JAKARTA – Informasi mengenai cara pinjam dana KUR BRI 2026 semakin banyak dicari masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang membutuhkan tambahan modal usaha di awal tahun. Sejak Januari 2026, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah kembali dibuka dan bisa diajukan oleh masyarakat yang memenuhi persyaratan.
Melalui sebuah video edukasi di YouTube, seorang kreator konten keuangan menjelaskan secara rinci cara pinjam dana KUR BRI 2026, mulai dari proses pengajuan, lokasi pendaftaran yang disarankan, hingga syarat administrasi yang wajib disiapkan calon debitur. Informasi ini dinilai penting agar pengajuan kredit tidak ditolak oleh pihak bank.
Dalam pemaparannya, ia menyarankan agar pengajuan dana KUR BRI 2026 dilakukan secara langsung atau offline dengan mendatangi Kantor Unit, KCP, atau kantor cabang BRI terdekat. Langkah ini dinilai lebih efektif karena memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah antara calon peminjam dan petugas bank.
Disarankan Ajukan KUR BRI Secara Offline
Pengajuan dana KUR BRI sebenarnya bisa dilakukan secara online. Namun, pengajuan langsung ke kantor bank dinilai memberikan kejelasan lebih bagi pemohon. Dengan datang langsung, calon debitur dapat mengetahui proses survei, penilaian kelayakan usaha, hingga alasan pengajuan diterima atau ditolak.
Petugas BRI, baik mantri maupun marketing, akan melakukan survei lapangan untuk menilai usaha yang dijalankan. Penilaian tersebut menjadi dasar utama bank dalam menentukan kelayakan pinjaman.
KTP dan Lokasi Usaha Berbeda, Ini Solusinya
Banyak pelaku usaha memiliki lokasi usaha yang berbeda dengan alamat KTP. Dalam kondisi ini, pemohon disarankan mengajukan dana KUR BRI 2026 di kantor BRI yang berada di wilayah tempat usaha dijalankan.
Sebagai contoh, jika KTP berasal dari Bandung tetapi usaha berada di Jakarta, maka pengajuan sebaiknya dilakukan di BRI unit wilayah Jakarta. Bank nantinya akan memverifikasi keberadaan usaha dan tempat tinggal, serta memungkinkan pemohon melampirkan surat keterangan domisili sebagai pendukung administrasi.
Jika pengajuan di lokasi usaha ditolak, pemohon masih dapat mencoba kembali di wilayah sesuai domisili KTP.
Syarat Pengajuan Dana KUR BRI 2026
Terkait persyaratan, terdapat sejumlah dokumen yang wajib disiapkan. Pertama, usia minimal pemohon adalah 21 tahun, baik sudah menikah maupun belum menikah. Bagi yang sudah menikah, wajib melampirkan KTP suami-istri serta buku nikah. Sementara yang belum menikah cukup melampirkan KTP dan surat keterangan belum menikah.
Dokumen lainnya meliputi Kartu Keluarga (KK), NPWP untuk pengajuan pinjaman di atas Rp50 juta, serta surat keterangan usaha yang diterbitkan oleh kelurahan atau desa setempat. Jika tidak tersedia secara offline, surat keterangan usaha juga dapat diajukan secara online melalui layanan resmi pemerintah.
Soal Jaminan, Masih Jadi Perdebatan
Isu jaminan dalam cara pinjam dana KUR BRI 2026 masih menjadi perbincangan. Secara aturan pemerintah, KUR di bawah Rp100 juta tidak diwajibkan memiliki agunan tambahan. Namun di lapangan, kebijakan bank kerap berbeda.
Untuk mengantisipasi penolakan, calon debitur disarankan tetap menyiapkan jaminan tambahan seperti BPKB kendaraan, sertifikat tanah, sawah, atau kebun. Meski demikian, pengajuan tanpa jaminan tetap bisa dicoba terlebih dahulu, tergantung pada hasil analisis bank terhadap usaha dan riwayat kredit pemohon.
Pentingnya Menjaga Komitmen Angsuran
Bank juga menekankan pentingnya tanggung jawab debitur dalam membayar angsuran tepat waktu. Meski KUR mendapatkan subsidi bunga dari pemerintah, dana yang disalurkan tetap merupakan dana perbankan.
Keterlambatan atau kredit macet akan berdampak pada catatan SLIK OJK dan berpengaruh terhadap pengajuan kredit lain di masa mendatang, termasuk kredit kendaraan atau perumahan.
Solusi Pembiayaan UMKM di 2026
Dengan memahami cara pinjam dana KUR BRI 2026 secara menyeluruh, pelaku usaha diharapkan dapat menyiapkan dokumen dengan matang dan memilih skema pengajuan yang paling sesuai. KUR BRI masih menjadi solusi pembiayaan utama bagi UMKM untuk menjaga kelangsungan dan pengembangan usaha di tahun 2026.
Editor : Natasha Eka Safrina