Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Gempa Megathrust Pacitan M 6,2 Dirasakan hingga Yogyakarta dan Blitar, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

Divka Vance Yandriana • Kamis, 12 Februari 2026 | 19:50 WIB

Gempa Megathrust Pacitan M6,2 terasa hingga Yogyakarta dan Blitar. BMKG pastikan tidak berpotensi tsunami.
Gempa Megathrust Pacitan M6,2 terasa hingga Yogyakarta dan Blitar. BMKG pastikan tidak berpotensi tsunami.

JAKARTA - Gempa Megathrust Pacitan kembali mengguncang wilayah selatan Jawa Timur. Kabupaten Pacitan dilanda gempa bumi bermagnitudo 6,2 pada dini hari, yang getarannya dirasakan luas hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sejumlah wilayah Jawa Tengah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa Megathrust Pacitan tersebut merupakan gempa akibat aktivitas zona subduksi di selatan Pulau Jawa. Meski tergolong gempa megathrust, BMKG memastikan peristiwa ini tidak berpotensi tsunami.

Pelaksana Harian (Plh) Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG menjelaskan, gempa terjadi sekitar pukul 01.06 WIB. Awalnya magnitudo tercatat 6,4, namun setelah pembaruan data parameter, kekuatannya direvisi menjadi 6,2.

Baca Juga: BMKG Ungkap Ancaman Bibit Siklon Tropis 91S dan 92P, Hujan Lebat hingga Gelombang 4 Meter Intai Sejumlah Wilayah Indonesia

Episentrum 68 Km Tenggara Pacitan

Menurut BMKG, pusat gempa berada sekitar 68 kilometer tenggara Pacitan dengan kedalaman 58 kilometer. Kedalaman tersebut tergolong menengah dalam klasifikasi kegempaan.

“Ini karakteristik gempa di zona subduksi. Termasuk gempa menengah dengan magnitudo 6,2,” jelasnya.

Zona subduksi di selatan Jawa terbentuk akibat penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Interaksi dua lempeng ini menjadi sumber utama gempa megathrust di sepanjang pesisir selatan Jawa.

BMKG menegaskan bahwa meskipun gempa ini berada di sistem megathrust, parameter awal yang dimodelkan tidak menunjukkan potensi tsunami. Tidak terdapat deformasi signifikan pada dasar laut yang dapat memicu gelombang besar ke arah pesisir.

“Kita patut bersyukur karena magnitudonya sekitar enam, sehingga tidak sampai berdampak pada potensi tsunami,” ujarnya.

Baca Juga: Seleksi P3K 2026 Berubah Drastis, Jalur Honorer Dihapus, Guru dan Dosen Dialihkan ke CPNS, Ini Skema Alih Status ke PNS

Getaran Terasa Luas hingga Jawa Tengah

Guncangan gempa Megathrust Pacitan dirasakan kuat di wilayah Pacitan dan meluas ke berbagai daerah. Laporan masyarakat menyebut getaran terasa di Bantul, Gunungkidul, Klaten, hingga Trenggalek dan Blitar.

Bahkan, sebagian wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat dilaporkan ikut merasakan getaran meski dalam skala lebih ringan.

Luasnya sebaran getaran menunjukkan energi gempa cukup besar, meskipun tidak mencapai ambang magnitudo yang berpotensi memicu tsunami. Faktor kedalaman dan mekanisme sumber turut memengaruhi persebaran guncangan.

Dampak Kerusakan Ringan

BMKG menerima laporan adanya kerusakan ringan di sejumlah titik. Di Kecamatan Pacitan, tercatat beberapa bangunan mengalami retakan ringan. Kerusakan serupa juga dilaporkan terjadi di Bantul.

Namun secara umum, tidak ada laporan kerusakan berat maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.

Gempa yang terjadi pada dini hari sempat membuat warga panik. Sejumlah masyarakat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri saat merasakan getaran cukup kuat.

Baca Juga: THR 2026 Guru Diprediksi Cair 11 Maret, Ini Bocoran Lengkap Nasib TPG Januari–Februari dan Jam Mengajar Terkunci

BMKG Imbau Masyarakat Tetap Tenang

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap memantau informasi resmi. Aktivitas gempa susulan (aftershock) masih mungkin terjadi, meski biasanya dengan kekuatan lebih kecil.

Masyarakat diminta memastikan kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah. Jika terjadi gempa kuat, warga diimbau menerapkan prinsip “drop, cover, and hold on” atau berlindung di tempat aman.

Wilayah selatan Jawa memang termasuk kawasan rawan gempa karena berada di jalur Cincin Api Pasifik. Oleh karena itu, kesiapsiagaan menjadi langkah penting dalam meminimalkan risiko.

BMKG juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi di media sosial. Informasi resmi terkait gempa Megathrust Pacitan dan perkembangan terkini hanya disampaikan melalui kanal resmi BMKG.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas tektonik di zona subduksi selatan Jawa terus berlangsung. Meski gempa kali ini tidak berpotensi tsunami, literasi kebencanaan tetap menjadi kunci untuk menghadapi potensi gempa di masa mendatang.

Editor : Divka Vance Yandriana
#bmkg #megathrust #Bencama Alam