Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Gempa Megatrust Pacitan M 6,4 Guncang Dini Hari, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami Meski Terasa hingga Yogyakarta

Divka Vance Yandriana • Kamis, 12 Februari 2026 | 19:58 WIB

Gempa Megatrust Pacitan M6,4 dini hari terasa hingga Yogyakarta. BMKG pastikan tak berpotensi tsunami.
Gempa Megatrust Pacitan M6,4 dini hari terasa hingga Yogyakarta. BMKG pastikan tak berpotensi tsunami.

JAKARTA - Gempa Megatrust Pacitan berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah tenggara Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari. Guncangan yang terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap itu terasa luas hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa Megatrust Pacitan ini dipicu aktivitas subduksi lempeng di zona pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia di selatan Pulau Jawa. Meski termasuk kategori megathrust, BMKG menegaskan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dariono, menjelaskan gempa terjadi sekitar pukul 01.06 WIB. Episentrum berada di 90 kilometer tenggara Pacitan dengan kedalaman relatif dangkal, yakni 10 kilometer.

Baca Juga: Aktivasi Rekening BSU Guru Non ASN 2025 Diperpanjang hingga 30 Juni 2026, Ini Penjelasan Resmi Puslabdik

Episentrum Dangkal, Guncangan Terasa Luas

Kedalaman 10 kilometer tergolong dangkal dalam parameter seismologi. Kondisi ini menyebabkan energi gempa tidak banyak teredam sebelum mencapai permukaan, sehingga guncangan terasa kuat dan meluas.

“Pusat gempa berada di 90 kilometer tenggara Pacitan pada kedalaman 10 kilometer,” jelas Dariono.

Getaran dirasakan kuat di Pacitan dan meluas hingga Kabupaten Kulon Progo serta Bantul di DIY. Sejumlah warga dilaporkan berhamburan keluar rumah karena terkejut oleh guncangan yang datang tiba-tiba pada dini hari.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat mengingat wilayah selatan Jawa dikenal sebagai zona Megatrust yang berpotensi menghasilkan gempa besar.

Dipicu Subduksi Indo-Australia dan Eurasia

Secara tektonik, gempa Megatrust Pacitan terjadi akibat aktivitas subduksi, yakni proses penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Zona tumbukan ini membentang di sepanjang selatan Pulau Jawa dan menjadi sumber utama gempa besar di kawasan tersebut.

Gempa megathrust umumnya memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault), yang terjadi akibat pelepasan energi di bidang kontak antar lempeng yang terkunci dalam waktu lama.

BMKG menegaskan, meskipun gempa kali ini termasuk jenis megathrust, parameter analisis menunjukkan tidak adanya deformasi dasar laut yang signifikan.

“Tidak terdapat perubahan signifikan pada dasar laut yang dapat memicu tsunami,” tegas Dariono.

Dengan kata lain, meski magnitudo mencapai 6,4, energi yang dilepaskan belum cukup untuk menyebabkan pergeseran vertikal dasar laut dalam skala besar yang biasanya menjadi pemicu gelombang tsunami.

Baca Juga: Isu Kesejahteraan Pensiunan Menguat dan Jadi Viral, TASPEN Tegaskan Fakta: Belum Ada Keputusan Kenaikan Pensiun dari Pemerintah

Mengapa Tidak Berpotensi Tsunami?

Dalam kajian kegempaan, potensi tsunami umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain magnitudo gempa, kedalaman, serta mekanisme deformasi dasar laut.

Gempa dengan magnitudo di atas 7 dan disertai deformasi vertikal signifikan pada dasar laut memiliki peluang lebih besar memicu tsunami. Pada kasus gempa Megatrust Pacitan 6 Februari 2026, parameter tersebut tidak terpenuhi.

Meski demikian, BMKG tetap melakukan monitoring lanjutan untuk memastikan tidak terjadi gempa susulan yang berpotensi meningkatkan risiko.

Wilayah pesisir selatan Jawa, termasuk Pacitan, memang masuk dalam kawasan rawan gempa besar karena berada di jalur Cincin Api Pasifik. Sejarah mencatat sejumlah gempa kuat dan tsunami pernah terjadi di zona ini pada abad ke-19.

Imbauan untuk Tetap Siaga

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang belum terverifikasi. Warga pesisir diminta memahami prosedur evakuasi mandiri apabila merasakan gempa kuat berdurasi lama.

Kesiapsiagaan berbasis komunitas menjadi langkah penting dalam mitigasi risiko bencana. Pemerintah daerah bersama BPBD diharapkan terus mengintensifkan edukasi kebencanaan, terutama di wilayah pesisir selatan Jawa Timur dan DIY.

Gempa Megatrust Pacitan kali ini menjadi pengingat bahwa aktivitas tektonik di selatan Jawa terus berlangsung. Meski tidak berpotensi tsunami, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat dinamika zona subduksi yang aktif.Baca Juga: PPPK Downgrade Ijazah S1 Jadi SMA, Gaji Turun Jauh: Ini Jalan Upgrade Status dan Skema Prioritas Pemerintah

Editor : Divka Vance Yandriana
#bmkg #bencana alam #gempa megathrust