Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Gempa Pacitan M6,4 Jenis Megathrust Guncang Jawa Timur, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Ayu Dhea Cheryl • Rabu, 11 Februari 2026 | 12:32 WIB

Peta lokasi episenter Gempa Pacitan M6,4 di laut selatan Jawa. BMKG memastikan gempa jenis megathrust ini tidak berpotensi tsunami meski getarannya terasa hingga Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY.
Peta lokasi episenter Gempa Pacitan M6,4 di laut selatan Jawa. BMKG memastikan gempa jenis megathrust ini tidak berpotensi tsunami meski getarannya terasa hingga Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY.

PACITAN – Gempa Pacitan M6,4 mengguncang wilayah selatan Jawa Timur pada Jumat, 6 Februari 2026 pukul 06.00 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut merupakan gempa tektonik jenis megathrust yang terjadi di zona subduksi selatan Pulau Jawa.

Berdasarkan analisis terkini BMKG, gempa Pacitan M6,4 memiliki episenter pada koordinat 8,98 derajat Lintang Selatan dan 111,18 derajat Bujur Timur. Lokasinya berada di laut, sekitar 89 kilometer arah tenggara Pacitan, dengan kedalaman 58 kilometer.

Meski tergolong gempa kuat, BMKG menegaskan gempa Pacitan M6,4 ini tidak berpotensi tsunami. Kepastian tersebut disampaikan setelah dilakukan analisis mekanisme sumber gempa dan parameter seismologinya.

Baca juga:Jenis Gempa Megathrust di Zona Subduksi

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dariono, menjelaskan bahwa gempa Pacitan ini termasuk kategori gempa megathrust. Jenis gempa ini terjadi di zona pertemuan dua lempeng tektonik, tepatnya di wilayah subduksi ketika lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng benua.

“Gempa Pacitan semalam merupakan jenis gempa megathrust yang tergambar dari mekanismenya berupa pergerakan naik (thrust fault) dengan kedalaman relatif dangkal,” ungkap Dariono melalui keterangan tertulis.

Megathrust sendiri dikenal sebagai zona patahan raksasa di batas lempeng tektonik. Di selatan Jawa, Lempeng Indo-Australia terus bergerak menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Aktivitas inilah yang kerap memicu gempa bumi tektonik di sepanjang pesisir selatan Jawa, termasuk Pacitan.

Dariono menambahkan, mekanisme patahan naik atau thrust fault terjadi ketika satu blok batuan terdorong naik ke atas blok lainnya akibat tekanan tektonik yang sangat kuat. Tekanan tersebut terakumulasi dalam waktu lama sebelum akhirnya dilepaskan dalam bentuk gempa.

Baca juga:Disyukuri Tidak Mencapai Magnitudo 7,0

BMKG menyebut patut disyukuri gempa Pacitan M6,4 tidak mencapai magnitudo 7,0. Pasalnya, jika kekuatannya lebih besar dan dangkal, potensi tsunami bisa saja muncul.

“Patut disyukuri bahwa gempa ini tidak mencapai magnitudo 7,0 karena jika itu terjadi dapat berpotensi tsunami,” tegas Dariono.

Secara umum, gempa megathrust memang identik dengan potensi tsunami, terutama jika pusat gempa berada di dasar laut dan memicu deformasi vertikal dasar laut. Namun dalam kasus gempa Pacitan kali ini, hasil analisis menunjukkan tidak ada indikasi pembangkitan tsunami.

Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan (aftershock). BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah tersebut.

Baca juga:Getaran Terasa hingga Jateng dan DIY

Guncangan gempa Pacitan M6,4 dilaporkan terasa di sejumlah wilayah di Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Warga sempat panik dan berhamburan keluar rumah saat merasakan getaran cukup kuat pada pagi hari.

Sejumlah laporan menyebutkan getaran dirasakan dengan intensitas sedang di beberapa daerah pesisir selatan Jawa. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi terkait kerusakan signifikan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.

Wilayah selatan Jawa memang dikenal sebagai kawasan rawan gempa bumi karena berada di jalur cincin api (Ring of Fire). Aktivitas tektonik di zona subduksi selatan Jawa menjadi sumber utama gempa tektonik berkekuatan besar.

Para ahli geologi menilai, kejadian gempa Pacitan M6,4 menjadi pengingat bahwa wilayah pesisir selatan Jawa memiliki potensi aktivitas seismik tinggi. Oleh karena itu, edukasi kebencanaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi hal krusial.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal resmi BMKG.

Dengan kondisi geografis Indonesia yang berada di pertemuan tiga lempeng besar dunia, gempa bumi merupakan fenomena alam yang tidak bisa dihindari. Namun dengan pemahaman yang baik serta sistem peringatan dini yang optimal, risiko dampak bencana dapat diminimalkan.

Gempa Pacitan M6,4 kali ini memang tidak memicu tsunami. Namun kewaspadaan dan kesiapan tetap menjadi kunci utama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gempa.

Editor : Ayu Dhea Cheryl
#zona subduksi selatan jawa #bmkg #gempa jawa timur #gempa megathrust