JAKARTA - TPG Januari 2026 cair mulai menjadi kabar gembira bagi guru sertifikasi. Namun, tidak semua guru akan menerima tunjangan profesi guru (TPG) pada bulan Januari ini. Informasi tersebut disampaikan dalam video YouTube yang menegaskan bahwa pencairan TPG kini berjalan skema bulanan, tetapi tetap mengikuti ketentuan tanggal penerbitan SKTP (Surat Keputusan Tunjangan Profesi).
Dalam penjelasannya, narasumber menyebut pencairan TPG bulan Januari hanya berlaku bagi guru yang SKTP-nya terbit maksimal tanggal 20 Januari 2026. Artinya, guru yang memperoleh SKTP setelah tanggal tersebut—misalnya tanggal 21, 22, hingga seterusnya—dipastikan tidak akan cair di Januari, melainkan diarahkan untuk menunggu pencairan pada Februari.
Kebijakan ini disebut bukan isu atau hoaks, melainkan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh pihak terkait di jalur Info GTK. Meski begitu, kebijakan ini dinilai cukup mengejutkan karena dianggap tidak disosialisasikan jauh-jauh hari, terutama pada penghujung 2025. Kendati demikian, skema TPG per bulan tetap dinilai lebih baik dibanding sistem triwulan yang selama ini membuat guru harus menunggu lebih lama.
Kenapa Tidak Semua Guru Dapat TPG di Januari?
Poin paling penting yang harus dipahami guru adalah batas tanggal SKTP. Jika SKTP terbit sampai 20 Januari 2026, maka guru berpeluang menerima pencairan TPG Januari 2026 cair di bulan berjalan. Namun, jika SKTP terbit di atas tanggal 20, pencairan otomatis bergeser ke Februari.
Narasumber menegaskan bahwa aturan ini merupakan kebijakan sistem. Maka, guru diminta tidak panik ketika tunjangan belum masuk rekening, terutama bagi yang SKTP-nya baru terbit setelah 20 Januari.
Di sisi lain, perubahan ini menjadi “alarm” agar guru lebih disiplin dalam memastikan data valid. Mulai dari pembaruan data hingga pemantauan status Info GTK, semuanya harus dilakukan lebih cermat supaya tunjangan profesi tidak tertahan.
Siapa yang Sudah Cair dan Berapa Nominalnya?
Guru yang sudah menerima pencairan adalah mereka yang sudah bersertifikasi dan SKTP-nya terbit pada 20 Januari 2026. Untuk nominal, besaran TPG mengikuti gaji pokok. Jadi, pencairan tidak seperti sistem triwulan yang bisa membuat guru menerima dana sekaligus dalam jumlah besar.
Sebagai gambaran, jika gaji pokok guru sebesar Rp3 juta, maka TPG yang masuk juga sekitar Rp3 juta. Dalam penjelasan tersebut, disebutkan pula bahwa pencairan tidak ditambah komponen lain seperti tunjangan keluarga, tunjangan makan, dan sejenisnya.
Skema ini dinilai membuat pemasukan lebih stabil dan mudah dikelola, meskipun nominalnya tidak “besar sekaligus” seperti pencairan per tiga bulan.
Guru Non ASN Juga Dapat Sesuai Standar
Bagi guru non ASN, disebutkan tidak perlu khawatir karena TPG tetap mengacu pada standar gaji pokok yang setara dengan ASN berdasarkan pangkat dan golongan. Artinya, meski gaji pokok di lembaga atau yayasan berbeda, tunjangan profesi untuk guru non ASN yang sudah sertifikasi tetap disesuaikan dengan standar yang berlaku.
Hal ini menjadi kabar penting karena banyak guru non ASN yang sebelumnya khawatir akan menerima nominal lebih kecil dibanding guru ASN.
Peluang Cair 2 Bulan Sekaligus, Ini Kuncinya
Guru yang SKTP-nya terbit setelah tanggal 20 diprediksi besar akan cair pada Februari. Namun, ada catatan penting: jika ingin menerima dua bulan sekaligus (Januari dan Februari), maka SKTP Februari juga harus terbit dan status di Info GTK harus memenuhi syarat.
Narasumber menekankan kunci utama pencairan adalah validasi. Guru diminta memastikan semua indikator persyaratan di Info GTK berada dalam status “hijau”. Jika belum valid, bisa saja yang cair hanya Januari, sementara Februari tertahan.
Karena itu, guru disarankan rutin mengecek Info GTK dan memastikan data tidak bermasalah agar pencairan tidak tersendat.
Kenapa TPG Per Bulan Dinilai Lebih Baik?
Skema TPG bulanan dinilai memberi banyak keuntungan. Pertama, arus kas guru lebih lancar karena tidak perlu menunggu triwulan. Kedua, tunjangan bisa langsung digunakan untuk kebutuhan hidup tanpa harus berutang. Narasumber juga mengingatkan agar guru tidak sampai terjebak pinjaman online.
Selain itu, skema bulanan dinilai lebih mendukung investasi karena dana bisa bergerak lebih cepat, misalnya untuk emas atau aset lainnya. Terakhir, TPG bulanan dinilai mendorong literasi keuangan karena guru bisa lebih disiplin menabung dan mengatur pengeluaran.
Sebagai penutup, narasumber mengingatkan guru untuk memanfaatkan TPG secara bijak, mengurangi konsumtif, dan memperbanyak kegiatan produktif sambil tetap memantau informasi resmi terkait pencairan.
Editor : Natasha Eka Safrina