Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kupas Tuntas Materi SKD CPNS 2026 Sejak Dini, Om Alman Bongkar Pola Soal TWK, TIU, dan TKP yang Wajib Dipahami Pemula

Eka Putri Wahyuni • Senin, 19 Januari 2026 | 12:00 WIB
Materi SKD CPNS 2026 dibahas lengkap oleh Om Alman, mulai TWK, TIU, hingga TKP. Simak pola soal dan strategi belajarnya.
Materi SKD CPNS 2026 dibahas lengkap oleh Om Alman, mulai TWK, TIU, hingga TKP. Simak pola soal dan strategi belajarnya.

JAKARTA – Persiapan menghadapi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2026 mulai ramai diperbincangkan meski hingga kini pemerintah belum mengumumkan jadwal resmi penerimaan CPNS. 

Di tengah ketidakpastian tersebut, edukator CPNS Om Alman mengajak calon peserta untuk mulai belajar lebih awal dengan memahami gambaran umum materi SKD CPNS 2026 secara bertahap dan terstruktur.

Melalui video pembelajaran terbarunya di YouTube, Om Alman menegaskan bahwa meskipun informasi resmi CPNS 2026 belum dirilis, seleksi sekolah kedinasan dipastikan tetap berlangsung setiap tahun, biasanya pada periode Mei hingga Juni. 

Oleh karena itu, memulai persiapan sejak sekarang dinilai sebagai langkah realistis agar peserta tidak kaget saat seleksi dibuka.

SKD CPNS 2026 Terdiri dari Dua Tahap Seleksi

Dalam penjelasannya, Om Alman mengingatkan bahwa seleksi CPNS maupun kedinasan umumnya terdiri dari dua tahap utama, yakni Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). 

Peserta wajib lolos passing grade dan perankingan SKD terlebih dahulu sebelum bisa melaju ke tahap SKB.

“Fokus awal harus di SKD. SKB itu nanti sesuai bidang masing-masing,” tegasnya.

SKD sendiri terdiri dari 110 soal yang harus diselesaikan dalam waktu 100 menit. 

Pembagiannya meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebanyak 30 soal, Tes Intelegensi Umum (TIU) 35 soal, dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 45 soal.

TWK: Menguji Wawasan dan Loyalitas Kebangsaan

Materi TWK mencakup pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, serta sejarah perjuangan bangsa. 

Tujuan utama tes ini adalah mengukur integritas, nasionalisme, bela negara, pemahaman pilar negara, hingga kemampuan berbahasa Indonesia sebagai calon aparatur sipil negara.

Menurut Om Alman, kisi-kisi TWK relatif stabil dan tidak banyak berubah dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga peserta bisa memanfaatkan materi lama sebagai referensi belajar.

TIU: Logika, Numerik, dan Figural Jadi Kunci

Tes Intelegensi Umum (TIU) berfungsi mengukur kemampuan berpikir logis dan analitis. 

Subtes TIU meliputi kemampuan verbal, numerik, dan figural.

Pada kemampuan verbal, peserta akan menghadapi soal analogi, silogisme, dan penalaran analitis. 

Om Alman membagikan trik sederhana menjawab soal silogisme tanpa perlu menghafal rumus logika formal. 

Cukup dengan mencari kalimat penghubung yang sama, peserta bisa menemukan kesimpulan yang tepat secara cepat.

Untuk kemampuan numerik, soal yang sering muncul meliputi deret angka, operasi pecahan, perbandingan, dan soal cerita. Ia menegaskan bahwa soal deret di SKD CPNS tidak menggunakan pola rumit seperti akar atau pecahan bertingkat, melainkan pola naik-turun sederhana.

Sementara itu, figural mencakup analogi gambar, seri gambar, dan ketaksamaan gambar. 

Peserta dituntut jeli melihat perubahan bentuk, arah, maupun pola simetri.

TKP: Penentu Nilai dengan Bobot Tinggi

Tes Karakteristik Pribadi (TKP) mengukur aspek non-akademik seperti integritas, kerja sama tim, profesionalisme, orientasi pelayanan publik, penguasaan TIK, anti-radikalisme, dan sosial budaya. 

Seluruh soal TKP bersifat penilaian sikap, sehingga tidak ada jawaban benar atau salah, melainkan berbobot nilai berbeda.

Om Alman menekankan pentingnya memahami konteks soal agar peserta bisa memilih jawaban dengan skor tertinggi.

Belajar Bertahap Lebih Efektif

Di akhir pemaparannya, Om Alman mendorong peserta, khususnya pemula, untuk tidak menunda belajar sambil menunggu pengumuman resmi CPNS 2026. 

Dengan memahami pola soal dan karakter ujian sejak awal, peluang lolos SKD CPNS 2026 akan semakin besar.

“Belajar pelan-pelan, konsisten, dan pahami konsepnya. Mudah-mudahan tahun depan bisa jadi kebanggaan orang tua,” pungkasnya.

 

Editor : Eka Putri Wahyuni
#Persiapan CPNS #TWK TIU TKP #SKD CPNS 2026 #Materi CPNS #Soal SKD CPNS