Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis 98P, Ini Dampak Cuaca Ekstrem yang Mengintai Sejumlah Wilayah Indonesia

Novica Satya Nadianti • Kamis, 12 Februari 2026 | 19:35 WIB

BMKG mendeteksi bibit siklon tropis 98P yang memicu potensi hujan lebat, gelombang tinggi, dan angin kencang di berbagai wilayah Indonesia.
BMKG mendeteksi bibit siklon tropis 98P yang memicu potensi hujan lebat, gelombang tinggi, dan angin kencang di berbagai wilayah Indonesia.

JAKARTA - BMKG mendeteksi kemunculan bibit siklon tropis 98P yang berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia. Meski peluang berkembang menjadi siklon tropis tergolong rendah, fenomena bibit siklon tropis 98P tetap memicu peningkatan intensitas hujan hingga angin kencang di beberapa daerah.

Informasi mengenai bibit siklon tropis 98P disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun resmi media sosialnya. Dalam pemantauan terbaru, bibit siklon tersebut terdeteksi berada di sekitar wilayah daratan utara Australia.

BMKG menjelaskan, sistem cuaca ini berpotensi memberikan dampak tidak langsung terhadap wilayah Indonesia, terutama berupa hujan sedang hingga lebat, gelombang tinggi, serta angin kencang di beberapa kawasan.

Terbentuk Sejak Akhir Januari

Berdasarkan pemantauan BMKG, bibit siklon tropis 98P mulai terbentuk sejak Kamis, 29 Januari 2026 sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, sistem ini terpantau berada dalam wilayah pengawasan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta.

Prakirawan TCWC Jakarta, Wahyu Argo, menjelaskan bahwa sistem atmosfer ini memang tidak mengarah langsung ke wilayah Indonesia. Namun, keberadaannya tetap memengaruhi pola angin dan distribusi massa udara yang memicu potensi cuaca ekstrem.

Dalam 24 jam setelah terpantau, bibit siklon diprediksi bergerak ke arah timur dan menjauhi wilayah Indonesia. Kendati demikian, dampak tidak langsung berupa peningkatan curah hujan dan kecepatan angin masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah.

Wilayah yang Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

BMKG mencatat beberapa wilayah telah merasakan dampak cuaca akibat sistem ini, khususnya di kawasan Indonesia timur. Wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat antara lain Nusa Tenggara Timur, Maluku bagian barat daya, serta Kepulauan Tanimbar.

Selain itu, potensi hujan dengan intensitas serupa juga diprediksi meluas ke berbagai wilayah lain di Indonesia. BMKG memperkirakan hujan sedang hingga lebat berpeluang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, hingga Lampung.

Wilayah lain yang berpotensi terdampak meliputi Banten, DKI Jakarta, Kalimantan Barat hingga Kalimantan Selatan, Gorontalo, beberapa daerah di Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Sementara itu, potensi hujan dengan intensitas lebih tinggi atau sangat lebat diperkirakan melanda Aceh, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Tengah, serta Sulawesi Selatan.

Gelombang Laut Ikut Meningkat

Dampak bibit siklon tropis 98P juga dirasakan pada kondisi perairan Indonesia. BMKG mencatat peningkatan tinggi gelombang di beberapa wilayah laut.

Gelombang kategori sedang dengan ketinggian sekitar 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan selatan Nusa Tenggara Timur, Laut Sawu, perairan Kepulauan Leti-Sermata, Kepulauan Babar-Tanimbar, perairan Kepulauan Kei-Aru, Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur, serta Laut Arafuru bagian timur.

Sementara itu, gelombang kategori tinggi dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter diperkirakan terjadi di Laut Arafuru bagian barat. Kondisi ini berisiko bagi aktivitas pelayaran maupun nelayan tradisional.

Potensi Angin Kencang dan Bencana Hidrometeorologi

Selain hujan lebat, BMKG juga memprediksi potensi angin kencang di sejumlah wilayah. Daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap angin kencang meliputi Aceh, Kepulauan Riau, Maluku, serta Sulawesi Selatan.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Risiko tersebut meningkat terutama di wilayah rawan bencana dan daerah dengan curah hujan tinggi.

Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG. Langkah mitigasi seperti menghindari aktivitas di area rawan longsor, memperhatikan keselamatan pelayaran, serta menjaga kesiapsiagaan dinilai penting guna meminimalkan dampak cuaca ekstrem.

BMKG menegaskan bahwa meski peluang bibit siklon tropis berkembang menjadi siklon penuh tergolong kecil, dampak atmosfer yang ditimbulkan tetap dapat memicu cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia.

Editor : Novica Satya Nadianti
#bmkg #gelombang tinggi #prakiraan cuaca indonesia #cuaca ekstrem