Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Isu Kenaikan Pensiun 2026 Masih Simpang Siur, Pemerintah Beberkan Realisasi APBN 2025: Pembayaran Pensiun On Track Rp16,5 Triliun

Natasha Eka Safrina • Minggu, 1 Februari 2026 | 14:00 WIB

Isu kenaikan gaji pensiunan PNS 2026 ramai, namun realisasi APBN 2025 mencatat pembayaran pensiun on track Rp16,5 triliun.
Isu kenaikan gaji pensiunan PNS 2026 ramai, namun realisasi APBN 2025 mencatat pembayaran pensiun on track Rp16,5 triliun.

RADAR TULUNGAGUNG – Isu kenaikan gaji pensiunan PNS 2026 masih ramai beredar di media sosial dan grup percakapan. Narasi yang muncul beragam, mulai dari klaim kenaikan dua digit persen hingga kabar rapelan yang disebut sudah dijadwalkan cair dalam waktu dekat.

Di tengah kabar tersebut, perhatian publik juga tertuju pada kemampuan APBN dalam menjaga kesinambungan belanja negara. Apalagi, pensiunan sangat bergantung pada kepastian pembayaran setiap awal bulan.

Namun, fakta terbaru dari pemaparan pemerintah menunjukkan bahwa isu kenaikan gaji pensiunan PNS 2026 belum bisa disimpulkan hanya dari kabar viral. Pemerintah menegaskan pembayaran pensiun tetap berjalan sesuai mekanisme dan anggaran negara masih menanggung kewajiban tersebut.

Baca Juga: Pencairan TPG Guru 2026 Cair Per Bulan, Ini Jadwal Resmi, Tanggal Krusial, hingga Batas Akhir THR dan Gaji 13

Realisasi Sementara APBN 2025: Belanja Negara Rp2.602,3 Triliun

Dalam paparan realisasi sementara APBN 2025 per 31 Desember, pemerintah menyampaikan belanja pemerintah pusat yang ditargetkan Rp2.701,4 triliun terealisasi Rp2.602,3 triliun. Realisasi tersebut dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran di awal tahun 2025 sebesar Rp306,7 triliun.

Meski demikian, pemerintah membuka kembali sebagian anggaran yang sempat diblokir, yakni sekitar Rp206,4 triliun, agar operasional dasar kementerian/lembaga tetap berjalan dan belanja bantuan sosial tidak terganggu.

Pembayaran Pensiun On Track: 3,7% atau Rp16,5 Triliun

Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah pembayaran pensiun yang disebut tetap on track, dengan realisasi 3,7% atau Rp16,5 triliun. Data ini menunjukkan belanja pensiun tetap berjalan dan masuk dalam prioritas belanja negara.

Selain itu, belanja pegawai pada 2025 juga mengalami kenaikan sekitar 10,1%, terutama karena bertambahnya jumlah pegawai penerima gaji dari APBN.

Baca Juga: Rapel Gaji Pensiunan Cair Resmi, Pemerintah Tegaskan Hak ASN, TNI, Polri Masuk Rekening Bertahap, Ini Mekanisme dan Hal Krusial yang Sering Terlewat

Bansos, Subsidi, dan Belanja Modal Ikut Menguat

Pemerintah juga memaparkan belanja bantuan sosial mencapai Rp186,6 triliun atau tumbuh 20,5% dibanding 2024. Belanja modal juga naik menjadi Rp427,5 triliun atau tumbuh 20,3%, meski realisasinya cenderung meningkat pada semester kedua karena proses pengadaan.

Untuk subsidi, pemerintah mencatat pembayaran subsidi 2025 sebesar Rp281,6 triliun, mencakup energi dan non-energi. Volume barang bersubsidi meningkat, termasuk LPG 3 kg, listrik bersubsidi, pupuk hingga 8,1 juta ton, serta rumah bersubsidi hampir 279 ribu unit.

Kesimpulan: Pensiun Dibayar, Kenaikan Belum Bisa Dipastikan

Dengan paparan ini, dapat ditegaskan bahwa pembayaran pensiun tetap berjalan sesuai anggaran negara. Namun, data realisasi APBN 2025 belum otomatis berarti ada keputusan kenaikan pensiun 2026. Masyarakat diminta menunggu regulasi resmi pemerintah untuk memastikan ada atau tidaknya penyesuaian gaji pensiunan.

Baca Juga: TPG Januari 2026 Cair Mendekati Rp10 Juta di Sejumlah Daerah, Guru Terima THR, Gaji ke-13,Ini Syarat SKTP dan Daftar Wilayah yang Sudah Masuk Rekening

Editor : Natasha Eka Safrina
#belanja negara #apbn #pembayaran pensiun #kenaikan pensiun