Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Strategi Tukar Guling Jabatan: Juda Agung Jadi Wamenkeu, Thomas Jiwandono Gantikan Posisi Deputi Gubernur BI untuk Sinergi Kebijakan Ekonomi

Manda Dwi Agustin • Jumat, 6 Februari 2026 | 15:36 WIB

Tukar guling jabatan terjadi, Juda Agung dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan menggantikan Thomas Jiwandono. Fokus sinergi fiskal-moneter
Tukar guling jabatan terjadi, Juda Agung dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan menggantikan Thomas Jiwandono. Fokus sinergi fiskal-moneter

RADAR TULUNGAGUNG - Tukar guling jabatan terjadi di lingkaran elite ekonomi pemerintahan. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) menggantikan posisi yang sebelumnya diisi oleh Thomas Jiwandono.

Pergeseran ini menjadi sorotan karena melibatkan dua posisi strategis yang berperan besar dalam pengendalian dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Juda Agung mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia pada Kamis petang, sebelum akhirnya dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan oleh Presiden.

Mundurnya Juda Agung dari BI disebut sudah direncanakan seiring penugasan barunya di Kementerian Keuangan.

Baca Juga: Menteri Keuangan Purbaya Pastikan Rapel Pensiun 2025 Segera Cair! Pensiunan ASN, TNI, Polri Dapat Prioritas, Ini Skema Pembayaran & Sinyal Kenaikan Ga

“Ya memang saya mundur karena akan menduduki posisi baru sebagai Wakil Menteri Keuangan,” ujar Juda Agung usai pelantikan.

Tukar Guling Posisi Juda Agung dan Thomas Jiwandono

Dalam perombakan ini, posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia yang ditinggalkan Juda Agung diisi oleh Thomas Jiwandono.

Sebelumnya, Thomas menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Dengan demikian, terjadi tukar guling jabatan antara dua tokoh ekonomi tersebut.

Skema pergantian ini dinilai sebagai langkah strategis pemerintah untuk menjaga kesinambungan kebijakan ekonomi.

Baik Bank Indonesia maupun Kementerian Keuangan merupakan dua institusi kunci yang saling berkaitan dalam pengelolaan stabilitas moneter dan fiskal.

Baca Juga: Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa Siapkan “Rombak Besar” DJP dari Pusat hingga Kanwil, Pegawai Pajak Nakal Siap Dibuang ke Daerah Terpencil hingga

“Pak Juda tugasnya menggantikan Pak Thomas, jadi seperti switch atau tukar guling. Kebetulan kemampuan Pak Juda bisa menggantikan Pak Thomas, jadi ditaruh di situ,” ujar seorang pejabat pemerintah yang hadir dalam acara pelantikan.

Fokus Koordinasi Fiskal dan Moneter

Meski dalam acara pelantikan Presiden tidak menyampaikan pesan secara terbuka, Juda Agung mengungkapkan bahwa arahan Presiden telah disampaikan sebelumnya.

Presiden menekankan pentingnya koordinasi antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Juda Agung, sinergi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia menjadi kunci utama dalam mewujudkan target-target pembangunan yang telah dicanangkan pemerintah.

“Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjalankan program-program pemerintah, tentu dibutuhkan koordinasi yang kuat antara kebijakan fiskal dan kebijakan negara,” kata Juda.

Sebagai Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung akan berperan membantu Menteri Keuangan dalam menyusun dan mengawal kebijakan fiskal, termasuk pengelolaan APBN, pembiayaan negara, serta menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global.

Pengalaman Panjang di Bank Indonesia

Penunjukan Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan dinilai tepat mengingat rekam jejaknya yang panjang di Bank Indonesia.

Baca Juga: RESMI! Bank Indonesia Tetapkan Syarat Mutlak Redenominasi Rupiah Tunggu Waktu Tepat, Kapan RI Pangkas Tiga Nol? Ini Kunci Stabilitas Politik dan Ekono

Selama menjabat sebagai Deputi Gubernur BI, Juda dikenal aktif dalam perumusan kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, serta penguatan koordinasi dengan pemerintah.

Pengalaman tersebut diyakini akan memperkuat komunikasi antara BI dan Kementerian Keuangan, terutama dalam menjaga inflasi, nilai tukar, dan daya beli masyarakat.

Sementara itu, Thomas Jiwandono yang kini mengisi posisi Deputi Gubernur BI juga memiliki latar belakang kuat di bidang fiskal.

Perpindahannya ke BI diharapkan dapat memperkaya perspektif kebijakan moneter dengan pengalaman pengelolaan keuangan negara.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#bank indonesia #ekonomi #menteri keuangan #Juda Agung