JAKARTA - Tes Penalaran Numerik Polri 2025-2026 menjadi salah satu momok bagi calon peserta seleksi. Materi yang luas, waktu yang terbatas, serta tingkat kesulitan yang variatif membuat banyak peserta gugur di tahap ini. Melalui channel YouTube IB School, pembahasan mendalam mengenai Tes Penalaran Numerik Polri 2025-2026 kembali disajikan, mulai dari bangun datar, eksponensial, trigonometri, logaritma, hingga deret geometri.
Dalam video terbarunya, IB School membuka sesi latihan dengan soal mencari luas maksimum bangun datar berbentuk persegi panjang. Peserta diajak memahami konsep turunan fungsi dengan memanfaatkan rumus -b/2a untuk mencari nilai x yang menghasilkan luas terbesar. Dari perhitungan, luas maksimum yang diperoleh adalah 25 satuan. Materi ini penting karena kerap muncul dalam Tes Penalaran Numerik Polri 2025-2026, terutama pada soal-soal optimasi.
Eksponensial dan Trik Substitusi Cepat
Materi berikutnya membahas soal eksponensial dengan contoh 8^m = 27. Melalui pengubahan bentuk 8 menjadi 2^3 dan 27 menjadi 3^3, peserta diarahkan untuk menyamakan basis sehingga diperoleh nilai 2^m = 3. Dari sini, soal lanjutan seperti 2^(m+2) + 4^m dapat diselesaikan dengan cepat. Hasil akhirnya adalah 21. Teknik ini dinilai sangat efektif untuk menghemat waktu saat mengerjakan Tes Penalaran Numerik Polri 2025-2026.
Baca Juga: Alhamdulillah! Bansos Rp600.000 hingga PIP dan Beras Mulai Cair Januari 2026, Ini Daftar Lengkapnya
Trigonometri: Hafalan Rumus Jadi Kunci
Soal trigonometri juga tidak luput dibahas. Contoh cos 35° cos 15° – sin 35° sin 15° langsung diubah menggunakan rumus cos (A+B). Dengan menjumlahkan sudut, diperoleh cos 50° yang kemudian dikonversi menjadi sin 40°. Cara cepat ini sangat membantu peserta yang sering terkecoh oleh bentuk soal yang tampak rumit.
Logaritma dan Persamaan Kuadrat
Pada sesi logaritma, IB School menekankan pentingnya memahami sifat-sifat logaritma. Bentuk (log a – log b) / (log a + log b) diuraikan dengan pendekatan persamaan kuadrat hingga akhirnya disederhanakan menjadi log (a/b). Pemahaman konsep dasar ini membuat peserta tidak mudah panik ketika bertemu soal serupa di Tes Penalaran Numerik Polri 2025-2026.
Pythagoras dan Rasionalisasi Akar
Untuk soal geometri, contoh segitiga siku-siku dengan keliling 8 cm dibahas tuntas. Dengan memisalkan sisi AB dan AC sebagai a, lalu menggunakan rumus Pythagoras, diperoleh sisi miring a√2. Selanjutnya, keliling segitiga disusun menjadi 2a + a√2 = 8. Dari sini, dilakukan rasionalisasi akar hingga didapatkan hasil akhir 8 – 4√2. Teknik ini kerap muncul dalam soal hitung cepat Polri.
Deret Geometri: Populasi Menurun Setengah
Soal cerita tentang populasi hewan yang berkurang setengah setiap 10 tahun juga menjadi pembahasan menarik. Jika pada tahun 2000 populasinya 1 juta, maka pada 1960 jumlahnya sekitar 16 juta. IB School menjelaskan dua metode: cara manual dengan penggandaan, serta cara rumus deret geometri menggunakan a · r^(n-1) = Un. Pemahaman konsep deret ini sangat penting dalam Tes Penalaran Numerik Polri 2025-2026.
Kombinatorika: Banyak Cara Membentuk Angka
Materi terakhir membahas soal banyak cara dari angka 3, 5, 6, 7, dan 9 untuk membentuk bilangan tiga angka berbeda yang kurang dari 400. Karena syarat kurang dari 400, digit pertama harus 3. Sisa digit diatur dengan metode perkalian sehingga diperoleh 12 kemungkinan. Metode ini jauh lebih aman dibandingkan cara manual yang rawan terlewat.
IB School juga mengingatkan bahwa member YouTube dapat mengakses try out bulanan lengkap, baik psikotes maupun akademik. Bahkan, peserta yang akan mengikuti tes Brimob (BRIMOP) mendapat bonus try out khusus. Dengan biaya Rp19.000, peserta sudah mendapatkan akses materi eksklusif sebagai persiapan menghadapi Tes Penalaran Numerik Polri 2025-2026.
Baca Juga: Kabar Gembira! Bansos PKH–BPNT Masih Cair Januari 2026, Bantuan Beras & Minyak Resmi Diperpanjang
Dengan latihan rutin dan pemahaman konsep seperti yang diajarkan IB School, peluang lolos seleksi Polri tentu semakin terbuka. Kunci utamanya adalah konsistensi belajar, memahami pola soal, serta menguasai rumus-rumus dasar yang sering keluar.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina