Dalam pembukaan Semangat Awal Tahun 2026 IDN Times, Purbaya tampil santai namun lugas. Ia menyampaikan optimisme kuat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa menembus angka 6 persen, asalkan kebijakan fiskal, moneter, dan sektor swasta bergerak seirama.
Acara Semangat Awal Tahun 2026 IDN Times digelar selama dua hari dengan menghadirkan narasumber lintas sektor. Program ini ditujukan untuk membangun optimisme generasi milenial dan Gen Z terhadap masa depan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global.
Optimisme Ekonomi dan Peran Anak Muda
Pemimpin Redaksi IDN Times Uni Lubis menegaskan, acara ini dirancang sebagai ruang dialog strategis antara pembuat kebijakan dan generasi muda.
Menurutnya, lebih dari 70 juta audiens IDN Times berasal dari kelompok milenial dan Gen Z yang sangat berkepentingan terhadap kualitas pertumbuhan ekonomi.
“Generasi muda perlu tahu ke mana arah ekonomi, apakah mereka bisa bertahan, mendapatkan pekerjaan, dan tumbuh,” ujar Uni Lubis.
Purbaya pun menegaskan bahwa anak muda akan menjadi aktor utama dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi ke depan. “Future leader Indonesia adalah generasi muda,” katanya.
Target Pertumbuhan 6 Persen di 2026
Dalam sesi dialog, Purbaya menjelaskan bahwa ekonomi Indonesia sempat melambat pada Agustus–September sebelumnya. Jika tidak segera dibalik, kondisi tersebut berpotensi memicu instabilitas sosial.
Ia mengungkapkan, pemerintah telah menggelontorkan dana sekitar Rp200 triliun untuk mendorong sektor riil. Namun efektivitas kebijakan tersebut sempat terhambat karena sinkronisasi fiskal dan moneter yang belum optimal.
“Kami sekarang sudah diskusi intensif dengan Bank Indonesia. Titik tengahnya sudah ketemu. Tahun 2026, pertumbuhan 6 persen sangat realistis,” tegas Purbaya.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Meroket Gila-gilaan, Antam, UBS, dan Galeri 24 Tembus Rp2,7 Juta per Gram!
Belanja Pemerintah Jadi Kunci
Salah satu sorotan utama dalam Semangat Awal Tahun 2026 IDN Times adalah lambatnya belanja kementerian dan lembaga. Purbaya menilai masalah ini sudah berlangsung puluhan tahun dan harus diselesaikan secara tegas.
Ia mengaku kini mendapat mandat langsung untuk memonitor belanja kementerian dan lembaga agar tepat waktu dan tepat sasaran. Bahkan, ia tak segan menunda pencairan anggaran bila belanja dinilai tidak efektif.
“Kalau mereka tidak belanja dengan benar, anggarannya saya tahan. Tujuannya supaya mesin fiskal benar-benar jalan,” ujarnya.
Iklim Investasi dan Satgas Percepatan
Selain belanja pemerintah, Purbaya juga menyoroti pentingnya perbaikan iklim investasi. Pemerintah membentuk satuan tugas khusus yang memungkinkan pelaku usaha menyampaikan keluhan langsung terkait hambatan investasi.
Setiap laporan akan disidangkan secara terbuka dengan melibatkan media. Langkah ini diharapkan mempercepat penyelesaian persoalan perizinan dan birokrasi yang selama ini menghambat investasi besar.
“Kalau iklim investasi membaik, sektor swasta akan bergerak. Itu kunci pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” katanya.
Dampak ke Media dan Sektor Riil
Menariknya, Purbaya juga menyinggung kondisi industri media. Ia menilai lesunya iklan terjadi karena perlambatan ekonomi. Namun, ketika ekonomi tumbuh kembali, belanja iklan akan ikut meningkat.
“Kalau ekonomi kencang, iklan hidup lagi. Media harus dukung pertumbuhan, tidak ada pilihan,” ujarnya disambut tawa peserta.
Ia optimistis mulai Maret, aktivitas ekonomi akan terasa meningkat, ditandai dengan naiknya permintaan dan pergerakan pasar keuangan.
Penutup Penuh Optimisme
Acara Semangat Awal Tahun 2026 IDN Times ditutup dengan penyerahan penghargaan Inspiring News Maker kepada Purbaya Yudi Sadewa. Penghargaan ini diberikan atas perannya yang dinilai paling menonjol dalam membentuk agenda ekonomi nasional sejak dilantik.
Dengan kombinasi kebijakan fiskal agresif, perbaikan iklim investasi, serta keterlibatan generasi muda, pemerintah optimistis 2026 akan menjadi tahun kebangkitan ekonomi Indonesia.
Editor : Fadhilah Salsa Bella