Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Rekrutmen PPPK Badan Gizi Nasional Dibuka Lagi, 32.460 Formasi Siap Direbut, Tahap 2 Ditarget Aktif 1 Februari 2026

Novica Satya Nadianti • Senin, 9 Februari 2026 | 14:10 WIB

Rekrutmen PPPK Badan Gizi Nasional buka 32.460 formasi baru. Tahap 2 ditarget aktif 1 Februari 2026. Simak detail seleksi lengkapnya.
Rekrutmen PPPK Badan Gizi Nasional buka 32.460 formasi baru. Tahap 2 ditarget aktif 1 Februari 2026. Simak detail seleksi lengkapnya.

JAKARTA - Rekrutmen PPPK Badan Gizi Nasional terus bergulir dan menjadi perhatian banyak pencari kerja di sektor aparatur sipil negara. Pemerintah memastikan proses pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di lingkungan Badan Gizi Nasional dilakukan secara bertahap, termasuk penetapan jadwal aktif bagi peserta yang lolos seleksi.

Dalam keterangan terbaru, pemerintah menyebutkan bahwa proses rekrutmen PPPK Badan Gizi Nasional telah memasuki beberapa tahapan penting. Pada tahap pertama, sebanyak 2.080 peserta dinyatakan lulus dan resmi menjadi aparatur sipil negara (ASN) sejak 1 Juli 2025.

Sementara itu, tahap kedua rekrutmen PPPK Badan Gizi Nasional juga telah dilaksanakan dengan jumlah peserta yang jauh lebih besar. Seleksi ini melibatkan puluhan ribu peserta dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi, khususnya tenaga yang dibutuhkan dalam program penguatan layanan gizi nasional.

Tahap 1 Sudah Angkat 2.080 ASN

Pada tahap pertama, pemerintah memfokuskan pengangkatan pegawai melalui proses seleksi yang ketat. Sebanyak 2.080 peserta berhasil lolos dan telah mendapatkan status ASN sejak pertengahan 2025.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kelembagaan Badan Gizi Nasional dalam mendukung program peningkatan kualitas gizi masyarakat. Para pegawai yang lolos seleksi diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional dan mendukung program pemerintah di bidang kesehatan dan ketahanan pangan.

Proses rekrutmen tahap pertama juga menjadi dasar evaluasi bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas seleksi pada tahapan berikutnya.

Tahap 2 Libatkan Lebih dari 32 Ribu Peserta

Memasuki tahap kedua, jumlah peserta seleksi meningkat signifikan. Pemerintah mencatat sebanyak 32.000 peserta mengikuti proses seleksi. Dari jumlah tersebut, sekitar 31.250 formasi dikhususkan bagi kepala SPG yang berasal dari program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga membuka 750 formasi umum yang diperuntukkan bagi tenaga profesional. Formasi tersebut terbagi menjadi 375 posisi akuntan dan 375 tenaga gizi.

Para peserta telah menjalani serangkaian tahapan seleksi, termasuk Computer Assisted Test (CAT). Saat ini, peserta yang lolos sedang menjalani proses pengisian daftar riwayat hidup serta pengusulan nomor induk PPPK.

Pemerintah memperkirakan peserta yang lulus seleksi tahap kedua akan resmi diangkat menjadi PPPK mulai 1 Februari 2026. Tahapan administrasi menjadi kunci sebelum peserta memperoleh status kepegawaian secara resmi.

Pemerintah Siapkan Tahap 3 dan 4

Tidak berhenti pada dua tahap awal, pemerintah juga menyiapkan seleksi lanjutan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Badan Gizi Nasional. Proses ini dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

Dalam rencana terbaru, seleksi PPPK tahap ketiga dan keempat akan kembali dibuka untuk masyarakat umum. Pemerintah menargetkan masing-masing tahap menyediakan 32.460 formasi.

Pembukaan seleksi lanjutan ini diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi masyarakat untuk bergabung sebagai ASN sekaligus memperkuat sumber daya manusia di bidang gizi dan pengelolaan program kesehatan nasional.

Fokus Penguatan Layanan Gizi Nasional

Rekrutmen besar-besaran ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan gizi masyarakat. Keberadaan tenaga profesional, seperti akuntan dan tenaga gizi, dinilai sangat penting dalam mendukung efektivitas program pemerintah.

Selain meningkatkan kapasitas kelembagaan, perekrutan PPPK juga diharapkan mampu mempercepat implementasi program gizi yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan.

Dengan jumlah formasi yang terus bertambah, peluang menjadi PPPK di Badan Gizi Nasional terbuka lebar bagi masyarakat. Pemerintah menegaskan bahwa proses seleksi akan tetap dilakukan secara transparan dan berbasis kompetensi untuk mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas.

Editor : Novica Satya Nadianti
#rekrutmen pppk #seleksi pppk #Formasi PPPK 2026 #PPPK Badan Gizi Nasional