JAKARTA – Kabar baik akhirnya datang bagi para guru honorer dan non aparatur sipil negara (non ASN). TPG Non ASN cair mulai terealisasi secara bertahap pada awal Februari 2026. Informasi ini menjadi angin segar setelah sebelumnya banyak guru mempertanyakan kepastian pencairan tunjangan profesi guru (TPG), terutama bagi mereka yang sudah dinyatakan valid namun dana belum masuk ke rekening.
Isu TPG Non ASN cair mencuat setelah sejumlah guru menerima notifikasi transfer meski status mereka bukan ASN. Berdasarkan penelusuran dari kanal informasi operator sekolah dan guru, pencairan ini dialami oleh guru lulusan tahun 2024 yang telah memiliki SKTP aktif sejak awal Februari 2026. Fakta ini sekaligus menjawab keraguan yang sempat berkembang terkait apakah non ASN benar-benar mendapat prioritas pencairan.
Dalam beberapa hari terakhir, laporan pencairan TPG non ASN mulai bermunculan dari berbagai daerah. Guru yang telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan lolos validasi Info GTK kini mulai menerima haknya, meski belum secara serentak.
Kenapa TPG Non ASN Bisa Cair Lebih Dulu?
Guru non ASN yang menerima pencairan umumnya berasal dari lulusan tahun 2024 dan telah memenuhi dua syarat utama, yakni status Info GTK valid serta SKTP sudah terbit. Dengan terpenuhinya dua indikator tersebut, sistem secara otomatis memasukkan guru ke dalam daftar pencairan tanpa membedakan status ASN atau non ASN.
Hal ini menunjukkan bahwa mekanisme pencairan TPG 2026 kini semakin berbasis sistem dan data, bukan semata status kepegawaian. Selama data dinyatakan hijau dan tidak bermasalah, pencairan akan diproses secara berkala oleh sistem pusat.
Sudah Valid Tapi Belum Cair, Ini Penjelasannya
Bagi guru non ASN yang sudah valid tetapi belum menerima dana, diminta untuk tetap bersabar. Pencairan dilakukan secara bertahap dan tidak dalam satu waktu. Beberapa guru bahkan diperkirakan baru menerima transfer pada malam hari atau keesokan harinya setelah gelombang awal.
Guru juga diimbau untuk tidak menunggu notifikasi secara berlebihan. Selama SKTP sudah terbit dan Info GTK bersih tanpa catatan merah, dana dipastikan akan masuk.
Baca Juga: Bocah Perempuan 8 Tahun Jatuh dan Terseret Arus Sungai Lodagung Tulungagung, Warga Bertindak Cepat
Nasib Guru Lulusan Lama dan Lulusan 2025
Untuk guru lulusan lama yang hingga kini belum valid, penyebab utamanya biasanya berada pada data PTK di Dapodik. Pemeriksaan perlu difokuskan pada kesesuaian mata pelajaran, jam mengajar, tugas tambahan, hingga status wali kelas. Perbedaan tampilan antara Dapodik dan Info GTK merupakan hal wajar karena membutuhkan waktu sinkronisasi data.
Sementara itu, guru lulusan tahun 2025 terbagi dalam dua kategori. Pertama, guru yang seluruh datanya sudah hijau namun masih terkendala status rekening. Dalam kondisi ini, guru hanya perlu menunggu karena rekening bukan diinput oleh operator sekolah, melainkan dibuatkan langsung oleh pusat. Informasi bank penyalur nantinya akan muncul otomatis di Info GTK.
Kategori kedua adalah guru lulusan 2025 yang masih berada pada tahap tampilan nama atau batch tertentu. Proses ini berjalan bertahap sesuai antrean nasional, sehingga guru diminta bersabar sembari rutin memantau pembaruan data.
Baca Juga: Perkuat UMKM, Heru Tjahjono Gelar KIE Bersama Tokoh Masyarakat di Tulungagung
Validasi Jadi Kunci Utama Pencairan
Pesan utama yang terus ditekankan adalah pentingnya validasi data. Guru diminta fokus memastikan Info GTK dalam kondisi valid, tidak ada indikator merah, serta tidak terdapat catatan masalah. Jika SKTP sudah terbit, maka pencairan hanya tinggal menunggu waktu.
Operator sekolah juga diimbau aktif mengedukasi guru agar tidak terjadi miskomunikasi. Di sisi lain, guru diminta tidak serta-merta menyalahkan operator jika pencairan belum terjadi, melainkan bersama-sama mengecek data PTK secara berkala.
Pencairan Baru Satu Bulan, Akan Berlanjut
Pencairan TPG non ASN yang terjadi saat ini baru mencakup satu bulan. Meski demikian, kondisi ini disambut positif karena menandai dimulainya realisasi hak guru non ASN yang sebelumnya tertinggal dibanding ASN.
Pemerintah memastikan skema pencairan TPG 2026 berjalan berkelanjutan selama data memenuhi syarat. Guru diminta tetap tenang, rutin memantau Info GTK, dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.
Editor : Natasha Eka Safrina