Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Terungkap! Misteri Megathrust Sunda, Peneliti Dunia Sebut Sumber Tekanan Gempa Besar Justru Dikendalikan dari Bawah Jawa

Lucky Naiha Syafira • Selasa, 10 Februari 2026 | 15:10 WIB

 

Riset terbaru ungkap misteri Megathrust Sunda, tekanan gempa besar Sumatera-Andaman ternyata dikendalikan dinamika lempeng bawah Jawa.
Riset terbaru ungkap misteri Megathrust Sunda, tekanan gempa besar Sumatera-Andaman ternyata dikendalikan dinamika lempeng bawah Jawa.

RADAR TULUNGAGUNG - Misteri mengapa gempa besar di zona Megathrust Sunda lebih sering terjadi di Sumatera hingga Andaman akhirnya mulai terjawab. Studi ilmiah terbaru mengungkap bahwa dinamika lempeng di bawah Jawa justru menjadi “pengendali tersembunyi” tekanan tektonik raksasa di kawasan tersebut.

Temuan penting soal Megathrust Sunda ini dipublikasikan pada 28 November 2025 dalam jurnal ilmiah Nature Communications melalui riset berjudul Bridging the Gap Between Subduction Dynamics and the Long-Term Strength of the Sunda Megathrust. Penelitian dipimpin Prof. Fabio A. Capitanio dan Dr. Tiagarajulu Golapali dari Monash University, Australia.

Studi tersebut menyoroti bahwa tekanan terbesar di sistem Megathrust Sunda ternyata terakumulasi kuat di segmen Sumatera hingga Andaman. Padahal selama ini banyak perhatian tertuju pada selatan Jawa yang juga dikenal sebagai zona subduksi aktif.

Simulasi Superkomputer 3D Ungkap Mekanisme Tersembunyi

Para peneliti menggunakan simulasi superkomputer tiga dimensi berperforma tinggi untuk memodelkan zona subduksi Sunda secara menyeluruh. Model ini mencakup wilayah Jawa, Sumatera, hingga Kepulauan Andaman, disesuaikan dengan data pergerakan lempeng tektonik, kondisi geologi, serta deformasi kerak bumi yang terukur.

Hasil simulasi menunjukkan adanya tarikan lempeng bumi yang menunjam jauh di bawah Jawa. Tarikan ini berperan sebagai pengendali utama sistem tektonik regional. Gaya tersebut mendorong tekanan tektonik ke arah utara, menjangkau Sumatera sampai Andaman.

Dampaknya, wilayah Sumatera dan Andaman mengalami peningkatan oblique convergence atau tumbukan miring lempeng, pergerakan palung laut, serta penguatan kopling tektonik. Kombinasi faktor ini membuat segmen tersebut berpotensi menjadi lokasi gempa megathrust sangat besar, bahkan termasuk yang terkuat di dunia.

Baca Juga: TPG Februari 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Validasi, Estimasi Pencairan, dan Klarifikasi Isu Pemotongan yang Bikin Guru Resah

Mengapa Sumatera-Andaman Lebih Sering Gempa Besar?

Selama ini para ahli mencatat kejanggalan. Area utara Megathrust Sunda, yakni Sumatera dan Andaman, justru sering menjadi pusat gempa kolosal. Salah satu contohnya gempa dan tsunami Sumatera–Andaman 2004 berkekuatan magnitudo 9,3 yang memicu bencana global.

Padahal, secara teori, lempeng tektonik yang menyusup di kawasan tersebut tergolong lebih muda dan seharusnya tidak menghasilkan gempa sedahsyat itu. Namun model terbaru ini menunjukkan bahwa beban besar di sana bukan hanya berasal dari faktor lokal.

Aktivitas lempeng di bawah Jawa berfungsi layaknya jangkar raksasa yang menarik keseluruhan sistem tektonik di sekitarnya. Dengan kata lain, tekanan dari selatan Jawa ditransmisikan ke arah utara, menumpuk di Sumatera dan Andaman hingga mencapai kondisi kritis pemicu gempa besar.

Baca Juga: TPG THR 100% 2025 Belum Cair ke Rekening Guru, Dana dari Pusat Sudah 100 Persen, Ini Penjelasan dan Batas Waktu Resminya

Selatan Jawa Justru Berperan Sebagai “Peredam”

Temuan menarik lainnya, segmen megathrust di selatan Jawa justru berfungsi seperti peredam gempa raksasa. Gaya tekan yang sangat kuat di kawasan ini membuat bidang lempeng saling menghimpit rapat.

Kondisi tersebut menurunkan kemungkinan terbentuknya patahan raksasa yang bisa memicu gempa megathrust ekstrem. Artinya, meskipun selatan Jawa tetap rawan gempa, potensi gempa superbesar di sana dinilai lebih rendah dibanding segmen Sumatera–Andaman.

Para ilmuwan juga mengukur tingkat kekuatan gesekan di sepanjang jalur Megathrust Sunda bagian Sumatera–Andaman. Mereka menemukan titik kritis pada kedalaman tertentu yang secara tak terduga bertepatan dengan pusat gempa besar pada masa lalu.

Penting untuk Mitigasi Bencana di Asia Tenggara

Pemahaman baru tentang dinamika lempeng di bawah Jawa yang memengaruhi tekanan di Sumatera dan Andaman memberi dasar fisik kuat untuk menjelaskan pola gempa besar selama ini. Hal ini menjadi langkah penting dalam pengembangan strategi mitigasi gempa di Asia Tenggara.

Zona Megathrust Sunda sendiri dihuni sekitar 300 juta penduduk, termasuk Indonesia. Dengan risiko gempa dan tsunami besar yang nyata, hasil riset ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan bencana, perencanaan tata ruang, serta sistem peringatan dini.

Para peneliti menegaskan bahwa studi ini bukan untuk menimbulkan kepanikan, melainkan memperkuat sains kebencanaan. Semakin dipahami mekanisme Megathrust Sunda, semakin besar peluang mengurangi dampak bencana di masa depan.

Baca Juga: Tanggal 15 Jadi Penentu Pencairan Tunjangan Sertifikasi Guru, Ini Jadwal Lengkap dan Potensi Dana Hampir Rp30 Juta

Editor : Lucky Naiha Syafira
#mitigasi gempa #zona subduksi #Megathrust Sunda #gempa Sumatera Andaman #lempeng tektonik