Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Anggaran Badan Gizi Nasional 2026 Tembus Rp268 Triliun, Rekrutmen PPPK Tahap 2 Mulai 1 Februari 2026 dan Target 6.150 SPPG Dikebut

Natasha Eka Safrina • Kamis, 22 Januari 2026 | 14:50 WIB

Anggaran Badan Gizi Nasional 2026 Rp268 triliun! Target 6.150 SPPG dikebut dan PPPK tahap 2 mulai 1 Februari 2026.
Anggaran Badan Gizi Nasional 2026 Rp268 triliun! Target 6.150 SPPG dikebut dan PPPK tahap 2 mulai 1 Februari 2026.

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) terus mempercepat penguatan program pemenuhan gizi nasional pada 2026. Salah satu fokus utama yang dikebut adalah peningkatan jumlah SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) hingga ribuan titik, sekaligus memperketat penerapan SOP keamanan pangan agar angka kejadian kasus bisa terus ditekan.

Dalam pemaparan terbaru, BGN menyebut peningkatan jumlah SPPG yang signifikan justru diikuti tren kejadian kasus yang menurun. Kondisi ini menjadi indikator bahwa perbaikan penerapan SOP keamanan pangan berjalan cukup efektif dan semakin membaik.

“Dengan peningkatan jumlah SPPG yang lebih signifikan, kasus kejadian menurun,” disampaikan dalam penjelasan tersebut. BGN menegaskan perbaikan ini akan terus digenjot, termasuk melalui peningkatan cakupan SPPG yang sudah memenuhi standar tertentu.

Baca Juga: TPG 2026 Cair Setiap Bulan Mulai Maret, Mendikdasmen Pastikan Tak Ada Lagi Drama Triwulan, THR dan Gaji ke-13 Guru Juga Lebih Jelas

Saat ini, jumlah SPPG yang telah masuk kategori SLHS disebut sudah mencapai 32 persen. Ke depan, angka itu masih akan terus dikejar agar semakin besar, seiring target penguatan layanan di lapangan.

Target 6.150 SPPG dan Langkah Akreditasi-Sertifikasi 2026

BGN menargetkan penguatan jumlah SPPG hingga 6.150. Tidak hanya mengejar kuantitas, lembaga baru ini juga menyiapkan peningkatan kualitas layanan lewat agenda akreditasi dan sertifikasi.

Pada 2026, selain program SLHS, BGN menyatakan akan melakukan akreditasi dan sertifikasi lanjutan. Upaya ini dipandang penting untuk memastikan standar keamanan pangan dan tata kelola layanan pemenuhan gizi berjalan lebih terukur di seluruh wilayah.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi memperkuat kredibilitas program pemenuhan gizi nasional, termasuk program MBG yang menjadi salah satu pilar besar BGN.

Baca Juga: TPG 2026 Cair Bulanan Mulai Januari, Guru Wajib Update Dapodik Sebelum 31 Desember agar Tunjangan Profesi Guru Tak Terlambat

BGN Badan Baru, Kini Kantor Pusat Sudah 615 Pegawai

BGN merupakan lembaga baru yang berdiri pada Agustus 2024. Pada awal pembentukannya, disebutkan kondisi internal masih sangat terbatas, bahkan sempat hanya diisi oleh satu orang.

Namun kini, perkembangan SDM BGN meningkat pesat. Di kantor pusat saja, jumlah tenaga kerja sudah mencapai 615 orang. Pada tahun ini, BGN juga berencana membangun kantor regional setara eselon 2 di setiap provinsi, mencakup 38 provinsi.

Selain itu, BGN juga akan membangun KPPG sebanyak 338. Meski tidak tersebar di seluruh kabupaten, KPPG akan ditempatkan di kabupaten yang memiliki SPPG lebih dari 50. Hingga saat ini, KPPG yang sudah terbentuk disebut mencapai 420, dan target penempatan kepala KPPG di 338 titik akan dikejar pada tahun berjalan.

Baca Juga: TPG 2026 Cair Bulanan Mulai Januari? Skema Pencairan Tunjangan Profesi Guru Berubah Total, Ini Jadwal Validasi dan Persiapan Wajib Guru

SDM di SPPG Capai 73.207 Orang, Didominasi Warga Lokal dan Perempuan

Dalam laporan terbaru, jumlah SDM yang sudah terlibat langsung di SPPG mencapai 73.207 orang. Rinciannya terdiri dari:

Selain itu, relawan yang terlibat di seluruh Indonesia disebut mencapai 825.936 orang, dengan mayoritas merupakan warga lokal di sekitar SPPG dan didominasi kaum perempuan.

Data ini menunjukkan bahwa program pemenuhan gizi nasional tidak hanya menjadi agenda kesehatan, tetapi juga membuka ruang partisipasi masyarakat yang luas.

Rekrutmen PPPK BGN: Tahap 1 Sudah ASN, Tahap 2 Mulai 1 Februari 2026

BGN juga memaparkan status kepegawaian untuk tiga komponen pegawai di setiap SPPG. Pada rekrutmen PPPK tahap 1, sebanyak 2.080 orang sudah menjadi ASN terhitung mulai 1 Juli 2025.

Sementara itu, pada PPPK tahap 2, BGN telah melakukan seleksi sebanyak 32.000 orang. Dari jumlah tersebut, 31.250 merupakan kepala SPPG yang dididik melalui program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia.

Selain itu, BGN membuka formasi umum sebanyak 750 orang, yang diisi oleh:

Para peserta telah menjalani seleksi berbasis komputer (CAT) dan saat ini memasuki tahap pengisian daftar riwayat hidup serta pengusulan nomor induk PPPK. BGN memperkirakan mereka akan resmi menjadi PPPK mulai 1 Februari 2026.

Baca Juga: Cek Saldo PKH BPNT Januari 2026: Belum Masuk Hari Ini, Pencairan Tahap 1 Diprediksi Cair Februari–Maret

Anggaran BGN 2026 Rp268 Triliun, Mayoritas untuk Program Pemenuhan Gizi

Dari sisi anggaran, BGN melaporkan penyerapan program pemenuhan gizi nasional pada 2025 mencapai 99,5 persen. Adapun dukungan manajemen sempat lebih rendah karena ada izin optimalisasi yang baru keluar pada akhir tahun, sehingga waktu eksekusi terbatas.

Untuk 2026, pagu anggaran BGN tercatat Rp268 triliun. Sekitar 95,4 persen dialokasikan untuk program pemenuhan gizi nasional, termasuk MBG senilai Rp48 triliun. Selain itu ada program non-MBG senilai Rp7,457 triliun, termasuk anggaran sistem dan tata kelola serta promosi-edukasi-kemitraan.

Dengan target SPPG ribuan titik dan rekrutmen PPPK yang terus berjalan, BGN diproyeksikan menjadi salah satu lembaga paling sibuk dalam agenda pembangunan SDM Indonesia pada 2026.

Baca Juga: Cek Saldo PKH BPNT Januari 2026: Belum Masuk Hari Ini, Pencairan Tahap 1 Diprediksi Cair Februari–Maret

Editor : Natasha Eka Safrina
#Rekrutmen PPPK BGN #pppk #Program makan bergizi gratis (MBG) #Badan Gizi Nasional (BGN)