Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

21 Juta Masyarakat Gunakan Angkutan Umum saat Libur Nataru Lalu, Menhub Dudy: Naik 12,48 Persen

Dharaka R. Perdana • Senin, 5 Januari 2026 | 23:28 WIB

Daop 7 Madiun menambah satu rangkaian kereta api jarak jauh pada libur Nataru ini.
Daop 7 Madiun menambah satu rangkaian kereta api jarak jauh pada libur Nataru ini.

RADAR TULUNGAGUNG - Minat penggunaan kendaraan umum selama periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) terhitung meningkat.

Secara keseluruhan pengguna angkutan umum mencapai 21.461.491 penumpang atau naik 12,48% dari periode sebelumnya yaitu 19.079.881 penumpang.

“Hal ini tentunya menunjukkan pelaksanaan angkutan Nataru tahun ini telah berjalan dengan baik sesuai dengan kebijakan dan rencana operasi yang telah disusun,” ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat menutup Posko Pusat Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (5/1).

Baca Juga: Libur Nataru Membawa Berkah bagi Tukang Permak Celana di Jalan Adisucipto Tulungagung, Kantongi Penghasilan Lumayan

Adapun secara rinci jumlah penumpang angkutan umum selama Nataru 2025/2026 yakni Angkutan Udara sebesar 4.768.675 penumpang, naik 0,73% dari sebelumnya 4.734.198 penumpang.

Angkutan Laut sebesar 2.254.733 penumpang naik 43,42% dari sebelumnya 1.572.099 penumpang. Angkutan Perkeretaapian sebesar 7.573.881 penumpang, naik 12,92% dari sebelumnya 6.707.053 penumpang.

Angkutan Penyeberangan sebesar 3.725.343 penumpang, naik 35,05% dari sebelumnya 2.758.565 penumpang. Angkutan Jalan tahun 2025/2026 tercatat 3.138.859 penumpang, tahun sebelumnya 3.307.966 penumpang.

Baca Juga: Pantai Kondang Merak di Malang Selatan Cocok untuk Habiskan Libur Nataru, Perjalanan Panjang Terbayar Keindahan Panoramanya

Kenaikan juga tercatat pada kendaraan keluar masuk Jakarta melalui jalan tol sebesar 3,39%.

Adapun kendaraan yang keluar masuk Jabodetabek melalui arteri mengalami peningkatan sejumlah 17,3%

“Pada tahun 2025/2026 waktu tempuh rata-rata pada ruas tol Cawang - Banyumanik secara kumulatif dapat ditempuh selama 5 jam 4 menit atau turun 5,24% dibanding tahun sebelumnya. Adapun untuk arus sebaliknya waktu tempuh turun 10,1%,” kata Menhub Dudy.

Baca Juga: AWAS, Beberapa Titik Aspal JLS Tulungagung - Trenggalek Masih Rusak, Warga Khawatir Membahayakan Pengguna Jalan Jelang Libur Nataru

Kemudian, arus kendaraan yang keluar wilayah Jabodetabek melalui jalan tol didominasi menuju sejumlah daerah, seperti Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Pulau Sumatra, serta beberapa wilayah di Jawa Barat, yakni Puncak dan Sukabumi.

Selama masa Posko berlangsung, terdapat 1.549 (Seribu Lima Ratus Empat Puluh Sembilan) titik pemantauan data pada simpul dan jaringan seluruh moda dengan rincian sebagai berikut:

a. Terminal 222 titik pemantauan data

b. Pelabuhan Penyeberangan 248 titik pemantauan data

c. Pelabuhan Laut 264 titik pemantauan data

d. Bandar Udara 257 titik pemantauan data

e. Stasiun Kereta Api 471 titik pemantauan data

f. Gerbang Tol 43 titik pemantauan data

g. Jalan Arteri 44 titik pemantauan data.

Editor : Dharaka R. Perdana
#angkutan umum #meningkat #nataru