Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Bongkar Tuntas Tes Psikologi Polri 2025: Contoh Soal Hitung Cepat, Logika Gambar, Denah hingga Pola Bilangan, Calon Bintara Wajib Baca!

Ingge Nayla Ayu Karina • Jumat, 16 Januari 2026 | 13:50 WIB
Pejuang Bintara, Tamtama, Akpol wajib baca! Ini dia gambaran nyata tes psikologi Polri 2025 lengkap dengan contoh soal dan pembahasannya. Persiapan matang = peluang lolos lebih besar!
Pejuang Bintara, Tamtama, Akpol wajib baca! Ini dia gambaran nyata tes psikologi Polri 2025 lengkap dengan contoh soal dan pembahasannya. Persiapan matang = peluang lolos lebih besar!

 

JAKARTA - Persaingan masuk Kepolisian Republik Indonesia semakin ketat. Salah satu tahapan yang kerap menjadi penentu adalah tes psikologi Polri 2025. Melalui kanal YouTube IB School, sejumlah contoh soal psikotes Polri 2025 dibedah secara detail, mulai dari hitung cepat, logika gambar, denah, hingga pola bilangan. Materi ini menjadi bekal penting bagi calon Bintara, Tamtama, hingga Akpol.

 

Dalam video tersebut, pemateri menjelaskan bahwa tes psikologi Polri 2025 menuntut kecepatan, ketelitian, dan pemahaman konsep dasar. Banyak peserta gagal bukan karena tidak bisa, tetapi karena salah strategi dan kurang latihan. Oleh karena itu, latihan intensif sejak dini sangat dianjurkan.

 

Jenis soal pertama yang dibahas adalah hitung cepat dalam bentuk akar dan persen. Peserta diminta menyederhanakan operasi campuran yang melibatkan pecahan, persen, dan akar. Kunci utamanya adalah mengubah persen menjadi pecahan, menyederhanakan pembilang dan penyebut, lalu mengeluarkan faktor kuadrat dari dalam akar. Dari contoh soal, hasil akhirnya diperoleh 2√5, yang menunjukkan pentingnya pemahaman dasar matematika dalam psikotes Polri.

 

Soal Rata-Rata dan Perbandingan, Sering Menjebak Peserta

Selanjutnya dibahas soal rata-rata gabungan, seperti upah pekerja. Strategi cepat yang digunakan adalah menghitung total upah sebelum dan sesudah penambahan pekerja, lalu mencari selisihnya. Dari contoh, tambahan pekerja diketahui menerima upah Rp15.000 per hari. Metode ini jauh lebih cepat dibandingkan rumus panjang.

 

Baca Juga: Kabar Gembira! Bansos PKH–BPNT Masih Cair Januari 2026, Bantuan Beras & Minyak Resmi Diperpanjang

 

Untuk soal perbandingan terbalik, seperti jumlah pekerja dan waktu, pemateri menekankan pentingnya mengenali pola. Jika waktu dipercepat, jumlah pekerja pasti bertambah. Kesalahan umum peserta adalah lupa bahwa yang ditanya adalah tambahan orang, bukan total keseluruhan.

 

Logika Gambar: Susunan dan Analisis Visual

Dalam tes psikologi Polri 2025, soal susunan gambar hampir selalu muncul. Peserta diminta menyusun potongan gambar agar menjadi objek utuh. Pada contoh, gambar yang harus disusun adalah orang berkuda. Kuncinya adalah mengenali bagian kepala, leher, badan, hingga ekor secara runtut. Dari lima opsi, jawaban benar diperoleh dari urutan 2-1-3-5-4.

 

Soal ini menguji ketelitian visual dan kemampuan berpikir runtut. Banyak peserta terkecoh karena terburu-buru tanpa melihat keterkaitan antar potongan gambar.

 

Soal Denah dan Arah Mata Angin

Materi berikutnya adalah soal denah, yang menguji kemampuan membaca arah mata angin. Peserta harus mengikuti petunjuk arah dari satu titik ke titik lain, lalu menentukan bangunan apa yang ditemui. Dalam contoh, setelah mengikuti rute dari SMK Taruna ke barat, selatan, barat, lalu tenggara, bangunan yang ditemui adalah Stadion Mandala.

 

Pemahaman arah utara, selatan, timur, barat, hingga arah diagonal seperti tenggara dan barat laut menjadi kunci sukses menjawab soal jenis ini.

 

Pola Bilangan dan Operasi Pecahan Beruntun

Salah satu soal yang dianggap sulit adalah pola bilangan dalam bentuk perkalian pecahan beruntun. Peserta harus jeli melihat bahwa pembilang dan penyebut saling menghapus. Dengan memahami pola, peserta bisa langsung mengambil pembilang pertama dan penyebut terakhir. Dari contoh, hasil akhirnya adalah 1/354. Soal ini menguji logika matematika tingkat lanjut dalam psikotes Polri.

 

Soal FPB: Pembagian Buku dan Pensil

Soal terakhir membahas FPB (Faktor Persekutuan Terbesar). Dari 40 buku dan 30 pensil, dicari jumlah anak terbanyak agar pembagian sama rata. Dengan memfaktorkan 40 dan 30, diperoleh FPB 10. Artinya, maksimal 10 anak bisa menerima pembagian yang sama.

 

Pemateri menegaskan bahwa tipe soal ini sering muncul dan mudah jika konsep dasarnya dikuasai.

 

Pentingnya Latihan dan Try Out

IB School juga menyediakan try out online untuk psikotes dan akademik, termasuk persiapan khusus Brimob. Dengan biaya terjangkau, peserta bisa mengakses video eksklusif dan latihan soal. Latihan rutin akan meningkatkan kecepatan, akurasi, dan kepercayaan diri menghadapi tes psikologi Polri 2025.

 

Baca Juga: Cara Cek Saldo JHT di Aplikasi JMO 2026, Begini Langkah Mudahnya Lewat HP Tanpa ke Kantor BPJS

 

Dengan memahami pola soal dan sering berlatih, peluang lolos seleksi Polri 2025 akan semakin besar. Jangan menunggu mendekati pendaftaran, karena psikotes bukan sekadar hafalan, melainkan soal pembiasaan.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#Soal Tes Polri #psikotes polisi #rekrutmen polri 2026 #latihan psikotes polri #Tes Psikologi Polisi