RADAR TULUNGAGUNG – dana rapel pensiunan kembali jadi topik viral di media sosial setelah beredar narasi bahwa pemerintah menyalurkan rapel secara otomatis ke rekening penerima pensiun. Dalam sejumlah unggahan, rapel disebut bukan bantuan sosial, melainkan hak penuh pensiunan yang wajib dibayarkan negara.
Isu dana rapel pensiunan ini ramai karena penerimanya disebut sangat luas. Tidak hanya pensiunan ASN yang masih aktif menerima gaji bulanan, tetapi juga pensiunan TNI-Polri, janda atau duda sah secara hukum, hingga anak yatim piatu yang tercatat sebagai ahli waris resmi. Publik pun bertanya-tanya, apakah pencairan rapel benar dilakukan tanpa pengajuan ulang.
Di tengah viralnya kabar tersebut, dana rapel pensiunan juga dikaitkan dengan sistem pencairan “switch” langsung ke rekening. Artinya, dana masuk otomatis ke rekening yang selama ini digunakan menerima gaji pensiun bulanan, tanpa harus datang ke kantor TASPEN atau mengantre di bank.
Klarifikasi TASPEN: Rapel Tidak Bisa Disamaratakan
Terkait isu rapel, PT TASPEN sebelumnya menegaskan bahwa besaran rapel sangat bergantung pada beberapa faktor, seperti golongan, masa kerja, dan aturan yang berlaku. Karena itu, nominal rapel setiap penerima tidak akan sama dan tidak semua orang mendapatkan jumlah maksimal.
TASPEN juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kabar viral tanpa rujukan resmi. Informasi valid seputar pensiun, rapel, dan layanan dapat dicek melalui kanal resmi, termasuk Call Center TASPEN 1500 919, akun media sosial resmi, dan situs TASPEN.
Otentikasi Jadi Kunci, Jangan Abaikan Verifikasi
Dalam proses pencairan, otentikasi atau verifikasi diri menjadi langkah penting untuk memastikan penerima masih berhak menerima pensiun. Otentikasi dapat dilakukan melalui aplikasi resmi atau melalui bank mitra jika ada kendala teknis. Jika otentikasi gagal atau tidak dilakukan dalam periode tertentu, pencairan dapat ditahan sementara demi keamanan administrasi, bukan berarti hak pensiun hilang.
Waspada Penipuan Mengatasnamakan Pencairan Rapel
Masyarakat juga diminta waspada terhadap modus penipuan yang memanfaatkan isu rapel. TASPEN maupun bank tidak pernah meminta PIN, OTP, atau data rahasia melalui telepon dan pesan singkat. Semua proses pencairan resmi berjalan otomatis tanpa biaya tambahan.
Kesimpulannya, kabar dana rapel pensiunan harus disikapi dengan cermat. Pastikan hanya mengikuti informasi resmi, menjaga data pribadi, serta melakukan otentikasi agar hak pensiun tetap aman dan tidak tertunda.
Editor : Natasha Eka Safrina