Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mitigasi Banjir, Langkah Nyata Mencegah Bencana Sebelum Terjadi di Musim Penghujan

Naufal Shafa Diya • Jumat, 5 Desember 2025 | 17:24 WIB

Langkah Nyata Mencegah Bencana Sebelum Terjadi
Langkah Nyata Mencegah Bencana Sebelum Terjadi

RADAR TULUNGAGUNG - Banjir adalah salah satu bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia saat musim penghujan tiba.

Namun, banyak dari dampak banjir sebenarnya dapat diminimalkan jika mitigasi dilakukan dengan benar.

Mitigasi banjir bukan hanya tugas pemerintah—masyarakat juga memiliki peran besar dalam mengurangi risiko.

Baca Juga: Liburan Minimalis Tulungagung Bermodal Rp50 Ribu Rupiah Sehari , Challenge Sehari Penuh yang Pernah Gringgingen

Apa Itu Mitigasi Banjir?

Mitigasi banjir adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko dan dampak banjir melalui pencegahan, perencanaan, serta tindakan sebelum dan saat bencana terjadi.

Tujuannya sederhana yakni mengurangi potensi kerusakan dan menyelamatkan lebih banyak nyawa.

Langkah-Langkah Mitigasi Banjir yang Efektif

1. Menjaga dan Memulihkan Daerah Resapan Air

Daerah resapan seperti hutan, tanah kosong, dan ruang hijau berfungsi menyerap air secara alami. Kerusakan area ini membuat air permukaan meningkat dan memperbesar potensi banjir.

Aksi nyata: Menanam pohon kembali, Mengurangi pembangunan di area rawan, Membuat taman kota dan ruang hijau baru

Baca Juga: Teknologi Masa Depan yang Akan Mengubah Cara Hidup Kita: Dari AI hingga Ruang Virtual

 2. Membersihkan dan Merawat Sistem Drainase

Drainase yang tersumbat sampah adalah penyebab banjir perkotaan yang paling umum. Yang bisa dilakukan masyarakat:

Rutin kerja bakti membersihkan selokan, Tidak membuang sampah sembarangan, Melapor jika ada saluran yang rusak atau meluap

3. Membuat Infrastruktur Pengendali Banjir

Mitigasi struktural biasanya dilakukan pemerintah, namun masyarakat bisa mendorong atau terlibat di dalamnya. Termasuk: Polder Kolam retensi. Tanggul sungai, Bendungan pengendali banjir

4. Bangunan Tahan Banjir

Adaptasi di wilayah rawan banjir sangat penting. Contohnya: Meninggikan fondasi rumah, Mendesain rumah panggung, Menggunakan material yang tahan air

5. Edukasi dan Kesiapsiagaan Masyarakat

Baca Juga: Trend Spotify Wrapped 2025, Fitur Musik untuk Melihat Recap Perjalanan Musik Kamu, Cek Bareng-bareng Yuk!

Yang perlu diketahui: Rute evakuasi, Titik kumpul aman, Cara mematikan listrik saat banjir, Perlengkapan yang harus disiapkan (dokumen penting, obat, pakaian, makanan instan)

Langkah Saat Banjir Terjadi: Tetap berada di tempat tinggi, Hindari aliran air yang deras, Pastikan listrik dan gas dimatikan, Dengarkan informasi resmi, Jangan memaksa melewati arus banjir

Pemerintah memang memiliki peran besar, tetapi perilaku masyarakat menentukan keberhasilan mitigasi.

Jika semua pihak bekerja bersama, mulai dari menjaga kebersihan, melestarikan ruang hijau, hingga meningkatkan kesiapsiagaan, risiko banjir bisa ditekan jauh lebih rendah. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#musim penghujan #banjir #mitigasi