Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

BMKG Peringatkan Ancaman Gempa Megatrust di Pesisir Selatan Jawa, Pacitan hingga Blitar Masuk Zona Rawan

Divka Vance Yandriana • Kamis, 12 Februari 2026 | 17:34 WIB

BMKG ingatkan potensi gempa Megatrust di pesisir selatan Jawa, Pacitan hingga Blitar diminta waspada.
BMKG ingatkan potensi gempa Megatrust di pesisir selatan Jawa, Pacitan hingga Blitar diminta waspada.

JAKARTA - Ancaman gempa Megatrust di pesisir selatan Jawa kembali menjadi perhatian serius. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat di tujuh daerah Jawa Timur meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas gempa yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam sepekan terakhir, gempa bumi tercatat mengguncang sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Tuban, Ternate, dan Halmahera Utara dengan kekuatan magnitudo 3 hingga 4 pada Senin (9/2/2026). Namun perhatian utama para ahli tertuju pada Pacitan yang dalam sebulan terakhir diguncang dua gempa signifikan berkekuatan magnitudo 5,5 dan 6,4.

Rentetan aktivitas seismik tersebut memunculkan kekhawatiran publik terkait potensi gempa Megatrust di pesisir selatan Jawa. BMKG menegaskan bahwa wilayah tersebut memang berada di zona rawan gempa besar akibat aktivitas subduksi lempeng.

Baca Juga: GM Front One Hotel Tulungagung Kunjungi Radar Tulungagung, Perkuat Kolaborasi di Awal Tahun

Pacitan dan Deretan Wilayah Rawan

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dariono, menjelaskan bahwa Pacitan merupakan salah satu daerah yang berhadapan langsung dengan zona Megatrust Jawa. Secara geologis, wilayah ini memiliki karakteristik teluk dan pantai sempit yang berpotensi memperkuat atau mengamplifikasi gelombang tsunami jika terjadi gempa besar.

“Pacitan sering muncul dalam catatan tsunami historis karena berhadapan langsung dengan Megatrust Jawa,” ujar Dariono, Senin (9/2/2026).

Selain itu, Pacitan diduga berada di atas segmen selap landai, yang membuat proses penguncian atau coupling subduksi lempeng menjadi kuat. Kondisi ini meningkatkan potensi akumulasi energi tektonik yang sewaktu-waktu dapat dilepaskan dalam bentuk gempa besar.

Catatan sejarah menunjukkan, gempa dan tsunami besar pernah mengguncang Pacitan pada tahun 1840 dan 1859. Fakta historis tersebut memperkuat analisis bahwa kawasan ini termasuk zona dengan risiko tinggi.

Tak hanya Pacitan, BMKG juga menyebut sejumlah wilayah pesisir selatan Jawa Timur lain yang masuk kategori rawan gempa Megatrust, yakni Banyuwangi, Jember, Lumajang, Malang, Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek. Daerah-daerah tersebut berhadapan langsung dengan zona tumbukan lempeng di selatan Pulau Jawa.

Baca Juga: Trenggono Semprot Purbaya soal Anggaran Kapal: Sindiran Keras via Instagram Picu Polemik Antar Menteri

Apa Itu Gempa Megatrust?

Secara terminologi geologi, gempa Megatrust adalah gempa bumi besar yang terjadi di zona subduksi, yakni wilayah pertemuan dua lempeng tektonik. Di selatan Jawa, fenomena ini terjadi akibat lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia.

Proses penunjaman tersebut menyebabkan tekanan dan akumulasi energi dalam waktu lama. Ketika energi dilepaskan secara tiba-tiba, terjadilah gempa dengan magnitudo besar, bahkan bisa melampaui magnitudo 7.

Dariono menjelaskan bahwa gempa Megatrust memiliki variasi magnitudo yang luas, mulai dari kecil, sedang, hingga besar. Namun yang perlu diwaspadai adalah potensi gempa besar yang dapat memicu tsunami, terutama bagi wilayah pesisir.

Meski demikian, waktu terjadinya gempa Megatrust tidak dapat diprediksi secara pasti. BMKG hanya dapat memantau aktivitas kegempaan melalui jaringan sensor seismik untuk mendeteksi pola gempa pendahuluan atau foreshock.

“Biasanya akan didahului gempa-gempa kecil dan itu bisa dipantau melalui sistem monitoring kegempaan,” jelasnya.

Baca Juga: Polemik Order KKP ke Galangan Lokal Makin Panas, Anggaran Kapal Disorot: “Uangnya Keluar, Pesanan Tidak Ada”

Imbauan BMKG untuk Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak panik berlebihan, namun tetap meningkatkan kesiapsiagaan. Edukasi kebencanaan dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi gempa Megatrust di pesisir selatan Jawa.

Warga yang tinggal di wilayah pesisir Jawa Timur diminta memahami jalur evakuasi, mengenali tanda-tanda gempa kuat, serta segera menjauh dari pantai jika merasakan guncangan signifikan.

Selain itu, pemerintah daerah bersama BPBD di masing-masing wilayah diminta memperkuat sosialisasi mitigasi bencana dan simulasi evakuasi tsunami secara berkala.

Aktivitas gempa yang terjadi belakangan ini menjadi pengingat bahwa Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik dengan tingkat aktivitas tektonik tinggi. Oleh karena itu, kesiapsiagaan berbasis komunitas dan literasi kebencanaan menjadi langkah strategis untuk meminimalkan risiko korban jiwa jika gempa Megatrust benar-benar terjadi.

BMKG menegaskan, masyarakat di Pacitan, Banyuwangi, Jember, Lumajang, Malang, Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek perlu terus mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.

Editor : Divka Vance Yandriana
#pacitan #bmkg #Gempa megatrust