Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Contoh Nyata Soal TWK SKD CPNS: Dari Nasionalisme hingga Integritas, Bukan Sekadar Hafalan

Dara Shauqy Hadiwijaya • Minggu, 18 Januari 2026 | 13:30 WIB

Persiapan menghadapi SKD CPNS berbasis nalar dan integritas.
Persiapan menghadapi SKD CPNS berbasis nalar dan integritas.

JAKARTA - Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS semakin menuntut kemampuan bernalar, bukan sekadar menghafal pasal atau definisi. Hal ini terlihat jelas dari contoh-contoh soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang beredar berdasarkan field report (FR) peserta SKD 2024, yang dipaparkan kembali oleh kreator pendidikan Viacun di kanal edukasinya.

Pola soal terbaru menunjukkan bahwa peserta tidak hanya diuji pemahamannya terhadap Pancasila dan UUD 1945, tetapi juga diminta mengaitkan nilai kebangsaan dengan praktik kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Model ini sejalan dengan arah seleksi CASN yang mengedepankan penalaran tingkat tinggi atau HOTS.

Bukan Hafalan, tapi Penalaran Kontekstual

Dalam salah satu contoh soal, peserta diminta memilih wujud nasionalisme yang paling tepat. Seluruh opsi jawaban bersifat positif, mulai dari menjaga hubungan harmonis di sekolah hingga menghormati simbol negara. Namun jawaban terbaik adalah yang paling relevan dengan identitas nasional, yakni menghormati simbol negara dan menjaga persatuan di tengah masyarakat majemuk.

Pola ini menunjukkan bahwa TWK modern menuntut peserta menimbang cakupan makna, bukan sekadar memilih jawaban “baik”. Kesalahan umum peserta adalah memilih opsi yang terasa benar secara moral, tetapi tidak paling sesuai dengan konteks kebangsaan.

Sejarah Pahlawan Dikaitkan dengan Masa Kini

Soal TWK juga kerap mengaitkan figur sejarah dengan tantangan kekinian. Misalnya, semangat Ki Hajar Dewantara dihubungkan dengan pendidikan inklusif saat ini. Jawaban yang paling tepat bukan sekadar “semangat belajar”, melainkan mendukung pendidikan terbuka bagi semua lapisan masyarakat.

Pendekatan ini menegaskan bahwa nilai kebangsaan tidak berhenti di buku sejarah, tetapi harus tercermin dalam kebijakan dan praktik pendidikan modern.

 

Baca Juga: CPNS 2026 Disiapkan Pemerintah, Fokus Formasi Strategis tapi PAN-RB Tegaskan Belum Ada Pendaftaran

 

Implementasi Pasal UUD 1945 dalam Realitas

Beberapa soal meminta peserta menafsirkan implementasi pasal UUD 1945. Pada Pasal 27 ayat (2), misalnya, pilihan terbaik bukan sekadar membuka lapangan kerja, tetapi menjamin upah yang adil dan layak bagi pekerja. Hal ini menunjukkan bahwa TWK menguji pemahaman substansi keadilan sosial, bukan formalitas hukum.

Sementara itu, pada Pasal 29 ayat (1) tentang Ketuhanan Yang Maha Esa, peserta diarahkan memahami bahwa ketiadaannya berpotensi menggerus identitas bangsa sebagai negara yang menghargai keberagaman agama dan kepercayaan.

Integritas dalam Narasi Pahlawan

Soal integritas juga dikemas melalui cerita perjuangan tokoh. Dalam kisah Cut Nyak Dien, misalnya, keberanian memang tampak menonjol, tetapi nilai integritas yang paling kuat adalah tanggung jawab terhadap rakyat dan tanah air.

Hal serupa muncul dalam kisah Ki Hajar Dewantara. Meski keberanian dan kesederhanaan terlihat jelas, sikap utama yang mencerminkan integritasnya adalah kepedulian terhadap pendidikan generasi muda.

 

Baca Juga: CPNS 2026 Kapan Dibuka? Pemerintah Buka Peluang, Fresh Graduate Jadi Prioritas Rekrutmen

 

Implikasi bagi Peserta SKD CPNS 2026

Dengan tren soal seperti ini, calon peserta SKD CPNS perlu:

Model soal TWK bukan lagi perang hafalan, tetapi arena penalaran nilai kebangsaan dalam konteks nyata. Siapa yang mampu berpikir kritis dan kontekstual, peluang lolos SKD akan jauh lebih besar.

Editor : Dara Shauqy Hadiwijaya
#cpns #CPNS2026 #nasional