JAKARTA – Banjir Jakarta Utara kembali melumpuhkan aktivitas warga pada Senin pagi. Genangan air dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter merendam sejumlah ruas jalan utama, membuat kendaraan roda dua mogok dan arus lalu lintas terputus total, khususnya di jalur Gading menuju Pancoran.
Pantauan di lapangan menunjukkan air banjir sudah sejajar dengan badan jalan di kawasan sekitar CGC Band Kalibaru hingga Jalan Raya Raden Ratadinata. Kondisi ini membuat banyak pengendara terpaksa memutar balik karena tidak sanggup menerobos genangan yang semakin dalam.
“Motor sudah tidak kuat, ini sampai setengah ban, bahkan ada yang sampai mesin,” ujar seorang warga yang berada di lokasi banjir.
Banjir Jakarta Utara kali ini dilaporkan mulai terjadi sejak dini hari. Warga menyebut hujan turun sejak waktu subuh dan belum berhenti hingga pagi hari, menyebabkan debit air meningkat dengan cepat.
Akses Jalan Terputus, Warga Terpaksa Putar Balik
Sejumlah pengendara motor tampak berhenti di tepi jalan, kebingungan mencari jalur alternatif. Beberapa di antaranya bahkan memilih kembali ke rumah karena jalan yang hendak dilalui benar-benar tidak bisa dilewati.
“Tadi saya dari sana, Pak, sudah enggak bisa. Airnya dalam banget. Akhirnya saya balik lagi, jalannya terputus,” kata seorang warga lainnya.
Ketinggian air di beberapa titik disebut bervariasi antara 30 hingga 50 sentimeter. Namun di titik terendah jalan, genangan air mencapai level knalpot kendaraan roda dua, sehingga risiko mesin mati sangat tinggi.
Motor Mogok dan Warga Terhambat Berangkat Kerja
Dampak banjir Jakarta Utara sangat dirasakan oleh para pekerja. Banyak warga yang berniat berangkat kerja terpaksa tertunda, bahkan gagal masuk kerja akibat kondisi jalan yang tidak memungkinkan dilalui.
Salah satu pengendara motor bernama Lukman mengaku motornya mogok saat nekat menerobos banjir. Ia berangkat dari kawasan Gading menuju Pancoran untuk bekerja, namun harus berhenti di tengah jalan.
“Ini mau kerja, Bang, tapi airnya lumayan. Sekitar 50 sentimeter. Motor akhirnya mogok,” ujarnya.
Lukman yang merupakan warga Jakarta Utara itu mengatakan hujan sudah turun sejak subuh. Menurutnya, kondisi ini bukan kali pertama terjadi dan hampir setiap musim hujan kawasan tersebut selalu dilanda banjir.
Genangan Sejajar Jalan Raya, Lalu Lintas Lumpuh
Kondisi banjir membuat genangan air tampak sejajar dengan permukaan jalan raya. Arus lalu lintas dari arah Gading menuju Pancoran praktis lumpuh total. Kendaraan roda empat pun enggan melintas karena khawatir mesin mati di tengah genangan.
Beberapa warga tampak membantu pengendara yang motornya mogok dengan mendorong ke tempat yang lebih aman. Namun, keterbatasan akses membuat upaya tersebut tidak maksimal.
Baca Juga: Keren! Julius Perdana Bikin Kapal Induk USS Nimitz Versi RC yang Bisa Terbangkan Pesawat
Situasi ini memperlihatkan betapa banjir Jakarta Utara masih menjadi persoalan serius, terutama di jalur penghubung antarkawasan yang menjadi urat nadi aktivitas warga.
Warga Harap Penanganan Banjir Lebih Serius
Saat ditanya harapannya kepada pemerintah, warga menyampaikan keinginan agar penanganan banjir dilakukan lebih serius dan berkelanjutan, bukan sekadar solusi sementara.
“Harapannya sih lebih baik lagi ke depannya, Bang. Masalah banjir ini sering banget, apalagi kalau hujan dari subuh,” kata seorang warga.
Warga juga berharap adanya perbaikan sistem drainase dan pengelolaan air hujan agar genangan tidak cepat meluas ke jalan utama. Mereka menilai banjir yang terus berulang berdampak langsung pada ekonomi dan produktivitas masyarakat.
Imbauan untuk Pengendara
Dengan kondisi banjir Jakarta Utara yang masih menggenangi sejumlah ruas jalan, warga diimbau untuk lebih berhati-hati saat berkendara. Pengendara motor disarankan menghindari jalur yang tergenang dalam guna mencegah kerusakan kendaraan dan risiko keselamatan.
Hingga berita ini diturunkan, genangan air masih terlihat di sejumlah titik dan belum ada kepastian kapan banjir akan surut sepenuhnya.
Editor : Natasha Eka Safrina