RADAR TULUNGAGUNG- Minibus tertabrak Commuter Line terjadi di perlintasan rel kereta api Jalan Budi Mulia Utara 2, Pademangan, Jakarta Utara.
Insiden ini terekam jelas kamera CCTV dan sempat menghebohkan warga sekitar karena terjadi di jalur yang tidak dilengkapi palang pintu perlintasan.
Dalam rekaman tersebut, terlihat sebuah minibus yang digunakan sebagai taksi online nekat melintas rel kereta sebelum akhirnya dihantam kereta Commuter Line yang melaju kencang.
Peristiwa minibus tertabrak Commuter Line ini terjadi pada siang hari saat lalu lintas di sekitar lokasi cukup ramai.
Minibus tampak melaju perlahan melintasi rel, namun dari arah berlawanan Commuter Line sudah berada sangat dekat.
Tabrakan pun tak terhindarkan. Benturan keras membuat bagian depan mobil ringsek parah dan kendaraan sempat terseret beberapa meter dari titik awal benturan.
Akibat kejadian minibus tertabrak Commuter Line tersebut, laju kereta sempat terhenti.
Petugas segera melakukan pengecekan untuk memastikan tidak ada gangguan serius pada rangkaian kereta.
Penumpang di dalam Commuter Line terlihat turun sementara dan menunggu proses evakuasi selesai sebelum perjalanan kembali dilanjutkan.
Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, minibus berwarna gelap itu melintas perlintasan rel tanpa palang pengaman.
Tidak tampak adanya petugas penjaga rel di lokasi kejadian. Mobil yang diketahui beroperasi sebagai taksi online tersebut melaju tanpa berhenti atau memastikan kondisi jalur aman.
Dalam hitungan detik, Commuter Line datang dari arah kanan layar dan langsung menghantam bagian depan minibus.
Benturan itu membuat mobil berputar dan mengalami kerusakan berat di bagian kap mesin, bumper, serta kaca depan. Beruntung, badan mobil tidak sampai terbelah atau terguling.
Di dalam minibus tersebut terdapat sopir dan empat penumpang. Dua di antaranya diketahui merupakan anak-anak.
Meski kendaraan rusak parah, seluruh penumpang dinyatakan selamat. Namun, beberapa penumpang mengalami syok dan trauma akibat benturan keras yang terjadi secara tiba-tiba.
Petugas medis yang datang ke lokasi langsung memberikan pertolongan pertama.
Para penumpang kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pademangan, Jakarta Utara, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kecelakaan ini kembali menyoroti persoalan perlintasan rel tanpa palang di wilayah perkotaan.
Warga sekitar mengakui bahwa perlintasan di Jalan Budi Mulia Utara 2 memang rawan kecelakaan karena tidak dilengkapi sistem pengaman otomatis maupun penjaga rel.
Sejumlah warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera melakukan evaluasi.
Pemasangan palang pintu, rambu peringatan tambahan, serta peningkatan sosialisasi keselamatan dinilai mendesak untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Pasca kejadian, aparat kepolisian dan petugas perkeretaapian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Pengemudi kendaraan diimbau untuk selalu berhenti, melihat, dan mendengar sebelum melintasi rel kereta, terutama diperlintasan tanpa palang.
Pihak berwenang juga mengingatkan bahwa kereta api memiliki prioritas utama di jalur rel.
Kelalaian pengendara di perlintasan sebidang kerap menjadi penyebab utama kecelakaan yang berujung fatal.
Insiden minibus tertabrak Commuter Line ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pengguna jalan agar lebih waspada dan disiplin berlalu lintas, khususnya saat melintasi perlintasan rel kereta api tanpa pengaman.***
Editor : Vidya Sajar Fitri