Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jenis Kepribadian Manusia Menurut Hipokrates, Kenali Sanguinis, Koleris, Melankolis, hingga Phlegmatis dan Ciri-Cirinya

Novica Satya Nadianti • Senin, 9 Februari 2026 | 20:57 WIB

Jenis kepribadian manusia menurut Hipokrates meliputi sanguinis, koleris, melankolis, dan phlegmatis. Kenali ciri dan karakter masing-masing.
Jenis kepribadian manusia menurut Hipokrates meliputi sanguinis, koleris, melankolis, dan phlegmatis. Kenali ciri dan karakter masing-masing.

JAKARTA - Jenis kepribadian manusia menjadi salah satu topik penting dalam psikologi yang membantu seseorang memahami karakter diri sendiri maupun orang lain. Para ahli telah lama meneliti jenis kepribadian manusia untuk mengetahui bagaimana perilaku, pola pikir, hingga interaksi sosial seseorang terbentuk.

Dalam kajian psikologi, jenis kepribadian manusia dipengaruhi berbagai faktor, baik dari dalam diri individu maupun lingkungan sekitar. Pemahaman terhadap jenis kepribadian manusia dinilai mampu membantu seseorang menjalin hubungan sosial yang lebih baik serta meningkatkan kualitas pengembangan diri.

Salah satu teori populer mengenai jenis kepribadian manusia dikemukakan oleh tokoh psikologi klasik, Hipokrates. Ia membagi karakter manusia menjadi empat tipe utama, yakni sanguinis, koleris, melankolis, dan phlegmatis. Setiap tipe memiliki ciri khas, kelebihan, hingga kelemahan masing-masing.

Pengertian Kepribadian Menurut Para Ahli

Sigmund Freud memandang kepribadian manusia sebagai struktur yang terdiri dari tiga sistem utama, yakni id, ego, dan superego. Menurut Freud, tingkah laku manusia merupakan hasil konflik sekaligus penyeimbang dari ketiga sistem tersebut.

Sementara itu, Gordon Allport mendefinisikan kepribadian sebagai organisasi dinamis dalam diri individu yang memengaruhi perilaku dan pola pikir secara khas. Ia menekankan bahwa kepribadian manusia merupakan sistem psikofisik yang menyatukan jiwa dan raga sehingga tidak dapat dipisahkan.

Allport juga menegaskan bahwa setiap individu memiliki karakter unik. Artinya, tidak ada dua orang yang memiliki kepribadian yang benar-benar sama.

Faktor Pembentuk Kepribadian Manusia

Kepribadian manusia terbentuk melalui kombinasi faktor internal dan eksternal. Faktor internal berkaitan dengan aspek genetis atau biologis yang diwariskan sejak lahir. Sementara faktor eksternal meliputi pengalaman sosial, lingkungan keluarga, hingga perubahan kondisi sosial di sekitar individu.

Pengaruh lingkungan, seperti pola asuh keluarga dan interaksi sosial, berperan besar dalam membentuk corak kepribadian seseorang. Perpaduan antara faktor bawaan dan lingkungan inilah yang menciptakan karakter unik pada setiap individu.

Empat Jenis Kepribadian Manusia Menurut Hipokrates

Hipokrates mengelompokkan jenis kepribadian manusia berdasarkan unsur alam, seperti panas, dingin, basah, dan kering. Berikut empat tipe kepribadian yang paling dikenal.

1. Kepribadian Sanguinis

Tipe sanguinis dikenal sebagai individu yang optimistis, aktif, dan memiliki selera humor tinggi. Mereka biasanya mudah bersosialisasi, ekspresif, serta penuh semangat.

Orang dengan kepribadian sanguinis sering menjadi pusat perhatian dalam lingkungan sosial. Mereka juga memiliki kreativitas tinggi sehingga cocok bekerja di bidang seni, hiburan, kuliner, hingga pariwisata.

Namun, tipe ini memiliki kelemahan, seperti mudah bosan, kurang teratur, dan terkadang terlihat kurang peduli terhadap orang lain. Sanguinis umumnya membutuhkan pengakuan dan penghargaan dari lingkungan sekitarnya.

2. Kepribadian Melankolis

Melankolis dikenal sebagai pribadi yang sensitif, analitis, dan serius. Individu dengan tipe ini cenderung introvert, teliti, serta memiliki pemikiran mendalam.

Keunggulan melankolis terletak pada ketelitian, konsistensi, dan kepedulian tinggi terhadap keluarga. Mereka juga dikenal memiliki jiwa sosial yang kuat.

Meski demikian, tipe melankolis sering diliputi rasa khawatir dan cenderung lambat dalam mengambil keputusan. Profesi yang sesuai biasanya berkaitan dengan pekerjaan sosial, kesehatan, atau bidang yang membutuhkan ketelitian tinggi.

3. Kepribadian Koleris

Tipe koleris dikenal memiliki karakter tegas, mandiri, dan berjiwa pemimpin. Individu koleris cenderung rasional dan mampu mengambil keputusan secara cepat serta tepat.

Kepribadian ini sering ditemukan pada individu yang berkarier di bidang teknologi, teknik, akuntansi, hingga manajemen. Mereka dikenal memiliki fokus tinggi dan tidak mudah menyerah.

Namun, koleris juga memiliki kelemahan, seperti mudah bersikap keras kepala dan emosional. Individu tipe ini biasanya membutuhkan tantangan serta kesempatan untuk mengendalikan situasi.

4. Kepribadian Phlegmatis

Phlegmatis dikenal sebagai individu yang tenang, sabar, dan mudah bergaul. Mereka cenderung menyukai hubungan harmonis serta menghindari konflik.

Individu dengan tipe phlegmatis memiliki empati tinggi dan senang membantu orang lain. Karena sifatnya yang stabil dan ramah, mereka cocok bekerja di bidang sosial atau pelayanan masyarakat.

Kelemahan tipe ini adalah cenderung lambat dalam mengambil keputusan dan kurang berani menghadapi perubahan besar.

Ciri Kepribadian yang Matang

Selain mengenali jenis kepribadian manusia, psikologi juga menekankan pentingnya kematangan kepribadian. Individu yang memiliki kepribadian matang umumnya mampu menerima diri sendiri, termasuk kelebihan dan kekurangannya.

Mereka juga memiliki pegangan hidup yang kuat, mampu menjalin hubungan sosial dengan baik, serta memiliki perencanaan masa depan yang jelas. Kematangan kepribadian dinilai menjadi kunci untuk mencapai kehidupan sosial yang sehat dan stabil.

Memahami jenis kepribadian manusia dapat membantu seseorang mengenali potensi diri, meningkatkan kualitas hubungan sosial, sekaligus memaksimalkan kemampuan dalam berbagai bidang kehidupan.

Editor : Novica Satya Nadianti
#tipe kepribadian #psikologi kepribadian #jenis kepribadian manusia