Gempa berkekuatan magnitudo 5,5 yang berpusat di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, terasa luas hingga Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, bahkan menyeberang ke Pulau Bali.
Guncangan kuat membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah.
Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa Pacitan terjadi pada Selasa pagi pukul 08.20 WIB.
Pusat gempa berada di darat sekitar 25 kilometer timur laut Pacitan dengan kedalaman 105 kilometer. BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Tak berselang lama, wilayah selatan Jawa kembali diguncang gempa kedua. Gempa susulan berkekuatan magnitudo 4,5 terjadi pada pukul 13.15 WIB dengan pusat gempa di 16 kilometer timur Bantul, DIY.
Kedalaman gempa yang relatif dangkal, yakni 11 kilometer, membuat getaran terasa cukup kuat di sejumlah wilayah.
Gempa Terasa Luas, Warga Panik
Guncangan gempa Pacitan 27 Januari 2026 dirasakan di berbagai daerah dengan intensitas berbeda. Di Pacitan, Tulungagung, dan Karangkates, getaran mencapai skala MMI III–IV.
Warga merasakan rumah bergoyang dan benda-benda ringan bergetar.
Sementara itu, di Malang, Blitar, Nganjuk, Ponorogo, Madiun, Kediri, hingga Jember, gempa terasa dengan skala MMI II–III. Di Bali, seperti Denpasar, Kuta, dan Karangasem, getaran juga dirasakan meski dalam intensitas lebih ringan.
Video amatir yang beredar luas di media sosial memperlihatkan detik-detik warga berlarian keluar rumah, sekolah, hingga fasilitas kesehatan.
Beberapa warga mengira ada kendaraan besar melintas sebelum menyadari terjadi gempa bumi.
Dampak Kerusakan dan Korban Luka
Hingga siang hari, BMKG menyebutkan belum ada laporan resmi korban jiwa akibat gempa Pacitan. Namun, sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan ringan.
Di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, gempa menyebabkan atap Kantor Kecamatan Dongko ambruk. Reruntuhan atap tersebut dilaporkan menimpa tiga pegawai dan menyebabkan luka ringan.
Para korban telah mendapatkan perawatan medis.
Kepanikan juga terjadi di sejumlah fasilitas publik. Di beberapa puskesmas dan rumah sakit, tenaga kesehatan dan pasien sempat keluar ruangan untuk menyelamatkan diri saat guncangan terjadi.
BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG menegaskan bahwa gempa Pacitan 27 Januari 2026 merupakan gempa bumi tektonik menengah dan tidak berpotensi tsunami.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG menyampaikan bahwa masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
“Informasi ini mengutamakan kecepatan untuk kewaspadaan dini. Data dampak gempa masih terus diperbarui,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpengaruh isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta mengikuti panduan keselamatan saat gempa terjadi.
Imbauan Kesiapsiagaan Gempa
Pasca gempa beruntun ini, masyarakat di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, dan Bali diimbau meningkatkan kewaspadaan.
Warga diminta memastikan kondisi bangunan aman sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah.
Jika terjadi gempa susulan, masyarakat diimbau segera mencari tempat aman, menjauhi bangunan rapuh, dan mengikuti prosedur keselamatan gempa bumi.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan situasi di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, BMKG belum mencatat adanya gempa susulan signifikan setelah gempa Bantul magnitudo 4,5.
Situasi di wilayah terdampak dilaporkan mulai kondusif, meski sebagian warga masih memilih berada di luar rumah sebagai langkah antisipasi.
Editor : Nabiyah Putri Wibowo