RADAR TULUNGAGUNG - Uji coba KRL Inka lintas Bogor–Jakarta Kota resmi berjalan pada Rabu, 17 Desember 2025.
Kereta Rel Listrik (KRL) buatan PT Industri Kereta Api (Inka) tersebut mulai melayani penumpang sejak pagi hingga malam hari di jalur Bogor–Depok–Jakarta Kota pulang pergi.
Pengoperasian ini menjadi hari kedua KRL Inka menjalani dinas penumpang secara penuh.
Pantauan dari Stasiun Universitas Indonesia (UI), Depok, menunjukkan KRL Inka lintas Bogor–Jakarta Kota dioperasikan menggunakan dua rangkaian atau trainset, yakni Trainset 1 dan Trainset 2.
Dalam pengoperasian hari ini, fokus pengujian dilakukan pada Trainset 2, mengingat Trainset 1 telah diuji pada hari sebelumnya.
Pengoperasian KRL Inka lintas Bogor–Jakarta Kota masih terbatas di jalur tersebut. Untuk lintas Cikarang dan Bekasi, KRL Inka belum dijadwalkan melayani penumpang dan masih menunggu penyesuaian operasional lanjutan dari KAI Commuter.
Jadwal dan Rute Operasional
Berdasarkan informasi di layar jadwal, KRL Inka mulai berdinas sejak pagi buta dan baru kembali masuk depo Depok sekitar pukul 22.00 WIB.
Kereta melayani perjalanan Bogor–Jakarta Kota dan sebaliknya dengan kecepatan maksimal mencapai 80 km/jam di lintas tersebut.
Baca Juga: Bayar Cukup Tempel Ponsel: Begini Cara Pakai QRIS Tap untuk Naik TransJakarta, MRT, KRL & LRT
Perjalanan uji coba dimulai dari Stasiun UI menuju Jakarta Kota. Selama perjalanan, kereta berhenti di sejumlah stasiun, seperti Universitas Pancasila, Pasar Minggu, Tebet, Manggarai, Cikini, Juanda, Sawah Besar, Mangga Besar, Jayakarta, hingga Stasiun Jakarta Kota sebagai tujuan akhir.
Fasilitas dan Kenyamanan KRL Inka
Dari sisi kenyamanan, KRL Inka lintas Bogor–Jakarta Kota dinilai cukup kompetitif. Suhu pendingin ruangan terpantau stabil di kisaran 22–24 derajat Celsius, memberikan kenyamanan bagi penumpang meski kondisi kereta cukup ramai karena beroperasi di hari kerja.
Kereta dilengkapi Passenger Information Display System (PIDS) yang menampilkan rute, posisi kereta, stasiun berikutnya, serta indikator pintu.
Meski demikian, ditemukan sedikit kendala teknis pada PIDS, di mana informasi stasiun sempat tidak sinkron dengan posisi kereta, seperti saat sudah memasuki Mangga Besar namun layar masih menampilkan Jayakarta.
Untuk fasilitas penumpang, KRL Inka menyediakan rak bagasi, hand grip untuk penumpang berdiri, serta tirai gulung pada jendela.
Bangku didesain memanjang dengan kombinasi warna merah dan biru, di mana warna biru menandai kursi prioritas.
Baca Juga: 612 Kereta Baru Besutan INKA Siap Operasi, KAI Perkuat Layanan Nataru
Ramah Difabel dan Kursi Roda
Di setiap ujung kereta tersedia area khusus difabel yang dilengkapi bangku lipat. Bangku ini dapat dilipat untuk memberi ruang bagi pengguna kursi roda, lengkap dengan pengaman khusus.
Selain itu, terdapat intercom darurat dan tuas pembuka pintu darurat yang hanya boleh digunakan dalam kondisi tertentu.
KRL Inka juga memiliki pintu pemisah antar kereta, berbeda dengan KRL CRRC yang menggunakan desain tanpa sekat.
Keberadaan pintu pemisah ini membuat area bordes terasa sedikit lebih sempit, namun tetap aman dan fungsional.
Performa Perjalanan
Dari sisi performa, akselerasi dan pengereman KRL Inka lintas Bogor–Jakarta Kota dinilai cukup mulus dan aman.
Meski demikian, jika dibandingkan dengan KRL CRRC, beberapa penumpang masih merasakan sedikit getaran saat pengereman.
Namun secara umum, perjalanan tetap terasa nyaman, termasuk saat kereta melaju dengan kecepatan tinggi.
Isu teknis terkait jarak atap peron di Stasiun Jakarta Kota yang sempat ramai diperbincangkan juga menjadi perhatian.
Dalam perjalanan kali ini, tidak ditemukan kendala serupa, dan diharapkan permasalahan tersebut telah ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
Harapan Penambahan Armada
Uji coba ini diharapkan menjadi langkah awal pengoperasian penuh KRL Inka lintas Bogor–Jakarta Kota. Dengan bertambahnya armada trainset berikutnya, kapasitas angkut penumpang di lintas padat Jabodetabek diharapkan semakin meningkat.
Masyarakat pun berharap KRL Inka dapat segera melayani lintas lain seperti Cikarang dan Bekasi, sehingga mobilitas warga semakin terbantu dan ketergantungan terhadap transportasi pribadi dapat ditekan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana