RADAR TULUNGAGUNG - Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kesiapan pemerintah untuk menggelontorkan anggaran darurat di tengah bencana banjir bandang Aceh yang terus meluas.
Banjir besar yang melanda Pidie Jaya, Aceh Singkil, hingga Aceh Tenggara tersebut meninggalkan dampak serius mulai dari akses jalan terputus, kelangkaan BBM, rumah warga hanyut, hingga tewasnya seekor gajah Sumatera yang terseret arus deras.
Ribuan warga kini bertahan di pengungsian dengan fasilitas terbatas dan menanti percepatan bantuan.
Kerusakan infrastruktur yang parah membuat langkah penanganan semakin mendesak.
Situasi ini disoroti langsung oleh Purbaya Yudhi Sadewa, yang menyebut bahwa anggaran untuk membenahi jembatan penghubung dan jalur vital lain sudah disiapkan, namun perlu verifikasi kebutuhan di lapangan.
Di tengah meluasnya dampak banjir bandang Aceh, berbagai pihak kini bergerak cepat untuk mengatasi hambatan distribusi dan evakuasi.
Sementara itu, relawan dan petugas gabungan BPBD hingga kini masih menghadapi medan berat.
Sejumlah daerah terdampak banjir bandang Aceh belum dapat diakses kendaraan roda empat sehingga pendataan dan evakuasi dilakukan dengan berjalan kaki berjam-jam, terutama di wilayah yang masih terisolir oleh material lumpur dan batang kayu besar.
Gajah Sumatera Tewas Terbawa Arus Banjir
Salah satu kejadian paling menyita perhatian publik adalah ditemukannya bangkai seekor gajah jantan di Desa Menasah Lok, Kecamatan Meredu, Kabupaten Pidie Jaya.
Hewan dilindungi tersebut ditemukan warga pada Jumat pagi dalam kondisi mengenaskan, tersangkut di antara tumpukan kayu yang hanyut dari hulu sungai.
Warga menduga gajah tersebut terseret arus deras pada Kamis dini hari saat debit air meningkat drastis.
Lokasi temuan bangkai berada di wilayah terisolir sehingga petugas harus berjalan kaki selama dua jam melewati jalur hutan dan sisa aliran banjir.
BKSDA kini telah memasang garis polisi dan menunggu proses identifikasi lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kematian satwa dilindungi tersebut.
Kematian gajah Sumatera ini menambah daftar kerusakan ekologis akibat bencana.
Selain permukiman warga, habitat satwa liar pun terdampak parah akibat banjir bandang yang membawa material besar dari kawasan hutan.
Kelangkaan BBM Semakin Parah, Antrean Mengular hingga 1 Kilometer
Distribusi bahan bakar minyak juga terganggu parah akibat terputusnya jalur transportasi.
Di Kecamatan Singkil Utara, warga terlihat mengantre hingga satu kilometer untuk mendapatkan BBM.
Banyak warga rela menunggu berjam-jam hanya untuk memperoleh beberapa liter bensin.
Kelangkaan ini mendorong harga BBM eceran melonjak tajam. Beberapa warga mengaku terpaksa membeli bensin dengan harga mencapai Rp50.000 per liter.
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, yang jalur distribusinya tertutup longsor.
SPBU di wilayah tersebut bahkan terpaksa tutup karena stok habis, menambah panjang dampak bencana yang turut memengaruhi pasokan regional.
Puluhan Rumah Hanyut, Warga Mengungsi
Di wilayah Aceh Tenggara, puluhan rumah warga di Desa Benar Bepapah dan Desa Lawe Penanggalan hilang tersapu banjir bandang dalam hitungan menit.
Banyak warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga, bahkan pakaian dan dokumen penting.
Kini mereka mengungsi di gedung SD Negeri Lawe Penanggalan yang dijadikan posko darurat.
Pengungsi mengaku masih kekurangan selimut, makanan siap saji, air bersih, pakaian, dan layanan kesehatan darurat.
Akses menuju lokasi pengungsian yang terbatas membuat distribusi logistik berjalan lambat meski pemerintah daerah telah menyiapkan bantuan.
Pemerintah Siapkan Anggaran Darurat dalam Dua Pekan
Dalam pernyataannya, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa pemerintah siap menggelontorkan dana darurat untuk memperbaiki infrastruktur vital seperti jembatan penghubung menuju Padang dan jalur transportasi lainnya.
Ia menyebut bahwa data sedang dikompilasi dan anggaran diperkirakan dapat dicairkan dalam dua minggu ke depan.
Purbaya menegaskan bahwa koordinasi akan dilakukan bersama kementerian terkait, termasuk kemungkinan penggunaan APBN.
Fokus utama pemerintah adalah mengembalikan konektivitas daerah terdampak agar distribusi bantuan dan kebutuhan pokok dapat berjalan lebih cepat.
Imbauan Tetap Waspada Cuaca Ekstrem
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri hingga kini masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun material atau terjebak di titik banjir.
Pemerintah mengimbau masyarakat di daerah rawan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi beberapa hari mendatang.
Dengan kondisi pengungsi yang masih membutuhkan bantuan mendesak, percepatan koordinasi antara pusat dan daerah menjadi kunci utama untuk memastikan penanganan bencana berjalan efektif.***
Editor : Vidya Sajar Fitri