri