RADAR TULUNGAGUNG - Insiden kebakaran Terra Drone menyisakan kisah dramatis dari para korban yang berhasil dievakuasi setelah terjebak lebih dari satu jam di bagian atap gedung.
Proses penyelamatan berlangsung menegangkan karena para korban harus menuruni tangga darurat setinggi lebih dari 5 meter dalam kondisi asap tebal yang terus memenuhi ruangan.
Kesaksian salah satu korban memberikan gambaran nyata bagaimana situasi genting itu terjadi.
Menurut informasi awal yang diterima petugas, sumber kebakaran Terra Drone diduga berasal dari ledakan baterai di lantai satu gedung.
Dugaan ini juga diperkuat oleh pengakuan salah satu korban selamat yang ikut terjebak bersama sejumlah pekerja lainnya.
“Baterai meledak, Bang. Di lantai satu. Posisi kita waktu itu di lantai lima,” ujar korban tersebut saat ditemui setelah proses evakuasi.
Ia menceritakan bahwa asap mulai membumbung dari lantai bawah ketika mereka berusaha turun menggunakan jalur evakuasi.
Namun situasinya berubah cepat ketika asap menyelimuti hampir seluruh tangga darurat.
Korban Terpaksa Naik ke Atap untuk Mencari Udara Segar
Korban menjelaskan bahwa ia dan rekan-rekannya sudah bersiap mengevakuasi diri begitu mendengar suara ledakan.
Namun, begitu mencapai lantai dua, kondisi semakin genting karena kepulan asap menghambat jalur turun.
Mereka kemudian memutuskan kembali naik menuju atap demi mendapatkan udara bersih.
“Kita naik ke rooftop. Sekitar setengah jam kita di atas, tapi asap makin tebal. Cuma bisa bertahan sambil nunggu bantuan,” katanya.
Situasi di atap pun tak kalah menegangkan. Asap dari bawah perlahan naik, membuat para korban semakin sulit bernapas.
Mereka akhirnya mencoba menyelamatkan diri sendiri menggunakan tangga darurat yang ada di sisi bangunan.
Evakuasi Mandiri Berisiko Tinggi
Namun, upaya penyelamatan mandiri tidak berjalan mulus. Tangga darurat yang mereka gunakan tidak seluruhnya mencapai permukaan tanah.
Korban bercerita bahwa ia menjadi orang pertama yang mencoba turun.
“Gua turun pertama. Pas sampai bawah goyang, terus jatuh ke bagian atap bangunan bawah.” ujarnya.
Ia mengalami sejumlah luka seperti memar dan cedera ringan pada beberapa bagian tubuh, tetapi tetap mampu bergerak untuk mencari bantuan.
Walaupun tidak memberikan rincian yang terlalu detail mengenai luka-lukanya, korban memastikan bahwa kondisinya masih memungkinkan untuk berjalan.
Ia juga menyebut bahwa terdapat lebih dari sepuluh orang yang awalnya terjebak di lantai-lantai atas sebelum proses evakuasi dilakukan.
Lebih dari 10 Orang Terjebak, Proses Evakuasi Berjalan Bertahap
“Saya lihat baru satu yang berhasil selamat waktu itu. Sisanya belum tahu bagaimana,” ujarnya.
Ketika ditanya apakah masih ada delapan orang yang belum ditemukan, ia memperkirakan jumlahnya mungkin lebih banyak.
Petugas pemadam kebakaran yang telah berjibaku lebih dari satu jam akhirnya berhasil mengevakuasi sejumlah korban dari bagian atap.
Evakuasi dilakukan secara bertahap karena kondisi yang sangat berisiko. Jalur evakuasi yang terbatas, asap pekat, dan sumber kebakaran yang berada di lantai bawah membuat proses pemadaman dan penyelamatan membutuhkan waktu lebih lama.
Petugas Temukan 22 Kantong Jenazah
Hingga laporan ini diterima, petugas juga mengonfirmasi penemuan 22 kantong jenazah di lokasi kejadian.
Temuan ini menandakan bahwa dampak kebakaran Teradrone sangat serius dan menyebabkan korban jiwa dalam jumlah signifikan.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran. Dugaan awal mengarah pada ledakan baterai di lantai satu sebagai pemicu awal insiden.
Namun tim laboratorium forensik masih bekerja mengidentifikasi sumber api, pola penyebaran asap, serta memastikan ulang kronologi kejadian berdasarkan keterangan saksi dan rekaman CCTV.
Fokus Penyelamatan dan Identifikasi Korban
Sementara itu, proses identifikasi terhadap korban yang ditemukan di lokasi masih berlangsung di rumah sakit rujukan.
Pihak keluarga mulai berdatangan untuk mencari informasi terkait kerabat mereka yang bekerja di gedung tersebut.
Petugas menegaskan bahwa seluruh data korban akan diumumkan secara resmi setelah proses identifikasi selesai.
Insiden kebakaran Teradrone ini menjadi peringatan penting mengenai keselamatan gedung, pemeliharaan peralatan elektronik, serta kesiapsiagaan jalur evakuasi dalam keadaan darurat.
Investigasi lanjutan akan menentukan apakah terdapat unsur kelalaian atau kesalahan teknis dalam kejadian ini.***
Editor : Vidya Sajar Fitri