Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kisah Sukses Bisnis Marmer Online Bintang Antik Sejahtera, Bangkit dari Tertipu Rp400 Juta hingga Raih Orderan Besar Tanpa Riba

Novica Satya Nadianti • Senin, 9 Februari 2026 | 16:23 WIB

Kisah sukses bisnis marmer online Bintang Antik Sejahtera bangkit dari kerugian ratusan juta hingga berkembang pesat tanpa riba.
Kisah sukses bisnis marmer online Bintang Antik Sejahtera bangkit dari kerugian ratusan juta hingga berkembang pesat tanpa riba.

JAKARTA - Kisah sukses bisnis marmer online Bintang Antik Sejahtera milik Imam Machfudin menjadi inspirasi bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Berawal dari perjuangan jatuh bangun, usaha yang berbasis di Desa Campurdarat, Tulungagung, Jawa Timur, ini kini berkembang pesat dengan strategi pemasaran digital dan komitmen menjalankan bisnis tanpa riba.

Imam Machfudin, pemilik Bintang Antik Sejahtera, menuturkan bahwa bisnis marmer online yang dirintis sejak 2009 awalnya bukan pilihan populer. Saat itu, pemasaran melalui internet masih sangat terbatas, bahkan hanya segelintir pelaku usaha yang memanfaatkan platform digital untuk menjual produk marmer.

Ia menjelaskan, keberhasilan bisnis marmer online miliknya didorong strategi yang berfokus pada tiga kata kunci utama, yakni pasar domestik, penjualan retail langsung ke end-user, serta optimalisasi pemasaran digital. Strategi tersebut membuat usahanya mampu bertahan dan berkembang hingga saat ini.

Strategi Pemasaran Digital Jadi Kunci

Menurut Imam, pada awal merintis usaha, mayoritas pengrajin marmer lebih memilih menjual produk melalui showroom atau distributor di kota besar. Namun, ia memilih jalur berbeda dengan menyasar konsumen langsung melalui internet.

“Dulu hanya lima sampai tujuh pelaku usaha yang menggunakan pemasaran online. Kami memilih membuat website sendiri dan fokus ke penjualan retail,” ujarnya.

Strategi tersebut memberikan sejumlah keuntungan, mulai dari perputaran uang yang lebih cepat, distribusi pasar yang lebih luas, hingga peningkatan jumlah pelanggan. Dengan pendekatan ini, Bintang Antik Sejahtera mampu menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.

Selain membangun website, Imam juga memanfaatkan berbagai platform digital marketing, termasuk marketplace, media sosial, direktori bisnis, hingga layanan peta digital. Bahkan, saat ini ia memiliki sekitar 20 staf khusus yang menangani pemasaran online.

Pernah Tertipu Rp400 Juta

Perjalanan bisnis Imam tidak selalu mulus. Ia mengaku pernah mengalami kerugian besar akibat penipuan dalam transaksi ekspor. Saat itu, ia menerima pesanan empat kontainer marmer dengan pembayaran uang muka 50 persen.

Namun, setelah pengiriman berjalan, pembeli menghilang dan transaksi dinyatakan penipuan. Imam harus menanggung kerugian sekitar Rp400 juta. Peristiwa tersebut menjadi salah satu titik terendah dalam perjalanan usahanya.

“Jatuh bangun itu hal biasa dalam bisnis. Dari pengalaman itu, saya belajar pentingnya manajemen keuangan dan kehati-hatian dalam memilih mitra bisnis,” katanya.

Titik Balik dari Pengalaman Spiritual

Imam juga membagikan pengalaman spiritual yang menjadi titik balik kebangkitan bisnisnya. Ia pernah menghadapi kondisi sulit hingga tidak mampu membeli susu anaknya. Dalam kondisi tersebut, ia justru menyumbangkan uang terakhir yang dimilikinya.

Tak lama setelah kejadian itu, ia mendapatkan pesanan marmer dari seorang pelanggan dengan keuntungan bersih sekitar Rp5 juta. Baginya, pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting tentang keyakinan, ketekunan, dan komitmen dalam menjalankan usaha.

Produk Unggulan dan Ekspansi Bisnis

Saat ini, Bintang Antik Sejahtera memiliki lebih dari 2.000 varian produk marmer yang terbagi dalam 31 kategori. Produk unggulan meliputi prasasti marmer, piala dan trofi, kijing makam, wastafel, serta lantai marmer.

Selain itu, produk relief dan patung juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi kolektor seni. Usaha tersebut kini mempekerjakan sekitar 50 karyawan dan puluhan pengrajin plasma.

Imam mengaku, ke depan pihaknya berencana mengembangkan pasar ekspor. Infrastruktur digital untuk ekspansi tersebut sudah dipersiapkan, meski pelaksanaannya masih menunggu momentum yang tepat.

Konsisten Menjalankan Bisnis Tanpa Riba

Salah satu prinsip utama yang dipegang Imam adalah menjalankan usaha tanpa menggunakan sistem pembiayaan berbasis riba. Ia bahkan pernah menolak tawaran pinjaman lunak dari lembaga keuangan karena alasan prinsip.

Menurutnya, pertumbuhan bisnis secara organik memang cenderung lebih lambat. Namun, cara tersebut dinilai lebih aman dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

“Kami fokus menebar manfaat dengan membuka lapangan kerja dan membantu pengrajin lokal. Itu yang menjadi nilai utama dalam menjalankan usaha,” jelasnya.

Kisah Bintang Antik Sejahtera menunjukkan bahwa kombinasi strategi digital, ketekunan, serta nilai-nilai prinsip dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun bisnis yang berkelanjutan.

 

Editor : Novica Satya Nadianti
#strategi pemasaran digital #usaha tanpa riba #Pengusaha Tulungagung