RADAR TULUNGAGUNG - Antam tidak hanya bergerak di tambang logam dasar seperti nikel dan bauksit tapi juga terkenal lewat logam mulia, terutama emas batangan.
Di semester pertama 2025, Antam melaporkan lonjakan laba bersih dan EBITDA yang sangat besar laba naik sekitar 240 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan punya fondasi keuangan solid dan kapasitas untuk memanfaatkan momentum komoditas global.
Baca Juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Kembali Melonjak, Segini Harga Buyback yang Diterapkan
Karena itu, banyak investor dan analis cukup optimis terhadap prospek Antam menuju 2026.
Faktor-Faktor yang Bisa Dorong Harga Antam di 2026
Beberapa faktor penting yang berpotensi membuat harga Antam baik harga emas batangan maupun saham naik:
Kenaikan harga emas global: Prediksi oleh beberapa analis dan institusi global menunjukkan harga emas bisa melanjutkan tren naik hingga 2026.
Nilai tukar Rupiah melemah terhadap Dolar AS: Karena harga emas dikonversi dari dollar, pelemahan rupiah akan meningkatkan harga dalam Rupiah ini bisa menaikkan harga emas domestik yang dijual oleh Antam.
Permintaan emas domestik dan global tinggi: Emas sering dianggap sebagai aset “safe haven” ketika ada ketidakpastian ekonomi atau geopolitik, dan hal itu meningkatkan permintaan.
Fundamental perusahaan yang kuat: Dengan kinerja keuangan dan diversifikasi (emas + nikel + logam lainnya), Antam berada di posisi baik untuk melanjutkan pertumbuhan.
Prediksi Harga: Emas & Saham Antam di 2026
Bergantung kondisi pasar, berikut beberapa skenario prediksi:
Instrumen / Skema Estimasi Harga 2026
Emas batangan Antam (per gram) Rp 2.65 – Rp 2.80 juta/gram berdasarkan proyeksi kenaikan harga emas global + kurs Rupiah.
Saham Antam Rata-rata target: sekitar Rp 3.740 per saham; kemungkinan maksimum Rp 4.500 per saham.
Semua angka di atas adalah prediksi berdasarkan kondisi saat ini dan asumsi tertentu. Harga sebenarnya bisa jauh berbeda tergantung perkembangan ekonomi, geopolitik, nilai tukar, dan komoditas global.
Baca Juga: Harga Emas Antam Anjlok ke Titik Terendah di Awal Pekan, Saatnya Beli atau Waspada?
Risiko dan Faktor yang Bisa Menahan Kenaikan
Meskipun banyak potensi positif, ada pula faktor yang bisa menghambat:
Jika harga emas dunia menurun (karena suku bunga tinggi global atau permintaan melemah), maka harga emas Antam bisa turun.
Selain itu saat Rupiah menguat terhadap Dolar, harga emas dalam Rupiah bisa tertekan meski harga global stabil.
Jika terjadi perubahan regulasi di dalam negeri (pajak, kebijakan ekspor-impor, dsb.), bisa mempengaruhi margin dan biaya Antam.
Pasar saham global dan domestik juga berfluktuasi membuat saham Antam bisa ikut terpengaruh, tidak hanya tergantung harga emas.
Antam tampak punya pondasi yang kuat untuk memanfaatkan momentum pasar emas dan komoditas secara umum.
Dengan skenario optimis, harga emas batangan bisa mencapai sekitar Rp 2,8 juta/gram dan saham Antam bisa menyentuh Rp 4.500 per lembar pada 2026.
Jika kamu mempertimbangkan untuk membeli emas atau saham Antam, baik sebagai tabungan jangka panjang atau investasi, penting untuk selalu memperhatikan pergerakan harga emas global, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar, situasi ekonomi dan geopolitik, serta tujuan dan jangka waktu investasi. ****
Editor : Dharaka R. Perdana