JAKARTA - Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS semakin menekankan pemahaman mendalam dibanding hafalan semata. Hal ini terlihat dari lima soal TWK yang sempat viral di media sosial dan dibedah oleh pengajar kebangsaan Dedi Razali di kanal pendidikannya. Kelima soal tersebut mencerminkan tren seleksi CASN modern: berbasis Pancasila, UUD 1945, bela negara, dan integritas.
Sila Keempat Pancasila dan Hak Asasi Manusia
Soal pertama mengaitkan sila keempat Pancasila dengan implementasi HAM dalam pengambilan keputusan publik. Peserta diuji memahami bahwa keputusan negara tidak cukup diambil dengan suara terbanyak, tetapi harus berlandaskan musyawarah mufakat, rasionalitas, etika, serta kajian sosiologis, politis, dan hukum. Jawaban paling tepat adalah bahwa setiap kebijakan harus lahir dari kajian mendalam terhadap kondisi masyarakat, bukan sekadar menuruti keinginan mayoritas atau menyerahkan segalanya kepada DPR.
Pasal 18 UUD 1945 dan Otonomi Daerah
Soal kedua menyoroti hubungan pusat–daerah dalam bingkai NKRI. Berdasarkan Pasal 18 UUD 1945, pemerintah daerah mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Namun ada enam urusan absolut yang tetap menjadi kewenangan pusat: politik luar negeri, pertahanan, keamanan, peradilan, moneter-fiskal, dan agama. Pemahaman ini penting karena banyak soal TWK menguji batas wewenang daerah dalam sistem desentralisasi.
Baca Juga: CPNS 2026 Disiapkan Pemerintah, Fokus Formasi Strategis tapi PAN-RB Tegaskan Belum Ada Pendaftaran
Bela Negara dari Peristiwa 10 November
Soal ketiga berbasis peristiwa Hari Pahlawan di Surabaya. Peserta diminta meneladani sikap bela negara di masa sekarang. Jawaban yang paling tepat adalah terus bersemangat membangun dan mengisi kemerdekaan, bukan sekadar memperingati atau “mewarisi semangat”. Pola ini menunjukkan ciri khas TWK: ketika diminta “diteladani saat ini”, pilihlah opsi yang menunjukkan tindakan aktif dan konkret.
Sishankamrata dalam Pasal 30 UUD 1945
Soal keempat bersifat hafalan konseptual tentang Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) yang memiliki tiga ciri utama: kerakyatan, kesemestaan, dan kewilayahan. Kewilayahan bermakna bahwa gelar kekuatan pertahanan tersebar di seluruh wilayah NKRI melalui TNI AD, AL, dan AU. Materi ini termasuk “langganan” TWK dan sering muncul dalam SKD CPNS.
Integritas Ki Hajar Dewantara: Aspek Sikap
Soal kelima menguji integritas Ki Hajar Dewantara (Suwardi Suryaningrat) melalui tulisan-tulisannya yang mengkritik eksploitasi kolonial. Karena yang ditanyakan adalah aspek sikap integritas, pilihan harus berada pada kategori berani, peduli, atau adil. Jawaban paling tepat adalah peduli, sebab narasi menekankan keprihatinannya terhadap penderitaan rakyat, bukan keberanian menghadapi ancaman.
Baca Juga: CPNS 2026 Kapan Dibuka? Pemerintah Buka Peluang, Fresh Graduate Jadi Prioritas Rekrutmen
Apa Artinya bagi Peserta SKD CPNS?
Lima soal ini menunjukkan bahwa TWK tidak lagi sekadar hafalan pasal, tetapi menguji cara berpikir calon ASN: memahami Pancasila secara utuh, membaca UUD 1945 secara kontekstual, menafsirkan bela negara secara relevan, dan menilai integritas secara tepat. Karena itu, peserta disarankan memperbanyak latihan soal berbasis HOTS dan tryout CPNS agar terbiasa dengan pola penalaran semacam ini.
Editor : Dara Shauqy Hadiwijaya