Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Viral MBG Menu Berbagi untuk Guru di Lumajang, Kafe Ini Sisihkan Rp5.000 per Porsi Demi Bantu Kesejahteraan Guru Honorer

Rosana Mar'atu Solikah • Kamis, 12 Februari 2026 | 12:35 WIB

MBG menu berbagi untuk guru di Lumajang viral. Kafe sisihkan Rp5.000 per porsi untuk bantu kesejahteraan guru honorer.
MBG menu berbagi untuk guru di Lumajang viral. Kafe sisihkan Rp5.000 per porsi untuk bantu kesejahteraan guru honorer.

RADAR TULUNGAGUNG – Program MBG menu berbagi untuk guru mendadak menjadi perhatian publik setelah sebuah kafe di Kabupaten Lumajang menghadirkan konsep unik yang menggabungkan bisnis kuliner dengan aksi sosial. Terinspirasi dari program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), inovasi ini justru berfokus membantu kesejahteraan guru honorer.

Adalah Magnolia Coffee and Space di Kelurahan Kepuharjo yang menggagas MBG menu berbagi untuk guru sebagai bentuk kepedulian terhadap tenaga pendidik non-PNS. Meski memiliki singkatan yang sama dengan program pemerintah, konsep ini memiliki makna berbeda: bukan “makan bergizi gratis”, melainkan “menu berbagi”.

Dalam praktiknya, setiap menu yang terjual tidak hanya memberikan makanan sehat kepada pelanggan, tetapi juga menyisihkan sebagian keuntungan untuk donasi. Langkah ini pun mendapat respons positif dari masyarakat sekaligus menjadi contoh gerakan sosial berbasis komunitas.

Konsep Menu Sehat Mirip Program Nasional

Secara tampilan, MBG menu berbagi untuk guru dikemas menyerupai program MBG pemerintah. Makanan disajikan dengan konsep bergizi lengkap, terdiri dari nasi, lauk berprotein, sayuran, susu, hingga buah.

Menu yang ditawarkan juga variatif dan berganti setiap hari. Mulai dari ayam goreng, ayam katsu teriyaki, ayam pop, hingga pilihan lainnya yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang.

Menariknya, makanan disajikan menggunakan wadah ompreng, kemasan yang identik dengan program makan bergizi. Hal ini membuat pelanggan langsung mengenali konsep yang diusung, meskipun tujuan sosialnya berbeda.

Pihak kafe menjual satu porsi menu tersebut seharga Rp25.000. Dari jumlah itu, sebesar Rp5.000 secara khusus dialokasikan sebagai santunan bagi guru honorer.

Latar Belakang Kepedulian Sosial

Pengelola Magnolia Coffee and Space mengungkapkan bahwa ide MBG menu berbagi untuk guru lahir dari realita kesejahteraan guru honorer yang masih terbatas. Mereka menilai para pendidik memiliki peran vital dalam mencerdaskan generasi bangsa, namun belum semuanya mendapatkan penghasilan memadai.

Melalui program ini, pelanggan tidak hanya membeli makanan, tetapi juga ikut berkontribusi membantu para guru.

“Alhamdulillah respons customer baik. Tingkat penjualan beberapa hari terakhir juga cukup bagus, dan komentar di media sosial semuanya positif,” ujar pihak pengelola.

Dana yang terkumpul nantinya disalurkan kepada guru honorer yang telah melalui proses survei tim internal. Penyaluran bantuan dilakukan secara rutin setiap pekan agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan.

Donasi Disalurkan Setiap Pekan

Program sosial ini tidak berhenti pada pengumpulan dana saja. Pengelola memastikan santunan benar-benar diberikan kepada pihak yang membutuhkan.

Dalam satu paket makanan, pelanggan akan mendapatkan nasi, chicken katsu, telur, susu, serta buah anggur. Selain harganya relatif terjangkau, konsep donasi membuat banyak pengunjung merasa pembelian mereka memiliki dampak sosial.

Salah satu pelanggan mengaku tertarik karena harga menu cukup murah dan sebagian uangnya didonasikan.

“Tertarik karena harganya Rp25.000 dan Rp5.000-nya disumbangkan untuk guru honorer,” ujarnya.

Diharapkan Jadi Inspirasi Pelaku Usaha

Program MBG menu berbagi untuk guru rencananya akan dijalankan secara rutin. Pengelola berharap langkah kecil ini dapat menginspirasi pelaku usaha kuliner lain untuk ikut terlibat dalam gerakan sosial serupa.

Konsep bisnis yang menggabungkan keuntungan dengan kepedulian dinilai mampu menciptakan dampak positif yang lebih luas, terutama bagi sektor pendidikan.

Di tengah berbagai tantangan kesejahteraan tenaga pendidik, inisiatif seperti ini menjadi angin segar. Kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha, dan komunitas diyakini dapat membantu meringankan beban guru honorer.

Jika semakin banyak pihak tergerak melakukan hal serupa, bukan tidak mungkin gerakan sosial berbasis komunitas akan menjadi kekuatan baru dalam mendukung dunia pendidikan Indonesia.

Editor : Rosana Mar'atu Solikah
#makan bergizi Lumajang #Tunjangan Profesi Guru Triwulan #MBG menu berbagi untuk guru #donasi untuk guru #guru honorer Lumajang