JAKARTA - Gempa Megathrust Pacitan kembali mengguncang wilayah selatan Jawa Timur. Kabupaten Pacitan dilanda gempa bumi bermagnitudo 6,2 pada dini hari, yang getarannya dirasakan luas hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sejumlah wilayah Jawa Tengah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa Megathrust Pacitan tersebut merupakan gempa akibat aktivitas zona subduksi di selatan Pulau Jawa. Meski tergolong gempa megathrust, BMKG memastikan peristiwa ini tidak berpotensi tsunami.
Pelaksana Harian (Plh) Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG menjelaskan, gempa terjadi sekitar pukul 01.06 WIB. Awalnya magnitudo tercatat 6,4, namun setelah pembaruan data parameter, kekuatannya direvisi menjadi 6,2.
Episentrum 68 Km Tenggara Pacitan
Menurut BMKG, pusat gempa berada sekitar 68 kilometer tenggara Pacitan dengan kedalaman 58 kilometer. Kedalaman tersebut tergolong menengah dalam klasifikasi kegempaan.
“Ini karakteristik gempa di zona subduksi. Termasuk gempa menengah dengan magnitudo 6,2,” jelasnya.
Zona subduksi di selatan Jawa terbentuk akibat penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Interaksi dua lempeng ini menjadi sumber utama gempa megathrust di sepanjang pesisir selatan Jawa.
BMKG menegaskan bahwa meskipun gempa ini berada di sistem megathrust, parameter awal yang dimodelkan tidak menunjukkan potensi tsunami. Tidak terdapat deformasi signifikan pada dasar laut yang dapat memicu gelombang besar ke arah pesisir.
“Kita patut bersyukur karena magnitudonya sekitar enam, sehingga tidak sampai berdampak pada potensi tsunami,” ujarnya.
Getaran Terasa Luas hingga Jawa Tengah
Guncangan gempa Megathrust Pacitan dirasakan kuat di wilayah Pacitan dan meluas ke berbagai daerah. Laporan masyarakat menyebut getaran terasa di Bantul, Gunungkidul, Klaten, hingga Trenggalek dan Blitar.
Bahkan, sebagian wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat dilaporkan ikut merasakan getaran meski dalam skala lebih ringan.
Luasnya sebaran getaran menunjukkan energi gempa cukup besar, meskipun tidak mencapai ambang magnitudo yang berpotensi memicu tsunami. Faktor kedalaman dan mekanisme sumber turut memengaruhi persebaran guncangan.
Dampak Kerusakan Ringan
BMKG menerima laporan adanya kerusakan ringan di sejumlah titik. Di Kecamatan Pacitan, tercatat beberapa bangunan mengalami retakan ringan. Kerusakan serupa juga dilaporkan terjadi di Bantul.
Namun secara umum, tidak ada laporan kerusakan berat maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.
Gempa yang terjadi pada dini hari sempat membuat warga panik. Sejumlah masyarakat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri saat merasakan getaran cukup kuat.
BMKG Imbau Masyarakat Tetap Tenang
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap memantau informasi resmi. Aktivitas gempa susulan (aftershock) masih mungkin terjadi, meski biasanya dengan kekuatan lebih kecil.
Masyarakat diminta memastikan kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah. Jika terjadi gempa kuat, warga diimbau menerapkan prinsip “drop, cover, and hold on” atau berlindung di tempat aman.
Wilayah selatan Jawa memang termasuk kawasan rawan gempa karena berada di jalur Cincin Api Pasifik. Oleh karena itu, kesiapsiagaan menjadi langkah penting dalam meminimalkan risiko.
BMKG juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi di media sosial. Informasi resmi terkait gempa Megathrust Pacitan dan perkembangan terkini hanya disampaikan melalui kanal resmi BMKG.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas tektonik di zona subduksi selatan Jawa terus berlangsung. Meski gempa kali ini tidak berpotensi tsunami, literasi kebencanaan tetap menjadi kunci untuk menghadapi potensi gempa di masa mendatang.
Editor : Divka Vance Yandriana