Kunjungan itu dilakukan setelah Danantara menyampaikan protes bahwa aplikasi Kortex pajak disebut “tidak jalan”. Purbaya menegaskan dirinya tidak ingin mengambil kesimpulan sepihak tanpa melihat kondisi sebenarnya di lapangan. Karena itu, ia datang langsung dengan membawa tim IT serta petugas pajak untuk melakukan pengecekan menyeluruh.
“Saya mau lihat betul-betul, ini sistemnya yang enggak jalan atau orangnya yang enggak bisa masukin data,” kata Purbaya. Ia menyebut keluhan terkait aplikasi Kortex pajak bahkan disampaikan langsung dengan nada keras oleh pihak Danantara.
Dalam tiga pernyataan awalnya, Purbaya menekankan bahwa penilaian terhadap sistem digital negara harus berbasis uji langsung, bukan hanya laporan atau presentasi.
Tolak Presentasi, Pilih Uji Langsung
Setibanya di lokasi, Purbaya menolak paparan presentasi yang telah disiapkan. Ia meminta pengguna langsung menunjukkan bagian aplikasi yang dianggap bermasalah, lengkap dengan proses input data secara real time.
Beberapa kendala memang ditemukan, terutama saat proses unggah dan pelaporan data tertentu. Namun, setelah didampingi petugas dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dan tim IT, sebagian besar masalah dapat diatasi saat itu juga.
“Kalau yang lain bisa masuk dan pakai, berarti harus dilihat apakah sistemnya atau penggunanya,” ujar Purbaya di sela pengecekan.
Sebagian Besar Masalah Berhasil Diatasi
Hasil pengecekan menunjukkan bahwa hampir seluruh kendala utama yang dikeluhkan Danantara berhasil diselesaikan. Purbaya menyebut hanya tersisa masalah minor yang bersifat teknis.
“Hasilnya lumayan. Hampir semua problem sudah bisa diatasi. Tinggal minor-minor saja, nanti software-nya kita adjust,” jelasnya.
Penyesuaian tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar satu hingga dua pekan. Namun Purbaya memastikan, kendala minor itu tidak berdampak pada operasional sistem secara keseluruhan.
Tidak Ganggu Wajib Pajak
Purbaya menegaskan bahwa masalah yang tersisa tidak akan membuat aplikasi Kortex pajak berhenti beroperasi maupun menghambat wajib pajak dalam menjalankan kewajiban perpajakan.
“Yang minor tadi tidak akan membuat sistem berhenti atau wajib pajak tidak bisa bekerja. Itu lebih ke keinginan pengguna agar fasilitasnya lebih mudah,” katanya.
Menurutnya, permintaan peningkatan kemudahan penggunaan adalah hal yang wajar dalam pengembangan sistem digital, terutama aplikasi berskala nasional.
Respons Pengguna Jadi Tolok Ukur
Dalam menilai performa aplikasi Kortex pajak, Purbaya mengaku tidak ingin menggunakan sudut pandangnya sendiri sebagai pembuat kebijakan. Ia memilih melihat langsung ekspresi dan respons pengguna saat mengoperasikan sistem.
“Kalau saya pakai, pasti bias. Tapi dari muka mereka waktu menggunakan, kelihatannya sudah cukup baik,” ujarnya.
Ia menilai keluhan yang tersisa lebih mengarah pada ekspektasi pengguna terhadap fitur yang semakin praktis dan cepat.
Sistem Dinilai Sudah Berjalan Baik
Secara keseluruhan, Purbaya menyimpulkan bahwa aplikasi Kortex pajak sudah berjalan dengan baik dan stabil. Keluhan dari Danantara disebut telah ditindaklanjuti dan diselesaikan secara teknis.
“Semua keluhan sudah dibereskan,” tegasnya.
Kementerian Keuangan, lanjut Purbaya, akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem secara berkala agar Kortex benar-benar menjadi tulang punggung digitalisasi perpajakan nasional.
Langkah turun langsung ke lapangan ini disebut sebagai bagian dari komitmen pemerintah memastikan transformasi digital perpajakan berjalan efektif, akuntabel, dan ramah bagi wajib pajak.
Editor : Fadhilah Salsa Bella