JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan rencana pengangkatan sebanyak 32.000 pegawai satuan pelayanan pemenuhan gizi atau SPPG menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K BGN). Pengangkatan ini menjadi bagian dari penguatan kelembagaan layanan gizi nasional yang saat ini tengah diperluas di berbagai daerah.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa dari total 32.000 formasi P3K BGN tersebut, mayoritas akan diisi oleh Kepala SPPG yang sebelumnya telah mendapatkan pendidikan khusus melalui program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia. Program ini memang dirancang untuk mencetak sumber daya manusia yang siap mengelola pelayanan gizi secara profesional dan terstruktur.
Mayoritas Formasi Diisi Kepala SPPG
Dadan menjelaskan, sebanyak 31.250 formasi P3K BGN akan diisi oleh Kepala SPPG yang merupakan lulusan program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia. Mereka telah melalui proses pendidikan dan pembekalan yang terfokus pada pembangunan sektor gizi dan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, 750 formasi lainnya dibuka untuk umum. Formasi umum tersebut dibagi menjadi dua kategori, yakni 375 tenaga akuntan dan 375 tenaga gizi. Kedua profesi ini dinilai krusial dalam mendukung operasional SPPG, baik dari sisi pengelolaan anggaran maupun kualitas layanan gizi.
Tahapan Seleksi P3K BGN
Menurut Dadan, seluruh peserta seleksi P3K BGN tahap kedua telah melalui sejumlah tahapan yang ditetapkan pemerintah. Proses tersebut dimulai dari pendaftaran, seleksi berbasis komputer atau computer assisted test, hingga pengisian daftar riwayat hidup.
Selain itu, para peserta juga telah masuk pada tahapan pengusulan nomor induk P3K. Tahapan administrasi ini menjadi penentu akhir sebelum peserta resmi diangkat dan mulai bertugas sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja di lingkungan Badan Gizi Nasional.
“Seluruh peserta sudah menjalani seleksi berbasis komputer dan saat ini berada dalam tahap pengisian daftar riwayat hidup serta pengusulan nomor induk P3K,” ujar Dadan.
Rekrutmen Tahap Pertama Sudah Berjalan
Sebelumnya, BGN juga telah melaksanakan rekrutmen P3K BGN tahap pertama. Pada tahap ini, sebanyak 2.080 pegawai telah dinyatakan lulus dan resmi menjadi aparatur sipil negara. Mereka mulai aktif bekerja terhitung sejak 1 Juli 2025.
Pengangkatan tahap pertama ini menjadi fondasi awal dalam penguatan struktur organisasi Badan Gizi Nasional, sebelum kemudian diperluas melalui rekrutmen besar-besaran pada tahap kedua yang mencakup 32.000 formasi.
Mulai Bertugas Februari 2026
Untuk peserta seleksi tahap kedua, Dadan memperkirakan seluruh proses administrasi akan rampung dalam beberapa bulan ke depan. Dengan demikian, para peserta yang lolos seleksi P3K BGN diproyeksikan mulai aktif bekerja pada 1 Februari 2026.
Pengangkatan puluhan ribu P3K ini diharapkan mampu memperkuat layanan pemenuhan gizi nasional, terutama di tingkat daerah. Kehadiran Kepala SPPG yang telah terdidik secara khusus, ditambah tenaga akuntan dan tenaga gizi profesional, diyakini akan meningkatkan efektivitas program-program BGN.
Penguatan Layanan Gizi Nasional
Langkah BGN mengangkat 32.000 pegawai menjadi P3K BGN juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang optimal. Dengan status P3K, para pegawai diharapkan memiliki kepastian kerja dan tanggung jawab yang lebih kuat dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
BGN menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku. Ke depan, BGN juga membuka peluang pengembangan karier dan peningkatan kapasitas bagi para pegawai yang telah diangkat, demi memastikan layanan gizi berjalan berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat.
Editor : Friesta Cahya Ramadhani