Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Niko dan Anita Bangun Dessert Cafe di Tulungagung, Berawal Modal Rp5 Juta hingga Punya Kru dan Pelanggan Loyal

Novica Satya Nadianti • Senin, 9 Februari 2026 | 16:56 WIB

Kisah Niko dan Anita membangun dessert cafe Karamelan di Tulungagung, dimulai dari modal Rp5 juta hingga memiliki pelanggan loyal.
Kisah Niko dan Anita membangun dessert cafe Karamelan di Tulungagung, dimulai dari modal Rp5 juta hingga memiliki pelanggan loyal.

TULUNGAGUNG – Pasangan suami istri Niko Deswen Putra dan Anita Wahyustasari membuktikan usaha kuliner bisa berkembang meski dimulai dari modal terbatas. Lewat dessert cafe bernama Karamelan, keduanya sukses membangun bisnis dari dapur rumah hingga memiliki pelanggan loyal.

Niko yang kini berusia 31 tahun mengaku sejak kuliah sudah bercita-cita menjadi pengusaha. Ia sempat mencoba berbagai usaha kecil, mulai dari warung jus, reseller sepatu, hingga jual ikan koi. Meski beberapa usaha tersebut tidak berjalan mulus, ia menganggap pengalaman itu sebagai proses belajar.

“Dulu buka warung jus waktu kuliah. Tiga bulan bangkrut, tapi ilmunya kepakai sampai sekarang,” ujar Niko.Baca Juga: Kisah Bu Elok Tulungagung, 43 Tahun Berjualan Kue hingga Donat Premium, Produksi Tembus 500 Buah per Hari

Bisnis dessert mereka mulai dirintis sekitar 2021 saat masih tinggal di Surabaya. Usaha tersebut berawal dari keinginan Niko agar istrinya bisa bekerja dari rumah setelah menikah. Ia kemudian membelikan oven dan mixer sebagai modal awal.

“Modal awal sekitar Rp5 juta, untuk beli oven, mixer, dan perlengkapan dapur lainnya,” jelasnya.

Pindah ke Tulungagung dan Bangun Usaha dari Rumah

Setelah bisnis online di Surabaya mulai berkembang, pasangan ini memutuskan pindah ke Tulungagung. Keputusan tersebut sempat menimbulkan keraguan karena pasar kota kecil dianggap berbeda dengan kota besar.

Namun, mereka tetap mencoba membangun usaha dari rumah keluarga di kawasan Bago. Promosi awal dilakukan melalui endorsement akun kuliner lokal, yang ternyata langsung menarik minat masyarakat.

“Orang Tulungagung justru senang datang langsung ambil pesanan, beda dengan Surabaya yang lebih banyak delivery,” kata Anita.

Lokasi usaha mereka bahkan berada di dalam gang. Meski demikian, pasangan ini tetap optimistis karena percaya rezeki sudah diatur dan usaha harus dijalankan dengan keyakinan.

Mengutamakan Kualitas dan Inovasi Produk

Karamelan mengusung konsep dessert cafe dengan menu makanan ringan, bukan makanan berat. Mereka juga menghadirkan suasana kafe yang nyaman dan ramah keluarga.

Menu yang disajikan dikembangkan melalui riset panjang. Bahkan, mereka kerap meminta masukan pelanggan sebelum meluncurkan produk baru. Salah satu contohnya adalah pizza yang mereka sesuaikan dengan selera lokal tanpa menghilangkan ciri khas aslinya.

“Kami selalu melakukan inovasi. Ada beberapa menu yang sudah siap tapi masih kami riset sebelum diluncurkan,” jelas Niko.

Baca Juga: Sejarah Imlek Penuh Mitos dan Legenda: Dari Monster Nian, Angpau Penolak Hantu, hingga Bait Sajak Musim Semi

Ia menegaskan bisnisnya tidak mengikuti tren secara latah. Menurutnya, inovasi harus didasarkan pada kemampuan dan nilai produk yang ditawarkan.

Bangun Bisnis dengan Prinsip Kepercayaan dan Kepedulian

Selain fokus pada produk, Niko juga menekankan pentingnya hubungan dengan kru usaha. Ia mengaku tidak suka menganggap pekerja sebagai sumber daya semata, melainkan sebagai bagian penting dari keberlangsungan bisnis.

“Kalau kru tidak ada, bisnis ini tidak jalan. Saya selalu anggap gaji mereka itu rezeki yang dititipkan lewat saya,” katanya.

Pasangan ini juga menanamkan prinsip berbagi sebagai bagian dari bisnis. Mereka meyakini usaha yang dijalankan tidak hanya untuk keuntungan, tetapi juga memberi manfaat bagi orang lain.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Menjalankan bisnis bersama pasangan bukan tanpa tantangan. Anita mengaku harus menyesuaikan peran sebagai pengusaha sekaligus ibu rumah tangga. Meski begitu, ia merasa lebih menikmati pekerjaan dibanding saat menjadi karyawan.

Menurut mereka, kunci keberhasilan usaha adalah konsistensi kualitas produk, inovasi berkelanjutan, serta menjaga hubungan baik dengan pelanggan dan kru.

“Kami ingin usaha ini bukan hanya berkembang, tapi juga bisa memberi manfaat lebih luas,” ujar Anita.

Editor : Novica Satya Nadianti