RADAR TULUNGAGUNG - Insiden KM Putri Sakinah tenggelam di perairan Taman Nasional Komodo kembali menyisakan duka mendalam.
Setelah tiga hari pencarian, jasad seorang warga negara asing (WNA) perempuan akhirnya ditemukan nelayan pada Senin pagi, 29 Desember 2025, di sekitar Pulau Serai, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Penemuan jasad korban kecelakaan KM Putri Sakinah tenggelam ini menjadi titik terang dalam tragedi kapal wisata yang menewaskan penumpang asal Spanyol.
Korban ditemukan dalam kondisi mengapung saat sejumlah nelayan setempat sedang melaut untuk mencari ikan. Nelayan kemudian mengamankan jasad tersebut sebelum melaporkannya kepada petugas.
Tim SAR gabungan yang menerima laporan langsung bergerak cepat menuju lokasi penemuan. Jasad korban selanjutnya dievakuasi menggunakan armada SAR dan dibawa menuju Pelabuhan Marina Labuhan Bajo.
Tangis keluarga pecah saat jenazah tiba di pelabuhan, menandai berakhirnya pencarian panjang pasca KM Putri Sakinah tenggelam di Selat Padar.
Koordinator Tim SAR gabungan menjelaskan, informasi awal mengenai penemuan jasad diterima dari masyarakat sekitar Pulau Serai.
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan unsur terkait langsung menindaklanjuti laporan tersebut.
“Setelah menerima laporan dari nelayan, tim langsung menuju lokasi dan mengevakuasi jenazah ke armada SAR yang tersedia, lalu dibawa ke Pelabuhan Marina Labuhan Bajo,” ujar salah satu petugas SAR di lokasi.
Jasad korban ditemukan berjenis kelamin perempuan dan langsung dimasukkan ke dalam kantong jenazah untuk proses evakuasi lanjutan.
Dari ciri-ciri awal, korban diduga merupakan salah satu penumpang kapal wisata yang sebelumnya dinyatakan hilang.
Dugaan kuat menyebutkan jasad tersebut adalah putri dari pelatih sepak bola klub Valencia FC asal Spanyol.
Dugaan ini menguat setelah salah satu korban selamat mengenali korban dan menyebut nama putrinya saat melihat jenazah dievakuasi oleh petugas.
Seperti diketahui, kapal wisata KM Putri Sakinah tenggelam saat mengangkut enam penumpang sekeluarga asal Spanyol.
Keluarga tersebut tengah berwisata di kawasan Taman Nasional Komodo sebelum kapal mengalami kecelakaan laut.
Pasca penemuan, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Merombok untuk menjalani proses identifikasi resmi oleh tim forensik.
Baca Juga: Gegara Cuaca Buruk Nelayan Pantai Klathak Tulungagung Urung Melaut
Proses ini dilakukan untuk memastikan identitas korban sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Peristiwa KM Putri Sakinah tenggelam terjadi pada Jumat malam, 26 Desember 2025, di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuhan Bajo.
Kapal wisata tersebut dilaporkan mengalami kecelakaan saat berlayar di tengah kondisi perairan yang kurang bersahabat.
Kapal yang membawa satu keluarga wisatawan asal Spanyol itu akhirnya tenggelam, menyebabkan sejumlah penumpang terlempar ke laut. Tim SAR gabungan segera melakukan operasi pencarian dan penyelamatan sejak malam kejadian.
Baca Juga: Mangrove Bantu Nelayan Jaga Ekonomi Pesisir Saat Cuaca Ekstrem
Sebagian penumpang berhasil diselamatkan, namun satu korban perempuan dinyatakan hilang hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh nelayan setempat.
Pihak berwenang menegaskan, proses identifikasi akan dilakukan sesuai prosedur internasional mengingat korban merupakan warga negara asing. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak kedutaan besar Spanyol serta keluarga korban.
Tragedi KM Putri Sakinah tenggelam ini kembali menjadi perhatian publik dan menyoroti pentingnya aspek keselamatan kapal wisata di kawasan destinasi unggulan nasional seperti Labuhan Bajo.
Hingga kini, aparat masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kecelakaan kapal tersebut. Pemerintah daerah bersama instansi terkait berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh demi mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. ****
Editor : Dharaka R. Perdana