MAROS - Peristiwa angin kencang Maros disertai hujan lebat menyebabkan kerusakan rumah warga di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Dampak angin kencang Maros dilaporkan merusak sedikitnya 10 rumah di dua kecamatan, yakni Mandai dan Bantimurung.
Bencana angin kencang Maros terjadi saat cuaca buruk melanda wilayah tersebut. Kerusakan rumah warga didominasi pada bagian atap dan dinding bangunan yang tidak mampu menahan terpaan angin kencang.
Peristiwa ini menambah daftar kejadian cuaca ekstrem yang belakangan sering melanda sejumlah wilayah Indonesia. Warga terdampak kini berupaya memperbaiki kerusakan sambil menunggu bantuan dari pemerintah daerah.
Kerusakan Terparah Terjadi di Kecamatan Mandai
Berdasarkan laporan di lapangan, kerusakan paling parah terjadi di Dusun Padaelo, Desa Tenri Ngangkai, Kecamatan Mandai. Angin kencang menerjang kawasan permukiman warga hingga merusak sejumlah rumah.
Atap rumah warga dilaporkan beterbangan akibat terpaan angin. Bahkan, atap kanopi di salah satu rumah dilaporkan terlepas dan jatuh hingga rata dengan tanah. Kondisi tersebut membuat sebagian warga terpaksa mengungsi sementara karena rumah mereka tidak lagi layak ditempati.
Selain merusak bangunan, angin kencang juga menyebabkan beberapa pohon tumbang. Pohon-pohon tersebut dilaporkan menimpa bangunan warga sehingga memperparah tingkat kerusakan.
Data sementara menunjukkan sebanyak tujuh rumah warga di Kecamatan Mandai terdampak cuaca ekstrem tersebut. Kerusakan bervariasi mulai dari ringan hingga berat.
Tiga Rumah Rusak di Kecamatan Bantimurung
Selain Mandai, dampak angin kencang Maros juga terjadi di Kecamatan Bantimurung. Di wilayah ini, sedikitnya tiga rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan.
Kerusakan yang terjadi hampir serupa dengan wilayah Mandai, yakni bagian atap rumah rusak akibat terpaan angin dan hujan lebat. Meski jumlah rumah terdampak lebih sedikit, warga tetap mengalami kerugian material.
Hujan lebat yang menyertai kejadian angin kencang juga membuat proses evakuasi dan penanganan awal menjadi lebih sulit. Warga bersama aparat setempat berupaya membersihkan puing-puing bangunan dan pohon tumbang yang menghalangi akses jalan.
Pemerintah Daerah Lakukan Peninjauan Lokasi
Menanggapi kejadian tersebut, petugas bersama pemerintah daerah langsung melakukan peninjauan ke lokasi terdampak. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi warga serta mendata tingkat kerusakan rumah.
Pemerintah daerah menyatakan akan segera menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak. Bantuan tersebut direncanakan berupa material bangunan dan dukungan logistik guna membantu proses perbaikan rumah.
Selain itu, pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan aparat desa dan instansi terkait untuk mempercepat proses penanganan pascabencana. Pendataan korban dan kerugian material masih terus dilakukan.
Cuaca Ekstrem Perlu Diwaspadai
Peristiwa angin kencang Maros menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Fenomena angin kencang disertai hujan lebat berisiko menimbulkan kerusakan bangunan, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman, terutama bagian atap yang rawan rusak saat diterpa angin kencang. Warga juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar saat terjadi hujan disertai angin.
Selain itu, warga diharapkan memantau perkembangan informasi cuaca melalui sumber resmi guna mengantisipasi potensi bencana serupa. Langkah mitigasi dinilai penting untuk mengurangi risiko korban dan kerugian akibat cuaca ekstrem.
Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material masih terus didata oleh pihak berwenang. Pemerintah daerah memastikan akan terus memantau kondisi warga terdampak hingga proses pemulihan selesai.
Editor : Novica Satya Nadianti