JAKARTA – Menjelang pembukaan CPNS 2026, peluang emas terbuka lebar bagi calon pelamar yang jeli membaca data. Berdasarkan hasil seleksi CPNS 2024 yang dirilis Badan Kepegawaian Negara (BKN), terdapat sejumlah kementerian dan instansi pemerintah yang formasinya banyak namun peminatnya relatif rendah. Kondisi ini membuat peluang lolos seleksi CPNS 2026 dinilai jauh lebih besar dibanding instansi favorit.
Meski hingga kini pemerintah belum mengumumkan jadwal resmi pendaftaran CPNS 2026, data CPNS 2024 bisa menjadi referensi penting bagi pelamar untuk menyusun strategi. Pada beberapa instansi, rasio pelamar dan formasi tergolong sangat longgar, bahkan hanya 5 hingga 10 orang perebutkan satu kursi.
Fenomena instansi sepi peminat ini terjadi karena beberapa faktor. Mulai dari kurangnya eksposur publik, jenis pekerjaan yang bersifat spesifik seperti riset dan administrasi khusus, hingga lokasi penempatan yang dianggap kurang populer. Namun di balik itu, justru tersimpan peluang besar bagi pelamar yang ingin bersaing dengan kompetisi lebih ringan.
Daftar Instansi Sepi Peminat CPNS 2024
Berikut 10 kementerian dan instansi dengan peminat rendah berdasarkan data CPNS 2024 yang patut dipertimbangkan untuk CPNS 2026:
-
Sekretariat Jenderal Komnas HAM
Tersedia 38 formasi dengan 292 pelamar. Gaji lulusan S1 bisa mencapai Rp12,5 juta per bulan. -
Sekretariat Jenderal MPR RI
Membuka 25 formasi dengan sekitar 300 pelamar. Gaji berkisar Rp2,8 juta hingga Rp5,4 juta. -
Kementerian PAN RB
Menyediakan 61 formasi dengan kurang dari 400 pelamar. Rata-rata gaji berada di kisaran Rp9,6 juta hingga Rp12,3 juta. -
Kemenko PMK
Membuka 65 formasi dengan sekitar 300-an pelamar. Gaji berkisar Rp3 juta hingga Rp7 juta. -
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Menjadi instansi dengan formasi terbesar, sekitar 500 formasi, namun pelamar hanya 397 orang. Gaji peneliti berkisar Rp7 juta hingga Rp10 juta. -
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)
Menyediakan 53 formasi dengan sekitar 500 pelamar. Gaji mencapai Rp6,9 juta hingga Rp9,9 juta. -
Setjen Wantannas (Dewan Ketahanan Nasional)
Membuka 86 formasi dengan kurang dari 400 pelamar. Gaji di kisaran Rp6,7 juta hingga Rp8 juta. -
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)
Menyediakan 194 formasi dengan sekitar 300 pelamar. Gaji Rp5,5 juta hingga Rp8 juta. -
Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial
Membuka 145 formasi dengan sekitar 240 pelamar. Gaji berkisar Rp5 juta hingga Rp9 juta. -
Kemenko Polhukam
Menyediakan 86 formasi dengan kurang dari 500 pelamar. Gaji bisa mencapai Rp9 juta.
Rata-rata gaji di instansi tersebut berada di atas Rp5 juta per bulan, bahkan beberapa di antaranya sudah tinggi sejak awal karier, termasuk untuk fresh graduate.
Baca Juga: Buka Semangat 2026, Yamaha WR155 R Tampil Ikonik dengan Desain Body & Grafis Anyar
Dampak Instansi Sepi Peminat
Fenomena sepinya peminat memiliki dua sisi. Dari sisi negatif, banyak formasi berpotensi tidak terisi, padahal negara membutuhkan SDM berkualitas di bidang strategis seperti riset, keamanan nasional, dan perlindungan HAM.
Namun dari sisi positif, kondisi ini menjadi peluang besar bagi pelamar. Rasio pelamar yang rendah membuat persaingan jauh lebih ringan dibanding instansi populer yang bisa mencapai ribuan pelamar per formasi.
Jika lolos, pelamar akan mendapatkan gaji stabil, tunjangan lengkap, jaminan pensiun, serta keamanan kerja sebagai PNS.
Strategi Persiapan CPNS 2026
Agar bisa memanfaatkan peluang ini, pelamar disarankan mulai mempersiapkan diri sejak dini. Latihan soal Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) secara rutin menjadi kunci utama. Selain itu, dokumen administrasi seperti ijazah, KTP, dan transkrip nilai perlu disiapkan lebih awal.
Pelamar juga diimbau rutin memantau informasi resmi melalui situs SSCASN dan pengumuman BKN agar tidak tertinggal saat pendaftaran CPNS 2026 dibuka.
Dengan strategi tepat dan pilihan instansi yang cermat, CPNS 2026 bisa menjadi pintu masuk karier abdi negara dengan kompetisi yang jauh lebih bersahabat.
Editor : Natasha Eka Safrina