Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Prediksi Tren Penggunaan Moda Transportasi Nataru 2025/2026: Mobil Pribadi Masih Mendominasi, Moda Massal Wajib Tancap Gas

Dharaka R. Perdana • Senin, 8 Desember 2025 | 04:48 WIB

aat memilih mobil keluarga, kenyamanan suspensi menjadi salah satu pertimbangan utama bagi warga Tulungagung.
aat memilih mobil keluarga, kenyamanan suspensi menjadi salah satu pertimbangan utama bagi warga Tulungagung.

RADAR TULUNGAGUNG – Menjelang masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pola perjalanan masyarakat diprediksi kembali menunjukkan ciri khas yang sudah terlihat beberapa tahun terakhir, kendaraan pribadi masih menjadi raja jalanan.

Data yang dirilis Kementerian Perhubungan mengungkapkan bahwa dari 119,5 juta orang yang berpotensi melakukan perjalanan, lebih dari 42 persen memilih menggunakan mobil pribadi.

Tren ini diperkirakan makin menguat seiring perbaikan akses jalan nasional, penyambungan tol antarprovinsi, serta kebiasaan keluarga yang merasa lebih nyaman membawa kendaraan sendiri.

Baca Juga: Program Mudik Motor Gratis Libur Nataru 2025/2026 Dibuka, Simak Cara Pendaftaran Melalui Website atau Stasiun Terdekat

Mobil pribadi bukan hanya dianggap lebih fleksibel, tetapi juga memudahkan rombongan keluarga besar yang pulang kampung pada momen akhir tahun.

Kemudahan aplikasi navigasi, meningkatnya jumlah rest area, hingga ketersediaan SPBU di jalur alternatif ikut mendorong masyarakat memadati ruas jalan non-tol.

Tak terkecuali jalur pesisir selatan (Pansela) yang kini semakin diminati sebagai alternatif jalur ke Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Baca Juga: Libur Nataru Kali Ini Bakal Lebih Ramai, Kemenhub Memprediksi 119,5 Juta Orang Melakukan Perjalanan

Di bawah dominasi mobil pribadi, sepeda motor masih menjadi moda favorit bagi mereka yang melakukan perjalanan jarak menengah maupun antar-kabupaten. Angkanya mencapai 18,41 persen, atau sekitar 22 juta orang.

Di banyak daerah, termasuk Tulungagung dan sekitarnya, motor tetap dianggap efisien melewati jalur kampung hingga pegunungan yang tak terjangkau angkutan umum.

Kondisi ini mengindikasikan perlunya peningkatan layanan keselamatan, terutama pada rute rawan seperti jalur bendungan, perbukitan, dan kawasan wisata alam.

Baca Juga: Kemenhub Prediksi Puncak Arus Mudik Libur Nataru pada 24 Desember Mendatang, Pergerakan Mencapai 17,18 Juta Orang

Sementara itu, moda transportasi umum—baik bus, kereta api, hingga pesawat—meski persentasenya tidak sebesar kendaraan pribadi, diprediksi akan menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menghindari kemacetan ekstrem.

Bus (8,17 persen) dan mobil travel (6,39 persen) semakin diminati penumpang rute pendek-menengah yang membutuhkan jadwal fleksibel.

Di sisi lain, kereta api jarak jauh (3,29 persen) masih menjadi moda yang paling stabil dari tahun ke tahun, terutama bagi penumpang asal kota-kota satelit seperti Tulungagung, yang ingin perjalanan nyaman tanpa memikirkan macet.

Untuk rute-rute jauh, pesawat (3,57 persen) tetap memegang pasar tersendiri, meski harganya cenderung naik saat puncak libur Nataru.

Baca Juga: BMKG Ungkap Cuaca Terkini dan Bencana Hidromoteoroloi, Wajib Diwaspadai Saat Habiskan Libur Nataru Kali Ini

Moda laut dan penyeberangan juga tak bisa diabaikan. Kapal penyeberangan (3,14 persen) dan kapal laut (2,20 persen) diprediksi akan menjadi tulang punggung mobilitas antar pulau, terutama di lintasan Jawa–Sumatera dan Jawa–Bali.

Dengan meningkatnya mobil pribadi yang menyeberang, pengelola pelabuhan diperkirakan harus meningkatkan kapasitas dermaga dan frekuensi kapal. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#mobil pribadi #nataru #kendaraan pribadi