TULUNGAGUNG – Perjalanan panjang usaha kuliner dijalani Tuti Sunarni Elok atau yang dikenal sebagai Bu Elok. Perempuan berusia 68 tahun ini berhasil mempertahankan bisnis kue dan donat selama lebih dari empat dekade, bahkan kini mampu memproduksi hingga 500 donat per hari dengan bahan premium.
Usaha kuliner Bu Elok bermula sekitar 43 tahun lalu. Awalnya, ia bukan pelaku bisnis makanan, melainkan bekerja sebagai pembantu bidan di Trenggalek. Namun, setelah mengikuti suami pindah ke Tulungagung, ia mulai mencari peluang usaha dari hobi memasak.
Kecintaannya pada dunia kuliner semakin berkembang saat mengikuti lomba resep keluarga di majalah Kartini. Ia berhasil meraih juara pertama tingkat daerah melalui menu kelinci panggang, bahkan kemudian meraih juara dua tingkat nasional setelah memasak di Universitas Trisakti, Jakarta.
“Sejak itu saya dikenal pintar masak, lalu mulai menerima pesanan catering,” ujar Bu Elok.
Dari Catering hingga Donat Legendaris
Bisnis Bu Elok berkembang pesat melalui usaha catering dan produksi jajanan pasar. Ia juga dikenal sebagai pelopor penyedia jajanan nampan kecil di Tulungagung.
Perjalanan menuju bisnis donat dimulai ketika Bu Elok menyarankan pelanggan pengajian untuk memesan donat sebagai alternatif konsumsi. Ternyata, produk tersebut mendapat respons positif dari pelanggan hingga permintaan terus meningkat.
Bahkan, sebuah pondok pesantren di daerahnya pernah memesan donat dalam jumlah besar secara rutin. Hal itu membuat Bu Elok semakin yakin membuka outlet donat sendiri.
Saat ini, usaha donat miliknya mampu memproduksi minimal 300 donat per hari. Pada hari tertentu, produksinya bisa mencapai 500 donat.
“Kalau 300 itu tidak pernah turun. Tapi bisa sampai 500 per hari,” jelasnya.
Gunakan Bahan Premium
Bu Elok mengaku mempertahankan kualitas produk menjadi kunci utama keberlangsungan usahanya. Ia sengaja menyasar pasar menengah ke atas dengan menggunakan bahan baku premium.
Salah satu bahan utama yang digunakan adalah tepung impor dengan harga empat kali lebih mahal dibanding tepung biasa. Selain itu, ia juga menggunakan butter berkualitas tinggi dan telur segar langsung dari peternak.
“Kualitas harus dijaga. Donat saya dikenal enak karena bahan bakunya memang premium,” katanya.
Harga donat yang dijual Bu Elok bervariasi mulai dari sekitar Rp2.000 hingga Rp6.000 per buah, tergantung jenis topping dan bahan yang digunakan.
Aktif Membimbing Generasi Muda
Selain fokus berbisnis, Bu Elok juga dikenal aktif membagikan ilmu kepada generasi muda. Ia rutin menerima siswa SMK untuk praktik kerja industri di rumah produksinya.
Ia mengaku tidak pernah menyembunyikan resep pembuatan kue maupun donat kepada para siswa. Menurutnya, berbagi ilmu menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Anak-anak praktik saya ajari semua, bukan cuma disuruh kerja saja. Saya ingin ilmu ini bermanfaat,” ujarnya.
Bu Elok juga dipercaya menjadi Ketua Paguyuban Tukang Kue Tulungagung serta aktif dalam organisasi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI).
Tetap Semangat di Usia Senja
Meski usianya tidak lagi muda, Bu Elok masih terlibat langsung dalam proses produksi donat. Ia biasanya mulai membantu pembuatan adonan sejak setelah salat subuh hingga karyawan datang.
Baginya, kesuksesan usaha tidak hanya diukur dari keuntungan, tetapi juga dari manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain, termasuk membuka lapangan kerja dan membantu pengusaha pemula.
“Saya ingin bisa terus berbagi ilmu dan membantu orang lain. Itu yang membuat saya bahagia,” tuturnya.
Bu Elok berharap usahanya dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani memulai usaha kuliner dengan menjaga kualitas produk serta konsistensi pelayanan.
Editor : Novica Satya Nadianti