TULUNGAGUNG – Kisah sukses usaha jualan durian online yang dijalankan Reni Kisawati menjadi sorotan publik. Perempuan asal Desa Pulirejo, Tulungagung, Jawa Timur ini berhasil membangun bisnis buah dari nol hingga mampu menjual durian dan berbagai buah lainnya hingga satu truk per hari.
Perjalanan Reni dalam merintis jualan durian online tidaklah mudah. Ia mengaku sempat mengalami kondisi ekonomi yang sangat sulit bersama suaminya, Radi Trelowisa. Bahkan, keduanya pernah tidak memiliki uang sama sekali hingga kesulitan membeli kebutuhan anak.
Reni menceritakan, awalnya ia dan suami hanya berjualan pisang crispy dan es buah secara online. Saat itu, penghasilan yang didapat tidak menentu dan sering kali dagangan tidak laku.
“Saya ingat betul waktu itu mau makan saja beras habis, uang Rp1.000 pun tidak ada. Pampers anak juga habis, jadi saya terus promosi jualan lewat media sosial supaya ada pembeli,” ujarnya.
Berawal dari Durian Titipan Saudara
Peluang usaha muncul saat kakak Reni yang berjualan durian mengalami penurunan penjualan di pasar. Dari situ, Reni mencoba menjual durian secara online dengan sistem titipan tanpa modal.
Ia hanya menyimpan sekitar 20 buah durian di rumah dan mempromosikannya melalui media sosial. Tak disangka, durian tersebut langsung laku. Penjualan terus meningkat hingga mencapai setengah ton dalam satu malam, khususnya saat momen malam takbiran.
“Awalnya cuma satu dua buah, lama-lama jadi puluhan sampai satu pickup bahkan satu truk sehari habis. Semua dari modal nol karena barang titipan saudara,” jelasnya.
Setelah sukses menjual durian, Reni mulai memperluas usaha dengan menjual berbagai buah lokal seperti duku, alpukat, hingga sawo. Kini, usahanya juga merambah penjualan sayur dan melayani penjualan grosir.
Strategi Promosi Lewat Media Sosial
Kesuksesan usaha Reni tidak lepas dari strategi pemasaran digital. Ia rutin mempromosikan dagangannya melalui TikTok, Facebook, Instagram, hingga marketplace.
Reni bahkan melakukan siaran langsung setiap hari untuk menawarkan produk buah kepada pelanggan. Ia mengaku hampir tidak pernah berhenti membuat konten promosi.
“Saya setiap hari posting dan live. Dari TikTok justru paling banyak pembeli datang. Bahkan banyak pelanggan dari luar kota seperti Kediri, Blitar, Lamongan, hingga Jakarta,” katanya.
Selain penjualan eceran, Reni juga melayani pengiriman buah ke luar daerah seperti Kalimantan. Pengiriman dilakukan melalui ekspedisi, kereta api, hingga bus agar buah tetap segar saat sampai ke pelanggan.
Omzet Ratusan Juta Saat Lebaran
Reni mengungkapkan, momen penjualan tertinggi biasanya terjadi menjelang Lebaran. Dalam tiga hari sebelum malam takbiran, omzet penjualan bisa mencapai Rp250 juta hingga Rp300 juta.
Namun, ia menegaskan angka tersebut merupakan omzet, bukan keuntungan bersih. Keuntungan diperoleh dari selisih harga jual yang biasanya hanya sekitar Rp1.000 hingga Rp4.000 per buah.
“Yang penting perputaran barang cepat. Walaupun untung sedikit, kalau volume besar tetap menghasilkan,” ungkapnya.
Bangun Usaha Sekaligus Bantu Petani Lokal
Selain meraih keuntungan, Reni juga berkomitmen membantu petani lokal. Ia membeli berbagai hasil panen warga sekitar, termasuk buah dengan kualitas kurang sempurna.
Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya membantu petani, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
“Saya ingin usaha ini juga bermanfaat bagi orang lain. Banyak petani dan warga desa yang sekarang menjual hasil panennya ke sini,” jelasnya.
Reni berharap kisahnya dapat memotivasi masyarakat, terutama pelaku usaha kecil, agar tidak takut memulai bisnis meski tanpa modal besar. Ia menekankan pentingnya kerja keras, ketekunan, serta konsistensi dalam memanfaatkan media sosial.
Editor : Novica Satya Nadianti