RADAR TULUNGAGUNG - Setelah sempat jadi rumor, kini rekrutmen Badan Gizi Nasional (BGN) lewat jalur PPPK 2025 benar-benar resmi dibuka.
Lowongan ini menawarkan alokasi formasi paling masif tahun ini: total 32.000 posisi untuk memperkuat implementasi layanan gizi nasional.
Siapa Saja yang Bisa Daftar?
Pada jalur formasi khusus, BGN membuka kesempatan bagi pelamar berpendidikan minimal S1 atau D-IV dari semua jurusan.
Jalur ini memberi peluang besar bagi lulusan non-gizi yang ingin berkarir di bidang layanan publik.
Sementara itu, jalur formasi umum ditujukan untuk pelamar dengan latar bidang Gizi atau Akuntansi.
Formasi umum terdiri dari beberapa kategori: untuk S1/D-IV Gizi, S1/D-IV Akuntansi, dan posisi operasional dengan D-III Gizi atau Akuntansi.
Pendaftaran & Tahapan Seleksi
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi SSCASN.
Pelamar harus mengunggah berkas seperti KTP-el, ijazah & transkrip, surat lamaran, surat pernyataan, pas foto, dan dokumen lainnya sesuai persyaratan.
Dokumen wajib menunjukkan kondisi yang valid dan terbaca dengan jelas.
Kesalahan unggah atau berkas yang buram bisa menyebabkan kegagalan di tahap administrasi.
Setelah pendaftaran ditutup (10 Desember 2025), BGN akan melakukan seleksi administrasi.
Pelamar lolos administrasi kemudian mengikuti seleksi kompetensi berbasis CAT.
Penempatan & Komitmen Pelamar
BGN menekankan bahwa para pelamar harus bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.
Penempatan diatur sesuai alamat KTP untuk mendukung pemerataan kebutuhan tenaga gizi di berbagai daerah.
Selain itu, pelamar hanya boleh memilih satu lokasi ujian, mengisi biodata dengan cermat, dan mengikuti seluruh prosedur secara jujur. Penipuan data dapat menyebabkan diskualifikasi.
Peluang dan Tantangan
Kapasitas formasi sebanyak 32.000 tentu menjadi peluang besar bagi pencari kerja, baik lulusan jurusan gizi, akuntansi, maupun jurusan non-khusus.
Tapi tantangannya besar pula: persaingan akan ketat, karena animo publik tinggi menyusul ditiadakannya rekrutmen CPNS 2025.
Bagi mereka yang serius, penting untuk mempersiapkan dokumen dengan baik, memantau pengumuman resmi, dan memanfaatkan waktu pendaftaran secara optimal.***
Editor : Vidya Sajar Fitri