Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Gempa Megathrust Pacitan Trending 500 Ribu Pencarian, Satu Warga Meninggal dan Puluhan Bangunan Rusak

Natasha Eka Safrina • Minggu, 8 Februari 2026 | 14:45 WIB

Gempa Megathrust Pacitan magnitudo 6,2 trending 500 ribu pencarian. Satu warga meninggal, rumah dan fasilitas umum rusak.
Gempa Megathrust Pacitan magnitudo 6,2 trending 500 ribu pencarian. Satu warga meninggal, rumah dan fasilitas umum rusak.

PACITAN – Gempa Megathrust Pacitan yang terjadi pada Jumat dini hari menjadi perhatian nasional dan langsung menempati daftar topik terpopuler dengan ratusan ribu pencarian di mesin pencari. Hingga siang hari, isu gempa Megathrust Pacitan tercatat mencapai lebih dari 500 ribu pencarian, seiring munculnya laporan kerusakan bangunan hingga korban jiwa.

Gempa Megathrust Pacitan awalnya dilaporkan berkekuatan magnitudo 6,4 sebelum diperbarui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi magnitudo 6,2. Gempa terjadi sekitar pukul 00.06 WIB dengan episenter di laut, sekitar 68 kilometer tenggara Pacitan, pada kedalaman 58 kilometer.

BMKG menyatakan gempa Megathrust Pacitan merupakan gempa tektonik menengah yang terjadi di zona subduksi atau pertemuan lempeng di selatan Pulau Jawa. Meski berjenis megathrust, BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Baca Juga: BMKG Sebut Gempa Megathrust Indonesia Tinggal Menunggu Waktu: Simak Peta 13 Titik Zona Merah dan Jejak Tsunami Purba di Selatan Jawa

BMKG: Gempa Megathrust Tapi Tidak Picu Tsunami

Pelaksana Harian Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa Megathrust Pacitan terjadi di zona subduksi aktif, namun energinya masih tergolong menengah. “Kita patut bersyukur karena magnitudonya enam koma. Dari hasil pemodelan, gempa ini tidak memicu potensi tsunami,” ujarnya.

Wijayanto menambahkan, gempa di zona megathrust dengan magnitudo di atas 7 baru berpotensi menimbulkan tsunami di selatan Jawa. Karena itu, BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini tsunami meski gempa dirasakan sangat luas.

Guncangan Terasa Hingga DIY dan Jawa Barat

Dampak gempa Megathrust Pacitan dirasakan di berbagai daerah. Selain Pacitan, guncangan dilaporkan terasa hingga Trenggalek dan Blitar di Jawa Timur, Bantul, Gunungkidul, dan Yogyakarta di Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Klaten dan wilayah Jawa Tengah.

BMKG bahkan mencatat sebagian masyarakat di Jawa Barat hingga Cilacap dan Cirebon ikut merasakan getaran. Luasnya sebaran guncangan dipengaruhi oleh karakter gempa zona penunjaman yang mampu merambat jauh ke daratan.

Baca Juga: Ngeri! Skenario Terburuk Gempa Megathrust Selatan Jawa: Pakar Ingatkan Potensi Tsunami 30 Meter yang Tersembunyi dalam Diamnya Samudera

Data BPBD: Rumah, Sekolah, hingga Kantor Rusak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan mencatat dampak kerusakan akibat gempa Megathrust Pacitan cukup signifikan. Hingga siang hari, terdapat lima rumah warga yang dilaporkan rusak, empat di Kecamatan Pacitan dan satu rumah di Kecamatan Pringkuku.

Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga terdampak. Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko, menyebut beberapa sekolah mengalami kerusakan, di antaranya SMP Negeri 4 Ngadirojo dan madrasah ibtidaiyah di wilayah Pacitan. Kantor desa di Desa Bubakan, Kecamatan Tulakan, serta kantor Dinas Koperasi juga dilaporkan mengalami kerusakan.

“Kategori kerusakan mulai dari ringan seperti genteng melorot, keretakan dinding, hingga beberapa bangunan yang masuk kategori rusak berat,” ujar Erwin.

Satu Warga Meninggal, Puluhan Luka di Bantul

BPBD Pacitan juga mengonfirmasi adanya satu warga meninggal dunia di Kecamatan Ngadirojo. Namun, korban tersebut tidak meninggal akibat tertimpa bangunan. “Yang bersangkutan sempat menyelamatkan diri, lalu setelah gempa reda mengalami ambruk dan dinyatakan meninggal di puskesmas,” kata Erwin.

Baca Juga: Ngeri! Pakar Ungkap Skenario Terburuk Gempa Megathrust Selatan Jawa: Tsunami 30 Meter Bisa Sapu Pesisir dalam Hitungan Menit

Sementara itu, dampak gempa Megathrust Pacitan juga dirasakan di Kabupaten Bantul, DIY. BPBD Bantul melaporkan tiga rumah rusak, satu tempat ibadah rusak, serta tujuh warga mengalami luka-luka akibat tertimpa material bangunan dan genteng.

Gempa Susulan Capai 21 Kali

BMKG mencatat sedikitnya 21 kali gempa susulan pascagempa utama. Gempa susulan berkekuatan magnitudo 2 hingga 4 tersebut tidak dirasakan masyarakat karena pusat gempa berada cukup jauh dari daratan.

Aktivitas warga Pacitan terpantau kembali normal sejak pagi hari. Sekolah, perkantoran, dan kegiatan ekonomi berjalan seperti biasa. Namun, BPBD mengimbau warga tetap waspada dan tidak mendekati wilayah pantai setelah gempa.

“Kami masih menemukan warga yang justru berada di pinggir pantai pascagempa. Ini sangat tidak dianjurkan,” tegas Erwin.

Baca Juga: Waspada Gempa Megathrust Pacitan: Jejak Sejarah Tsunami Dahsyat 1840 Terulang Kembali di Pesisir Selatan Jawa?

Imbauan Kesiapsiagaan

BPBD dan BMKG mengingatkan masyarakat untuk memahami jalur evakuasi, menata furnitur rumah agar tidak menghalangi penyelamatan diri, serta hanya mengakses informasi resmi. Gempa Megathrust Pacitan menjadi pengingat pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan di wilayah selatan Jawa yang rawan aktivitas tektonik.

Editor : Natasha Eka Safrina
#bpbd pacitan #bmkg gempa #gempa jawa timur #gempa pacitan hari ini #gempa megathrust