RADAR TULUNGAGUNG - Istri mantan Kapolri Hoegeng Iman Santoso meninggal dunia pada usia 100 tahun.
Almarhumah Meriyati Roeslani, istri mantan Kapolri Hoegeng Iman Santoso, mengembuskan napas terakhir pada Selasa, 3 Februari, setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Kabar duka ini menyelimuti keluarga besar Polri dan masyarakat yang mengenal sosok keluarga Jenderal Polisi legendaris tersebut.
Kepergian istri mantan Kapolri Hoegeng Iman Santoso ini dibenarkan oleh sejumlah pihak kepolisian.
Sejak kabar wafatnya menyebar, ucapan duka cita mengalir dari berbagai kalangan, baik dari institusi Polri maupun masyarakat umum.
Rumah duka yang berlokasi di Perumahan Pesona Kayangan, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, mulai dipadati pelayat.
Persiapan Rumah Duka Sejak Pagi Hari
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah petugas kepolisian telah bersiaga sejak pagi hari.
Tenda, kursi, dan perangkat pendukung lainnya disiapkan untuk menyambut kedatangan jenazah almarhumah dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
Karangan bunga berjejer rapi di depan rumah duka, menandai penghormatan terakhir untuk istri mantan Kapolri Hoegeng Iman Santoso.
Tak hanya keluarga dan kerabat, jajaran kepolisian tampak aktif mengatur situasi di sekitar lingkungan perumahan.
Petugas lalu lintas dikerahkan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan mengingat tingginya jumlah pelayat yang diperkirakan akan datang.
Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras yang hadir di lokasi mengatakan pihak kepolisian membantu proses persiapan sebagai bentuk empati dan penghormatan kepada almarhumah.
“Saat ini kami bersama keluarga sedang mempersiapkan penyambutan jenazah Eyang Meri. Pengamanan juga dilakukan untuk memastikan lingkungan tetap kondusif,” ujarnya kepada awak media.
Dijaga Ketat, Lalu Lintas Diatur Polisi
Sejumlah personel dari berbagai satuan tampak mengatur lalu lintas di sekitar rumah duka.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan serta memberikan kenyamanan bagi warga sekitar.
Selain itu, sistem suara dan tenda besar juga disiapkan guna menampung para pelayat yang datang silih berganti.
Kehadiran aparat kepolisian bukan hanya untuk pengamanan, tetapi juga sebagai wujud duka mendalam institusi Polri atas wafatnya istri mantan Kapolri Hoegeng Iman Santoso, tokoh yang dikenal luas karena integritas dan keteladanannya semasa menjabat.
Sosok Meriyati Roslani di Mata Keluarga Polri
Meriyati Roeslani dikenal sebagai sosok yang sederhana dan bersahaja.
Selama mendampingi Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso, ia jarang tampil di publik, namun memiliki peran besar dalam mendukung perjalanan hidup sang jenderal yang dikenal bersih dan berani.
Kepergian almarhumah menjadi kehilangan mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi banyak pihak yang menghormati nilai-nilai perjuangan dan keteladanan keluarga Hoegeng Iman Santoso.
Hingga sore hari, rumah duka masih terus didatangi pelayat. Beberapa pejabat kepolisian dan tokoh masyarakat dijadwalkan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.
Rencana Pemakaman Menunggu Informasi Keluarga
Terkait rencana pemakaman, pihak kepolisian menyebut masih menunggu keputusan resmi dari keluarga.
Informasi lebih lanjut mengenai waktu dan lokasi pemakaman istri mantan Kapolri Hoegeng Iman Santoso akan disampaikan setelah adanya kesepakatan dari pihak keluarga.
“Untuk pemakaman, kami masih menunggu informasi dari keluarga. Kami siap membantu pengamanan dan kelancaran prosesi nantinya,” ujar salah satu perwakilan kepolisian di lokasi.
Kepergian Meriyati Roeslani menutup satu bab penting dalam sejarah keluarga besar Polri.
Sosoknya akan selalu dikenang sebagai pendamping setia Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso, Kapolri pertama yang namanya lekat dengan integritas dan keberanian.***
Editor : Vidya Sajar Fitri